jurnalistik.co.id – Andrew Tate dan saudara kandungnya, Tristan, menghadiri pengadilan federal di Miami untuk memulai proses ekstradisi ke Inggris. Sidang awal ini berkaitan dengan rangkaian tuduhan baru yang meliputi pemerkosaan dan perdagangan seks, sementara keduanya membantah semua tuduhan tersebut.
Keduanya ditahan di penjara Florida sejak penangkapan pada Sabtu. Penahanan terjadi setelah Crown Prosecution Service (CPS), otoritas penuntut untuk perkara pidana di Inggris dan Wales, mengumumkan 38 dakwaan baru terhadap mereka.
Andrew dan Tristan tiba di Florida pada 2025 setelah sebelumnya berada di Romania. Di negara itu, mereka juga menghadapi perkara serupa, dan menurut catatan dalam persidangan, mereka berkali-kali membantah adanya kesalahan.
Di ruang sidang pada Senin, Andrew dan Tristan mengenakan seragam penjara berwarna cokelat muda. Keduanya juga terlihat dengan borgol dan pengekang di bagian pinggang serta pergelangan kaki.
Dalam kesempatan berbicara, Andrew dan Tristan hanya menjawab saat ditanya apakah mereka memahami hak-hak mereka. Saat pertanyaan tersebut diajukan, mereka menjawab bersama, “yes your honour”.
Setelah sidang singkat, pengacara para Tate menyatakan bahwa pihaknya akan berjuang melawan proses ekstradisi. Joe McBride, selaku kuasa hukum, menegaskan bahwa kliennya tidak bersalah, dan menyampaikan, “They’ve never done nothing wrong. They shouldn’t be extradited for crimes they didn’t commit,” sebelum menambahkan, “It’s garbage. It’s a stitch up job.”
McBride juga menggambarkan tuduhan terhadap Andrew dan Tristan sebagai “witch hunt” dengan menyamakan proses yang mereka hadapi dengan perkara terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Ia menyebut upaya ekstradisi sebagai “political kidnapping”.
Berita Terkait
Ketika ditanya mengenai estimasi durasi proses, McBride menyebut kemungkinan berlangsung “around 60 days”. Hakim kemudian menetapkan agenda sidang berikutnya pada 27 Juli, sementara keputusan akhir mengenai ekstradisi disebut akan bergantung pada administrasi Trump.
Tuduhan terbaru yang disebut terkait dengan peristiwa antara Juli 2010 dan Agustus 2017. McBride menilai proses ini tidak mencerminkan kesalahan para kliennya, sedangkan pengadilan memulai tahapan formal untuk menilai kelanjutan permintaan ekstradisi.
Dalam keterangan yang disampaikan, Malcolm McHaffie, Kepala Divisi Kejahatan Khusus di CPS, menyatakan bahwa dakwaan tersebut “followed receipt of a further file of evidence from Bedfordshire Police” yang membuat jumlah korban yang diduga dalam perkara ini menjadi tujuh. Kepolisian juga menyebut Andrew dan Tristan kini menghadapi total 59 dakwaan.
Menurut laporan penangkapan, keduanya ditangkap pada Sabtu di dekat sebuah lokasi tempat Andrew Tate dijadwalkan menjadi co-host pada acara pertandingan bela diri bare-knuckle. Sejumlah informasi tersebut turut melatarbelakangi konteks penangkapan sebelum proses ekstradisi berjalan di AS.
Selain kasus di Inggris, Andrew dan Tristan juga menghadapi perkara di Romania. Mereka dituduh melakukan perdagangan manusia dan membentuk kelompok terorganisir untuk mengeksploitasi perempuan secara seksual, termasuk tuduhan pemerkosaan terhadap Andrew. Keduanya kembali membantah semua tuduhan tersebut.
Andrew dan Tristan merupakan warga negara ganda Inggris dan Amerika Serikat, dan mereka berada di Amerika sejak 2025 setelah jaksa Romania mencabut larangan perjalanan. Meski demikian, mereka masih diwajibkan untuk melapor kepada otoritas Romania saat perkara tersebut menempuh kendala prosedural.
Di Amerika Serikat, keduanya juga menghadapi gugatan perdata dari seorang perempuan yang menuduh bahwa mereka memaksa masuk ke kerja seks. Gugatan tersebut juga mengklaim adanya tindakan memfitnah setelah perempuan itu memberikan kesaksian kepada otoritas Romania.
Di luar proses hukum, Andrew Tate dikenal sebagai figur yang pernah menyebut dirinya “misogynist” dan memperoleh popularitas viral di media sosial melalui konten yang menampilkan gaya hidup kaya serta citra hiper-maskulinitas. Ia pernah diblokir dari platform media sosial setelah membuat pernyataan kontroversial tentang perlunya perempuan “bear responsibility” ketika mengalami kekerasan seksual, namun kemudian akunnya dipulihkan.







