Bisnis & Ekonomi

AlixPartners: ‘insufficient funds’ menghambat pembayaran kreditur Brewdog pasca kesepakatan akuisisi

×

AlixPartners: ‘insufficient funds’ menghambat pembayaran kreditur Brewdog pasca kesepakatan akuisisi

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: 'Insufficient funds' to pay Brewdog creditors after takeover deal

jurnalistik.co.id – AlixPartners, yang menangani proses administrasi perusahaan bir asal Skotlandia Brewdog, menyebut adanya keterbatasan dana untuk memenuhi pembayaran kepada para kreditur tertentu pasca kesepakatan akuisisi. Dalam laporan yang disampaikan administrator, frasa kunci yang digunakan adalah “insufficient funds”.

Sejumlah kreditur diperkirakan tidak akan menerima pembayaran apa pun dari proses administrasi bagian ritel Brewdog. AlixPartners menyatakan dana yang tersedia tidak cukup untuk melakukan distribusi kepada kreditur preferensial di entitas tersebut.

Dokumen itu menyebut kewajiban perpajakan yang masih tertunggak kepada HMRC sebesar £2,4 juta untuk VAT yang belum dibayar. Selain itu, tercatat pula tunggakan gaji dan hak cuti senilai £489.000 yang tidak masuk dalam skema pembayaran melalui administrasi.

Untuk bagian pembayaran kepada pekerja, AlixPartners menjelaskan staf telah memperoleh kompensasi melalui pemerintah Inggris lewat layanan Insolvency Service. Langkah ini menjadi jalur penggantian bagi karyawan terkait upah dan cuti yang tidak terbayar.

Latar belakang penyelamatan dan jatuhnya nilai kewajiban

Ketika Brewdog dijual pada bulan Maret kepada perusahaan minuman asal Amerika Serikat, Tilray, kesepakatan yang ditempuh bernilai £33 juta. Pada saat yang sama, perusahaan disebut memiliki utang lebih dari £500 juta, sehingga beban kreditur sejak awal berada dalam kondisi yang sangat berat.

Seiring berjalannya masa administrasi, administrator menilai pengumpulan dana dari penjualan aset tidak mencapai proyeksi. Biaya operasional selama proses administrasi juga meningkat, sehingga ruang pembayaran untuk kreditur preferensial menyempit.

AlixPartners juga menyinggung adanya biaya tak terduga yang berkaitan dengan keamanan pub-pub Brewdog yang telah ditutup. Administrator menyatakan beberapa pihak “unauthorised occupiers” sempat memperoleh akses ke fasilitas tersebut, dan tim bekerja bersama pemilik tempat serta pengacara untuk mengeluarkan mereka.

Di sisi lain, laporan menyoroti jumlah yang relatif kecil dari hasil penjualan aset. Sebagai contoh, lahan seluas 7,8 acre di Potterton, Aberdeenshire, dijual kepada petani lokal dengan nilai £41.300.

Penjualan juga mencakup kendaraan Brewdog yang disebut sebagai armada sembilan unit berstatus “old age and varying roadworthiness”, dan dari satu rangkaian penjualan hanya diperoleh £6.250. Sisanya, menurut laporan, ditinggalkan karena kondisi dan keterbatasan pemanfaatan.

Laporan turut menyebut penyelesaian terkait perlengkapan minuman yang dijual kepada Marylebone Cricket Club. Klub tersebut menghasilkan nilai £62.000 dari transaksi tersebut.

Meski pembayaran dari entitas ritel tidak mencukupi, induk perusahaan, BrewDog PLC, diharapkan tetap membayar kreditur preferensialnya, yakni HMRC, secara penuh untuk total pajak sebesar £3,66 juta. HMRC disebut berhubungan terutama dengan VAT dan excise duty.

Lebih besar lagi, utang terbesar Brewdog disebut berada pada kelompok layanan keuangan HSBC, dengan nilai lebih dari £61 juta di berbagai lengan perbankan. AlixPartners melaporkan bahwa pihak terkait telah berhasil memulihkan puluhan juta pound, namun masih menghadapi perkiraan kekurangan sebesar £16,8 juta.

Di kalangan pemegang saham, private equity TSG yang mengambil porsi 22% pada perusahaan pada 2017 disebut diperkirakan menanggung kerugian sebesar £27,6 juta. Sementara itu, Brewdog juga tercatat memiliki sekitar £190 juta utang kepada kreditur tanpa preferensi (unsecured creditors), yang diperkirakan hanya akan menerima kurang dari satu sen per pound atas nilai yang dijanjikan.

Dampak pada pekerja, pub yang ditutup, dan investor crowdfunding

Dalam proses penjualan Maret, 440 staf diberhentikan (redundant) dan 736 karyawan lainnya dipindahkan ke Tilray. Staf yang terkena pemutusan kerja dapat mengajukan klaim untuk upah yang tidak dibayar melalui Insolvency Service, dan administrator menyatakan pekerja telah diberi informasi mengenai dukungan tersebut.

Menurut laporan, sebelas pub dipertahankan sebagai bagian dari penjualan. Sementara itu, 38 pub lainnya ditutup segera setelah runtuhnya Brewdog.

Keadaan ini juga disebut membuat saham sekitar 200.000 investor crowdfunding menjadi tidak bernilai. AlixPartners juga sebelumnya menegaskan bahwa investor dalam skema Equity for Punks tidak akan memperoleh imbal hasil atas saham yang mereka miliki.

Brewdog didirikan pada 2007 oleh James Watt dan Martin Dickie. Watt disebut menyatakan dirinya “heartbroken” setelah runtuhnya perusahaan, serta menyampaikan permintaan maaf kepada staf dan investor.

Sejauh laporan tersebut, pemilik Brewdog yaitu Tilray disebut telah didekati untuk memberikan komentar. Namun, hasil tanggapan tersebut tidak dimasukkan dalam ringkasan laporan yang disampaikan administrator.