jurnalistik.co.id – Seorang mantan anggota Angkatan Darat Amerika Serikat ditangkap setelah diduga menyalakan api di depan sebuah gedung federal di Manhattan, kata FBI.
Insiden itu terjadi pada Senin pagi di 26 Federal Plaza, sebuah lokasi yang menampung kantor FBI, Immigration and Customs Enforcement (ICE), serta US Citizenship and Immigration Services.
Menurut penyelidikan FBI, tersangka bernama Andrew Arrabaca (43) diduga lebih dulu menembakkan senjata jenis pellet gun dan kemudian memicu rangkaian kembang api sebelum api menyebar.
Dalam keterangan yang disampaikan kepada pers, pejabat FBI menyebut Arrabaca membawa sejumlah senjata saat insiden berlangsung.
Rangkaian kejadian di luar gedung federal
FBI menyatakan Arrabaca melepaskan kembang api, lalu menuang bahan pendorong api (accelerant) di tangga salah satu pintu masuk gedung. Api kemudian muncul dan petugas pemadam kebakaran memadamkan kobaran tersebut.
Petugas federal yang berada di lokasi segera mengamankan tersangka. Mereka menjatuhkan Arrabaca setelah, menurut FBI, ia terdeteksi membawa senjata.
Pejabat FBI juga menyebut tersangka bersenjata dengan sebilah parang (machete) dan senjata lainnya. Dalam konferensi pers, James Barnacle yang menjabat sebagai Asisten Direktur FBI New York menguraikan rincian perlengkapan yang disebut dibawanya.
Barnacle mengatakan Arrabaca membawa dua kapak, sebuah parang, tiga pisau, serta kembang api. Ia juga menyatakan Arrabaca menembakkan sekitar lima sampai tujuh pellet dari airsoft gun ke arah gedung.
“He is an anti-American, anti-government extremist,” kata Barnacle.
Selain itu, FBI menambahkan bahwa Arrabaca membuat beberapa pernyataan yang berisi sikap anti-pemerintah dan anti-ICE selama kejadian berlangsung.
Dampak pada korban dan respons keamanan
Terkait dampak insiden, FBI menyebut tiga orang mengalami luka ringan. Di antara korban adalah seorang imigran yang saat itu sedang menghadiri sidang status (status hearing).
Barnacle menjelaskan dari jumlah yang terluka, dua di antaranya merupakan pegawai pemerintahan.
Berita Terkait
Sementara itu, pernyataan dari Department of Homeland Security (DHS) menyebut seorang warga yang berada di sekitar lokasi terkena goresan ringan (bystander grazed). DHS juga menyatakan seorang petugas keamanan yang menjatuhkan dan menahan Arrabaca mengalami luka ringan.
DHS menilai Arrabaca sebagai pelaku yang bertindak dalam konteks penolakan terhadap ICE, dengan menyebutnya sebagai “anti-ICE rioter”.
Latar belakang: simbol protes di kawasan Lower Manhattan
Lokasi di lower Manhattan tersebut telah menjadi pusat perhatian dalam sejumlah aksi protes terkait kebijakan imigrasi Presiden Donald Trump.
Karena gedung 26 Federal Plaza berada di area yang sama dengan institusi-institusi terkait penegakan dan layanan imigrasi, insiden ini kemudian dibaca sebagai bagian dari ketegangan publik yang lebih luas di sekitar isu tersebut.
Dalam konteks itu, pejabat federal juga menggambarkan sikap Arrabaca selama kejadian sebagai bermuatan anti-ICE.
Jejak dinas militer Andrew Arrabaca
Arrabaca berasal dari Poughkeepsie, New York. Berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh mitra AS CBS, ia pernah bertugas di Angkatan Darat reguler dari tahun 2001 hingga 2004.
Setelah itu, Arrabaca melanjutkan dinasnya di Army National Guard-New York pada periode 2004 hingga 2005.
CBS juga menyebut Arrabaca tidak memiliki penugasan (deployments) dan meninggalkan dinas dengan pangkat specialist.
Reaksi pejabat daerah
Wali Kota New York, Zohran Mamdani, menyebut insiden ini “deeply disturbing” dalam unggahan di X.
Mamdani menyatakan bahwa pemerintahannya akan terus memastikan setiap warga New York aman di kotanya, serta menindak siapa pun yang mengancam keselamatan tersebut.
Hingga saat ini, FBI dan pihak terkait menempatkan fokus pada pemeriksaan rincian tindakan tersangka serta bagaimana rangkaian pelanggaran di luar gedung federal itu berlangsung.
Petugas pemadam kebakaran telah memadamkan api yang timbul, sementara proses penahanan dan penanganan korban berlangsung dengan melibatkan aparat federal dan otoritas keamanan setempat.












