Peristiwa

Dua Pemadam Kebakaran Prancis Tewas saat Memadamkan Api di Dekat Bandara Bordeaux

×

Dua Pemadam Kebakaran Prancis Tewas saat Memadamkan Api di Dekat Bandara Bordeaux

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Two French firefighters die tackling blaze near Bordeaux airport

jurnalistik.co.id – Dua petugas pemadam kebakaran Prancis dilaporkan tewas saat bertugas memadamkan kebakaran besar di dekat Bandara Bordeaux–Mérignac, wilayah barat daya Prancis. Kebakaran itu terjadi pada area parkir bandara, dan otoritas menyampaikan bahwa insiden bermula dari api semak sebelum merambat ke bangunan.

Menurut laporan media Prancis, api pertama kali muncul di dekat salah satu tempat parkir bandara. Dari sana, kobaran lalu menyebar ke struktur bangunan di sekitar area tersebut. Sejumlah gambar yang beredar di media sosial memperlihatkan kepulan asap tebal yang tampak dari dekat lokasi bandara.

Di tengah operasi pemadaman, penerbangan yang dijadwalkan mendarat di Bordeaux–Mérignac dilaporkan mengalami penundaan. Kondisi ini terjadi karena upaya pemadaman masih berlangsung dan keamanan di area sekitar bandara menjadi perhatian.

Operasi pemadaman melibatkan skala besar

Petugas pemadam bekerja dengan dukungan berbagai sumber daya untuk mengendalikan api yang meluas. Laporan menyebutkan sekitar 100 pemadam kebakaran diterjunkan, termasuk dukungan pesawat atau bantuan spesialis untuk membantu proses pemadaman di lokasi.

Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nuñez, menyatakan telah menerima informasi mengenai kematian dua petugas tersebut dari pejabat setempat di departemen Gironde. Nuñez juga mengatakan ia akan melakukan perjalanan ke Gironde “secepat mungkin” untuk memantau langsung jalannya penanganan kebakaran.

Gironde sendiri termasuk beberapa wilayah Prancis yang belakangan terkena dampak kebakaran hutan atau semak yang terjadi berhari-hari. Situasi ini dikaitkan dengan gelombang panas yang tidak biasa dan berlangsung lama, yang meningkatkan kerentanan area terhadap kebakaran serta mempercepat penyebaran api.

Kebakaran lain juga membesar di Var

Selain insiden di sekitar Bordeaux, pada Selasa waktu setempat juga terjadi kebakaran besar di departemen Var, wilayah tenggara Prancis. Kebakaran tersebut dilaporkan muncul di komune Pontevès, dan disebut masih sulit dikendalikan.

Asosiasi relawan PSFDF—yang memantau perkembangan kebakaran di berbagai wilayah Prancis—menyatakan kobaran “saat ini tidak terkendali dan berkembang dengan cepat”. Dalam penanganannya, sekitar 600 petugas pemadam dan tim penyelamat dikerahkan untuk membendung api.

Di lokasi yang sama, sebanyak 150 orang telah dievakuasi. Langkah evakuasi itu dilakukan untuk mengurangi risiko terhadap keselamatan warga selama api terus bergerak dan kondisi lapangan tetap dinamis.

Lebih luas, Prancis telah mencatat hampir 11.000 kebakaran sejak awal tahun. Presiden Emmanuel Macron menyampaikan pekatnya jumlah insiden itu, dengan mengatakan bahwa banyaknya kebakaran yang terjadi belum terlihat setinggi itu sejak Perang Dunia II.

Data satelit menunjukkan dampak yang sangat luas

Data satelit pada Selasa yang dikeluarkan oleh European Forest Fire Information System (Effis) menunjukkan bahwa lebih dari 42.000 hektare lahan terbakar di Prancis sepanjang Januari hingga pertengahan Juli. Angka ini disebut melampaui rekor sebelumnya yang terjadi pada tahun 2022.

Copernicus Climate Change Service juga mengaitkan kondisi cuaca ekstrem dengan pemanasan global. Lembaga tersebut menyebut Eropa menjadi benua yang paling cepat menghangat, dengan laju pemanasan sekitar dua kali lebih cepat dibanding rata-rata pemanasan global.

Menurut penjelasan itu, pemanasan semacam ini berkontribusi terhadap gelombang panas musim panas yang lebih sering dan lebih parah. Akibatnya, tekanan terhadap ketersediaan air meningkat, sementara kebakaran—terutama yang berkaitan dengan hutan atau semak—menjadi lebih intens.

Gelombang suhu tinggi yang melanda kawasan Eropa pada musim panas ini dikatakan telah memicu kebakaran besar. Di Spanyol, misalnya, setidaknya 13 orang dilaporkan tewas akibat kebakaran. Sementara itu, di wilayah utara Madrid, sekitar 29.000 hektare lahan disebut hancur akibat kebakaran besar.

Kebakaran di sekitar Bandara Bordeaux–Mérignac kini menjadi perhatian serius karena menelan korban jiwa. Ketika operasi pemadaman terus berlangsung, pemerintah setempat mengarahkan upaya untuk menstabilkan situasi, sementara pemerintah pusat melalui Laurent Nuñez menyatakan akan turun langsung ke Gironde.