jurnalistik.co.id – Perdagangan saham domestik pada sesi pertama Jumat (7/8/2026) ditandai arus beli bersih investor asing. Berdasarkan data Mirae Asset Sekuritas, asing mencatat net foreign buy senilai Rp 343,13 miliar selama sesi satu.
Nilai itu terbentuk setelah asing membukukan pembelian sebesar Rp 2,64 triliun dan penjualan senilai Rp 2,29 triliun. Dengan selisih transaksi tersebut, tekanan beli bersih terlihat mendorong pergerakan saham-saham tertentu.
Asing memusatkan akumulasi pada BBRI, TINS, dan ANTM
Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi incaran utama investor asing. Pada sesi pertama, BBRI mencatat beli bersih Rp 309,37 miliar yang berasal dari akumulasi pembelian 100,19 juta saham.
Setelah BBRI, investor asing juga mengoleksi PT Timah Tbk (TINS) dengan net foreign buy Rp 70,72 miliar. Penguatan posisi beli berlanjut ke saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang mencatat beli bersih Rp 58,10 miliar.
Selain tiga saham teratas, asing turut aktif mengakumulasi sejumlah emiten lain. PT Indosat Tbk (ISAT) mencatat net buy Rp 42,45 miliar, disusul PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebesar Rp 34,27 miliar.
Arus beli bersih juga terlihat pada PT Barito Pacific Tbk (BRPT) senilai Rp 29,18 miliar. Dari kelompok ini, investor asing melanjutkan pembelian pada PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) dengan net buy Rp 24,61 miliar.
Berikutnya, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mencatat beli bersih Rp 22,61 miliar. Investor asing juga mengantongi net buy PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) sebesar Rp 20,09 miliar dan PT Indika Energy Tbk (INDY) senilai Rp 19,80 miliar.
Daftar akumulasi beli investor asing pada sesi pertama juga memuat beberapa saham lain. Di antaranya PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) dengan net buy Rp 16,54 miliar dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) senilai Rp 15,98 miliar.
Berita Terkait
Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) mencatat net buy Rp 14,40 miliar. Selanjutnya ada PT Gudang Garam Tbk (GGRM) sebesar Rp 12,41 miliar, PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) Rp 10,91 miliar, serta PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) Rp 8,05 miliar.
Akumulasi beli bersih juga tercermin pada PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) senilai Rp 7,05 miliar. Investor asing tercatat mengantongi net buy PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) Rp 5,99 miliar, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp 5,75 miliar, dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) sebesar Rp 5,11 miliar.
IHSG ditutup menguat pada sesi pertama
Dari sisi indeks, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan sesi pertama. IHSG naik 0,71 persen atau 45 poin ke level 6.388.
Indeks dibuka pada level 6.352,376 dan sempat bergerak hingga menyentuh posisi tertinggi di 6.408,083. Sementara itu, posisi terendah tercatat di 6.347,429.
Aktivitas perdagangan pada sesi tersebut berlangsung cukup ramai. Volume transaksi mencapai 23,506 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 8,762 triliun serta frekuensi perdagangan 1.314.481 kali.
Dari total saham yang bergerak, sebanyak 338 saham berada di zona hijau, 247 saham melemah, dan 204 saham bergerak stagnan. Adapun kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga akhir sesi pertama mencapai Rp 11.193,206 triliun.
Di luar tiga saham teratas, arus beli bersih investor asing juga menyebar pada sejumlah emiten lainnya. Catatan net buy muncul pada ISAT senilai Rp 42,45 miliar, BUMI Rp 34,27 miliar, serta BRPT Rp 29,18 miliar, sebelum berlanjut ke ICBP Rp 24,61 miliar dan DSSA Rp 22,61 miliar.
Akumulasi tersebut kemudian berlanjut pada MBMA Rp 20,09 miliar dan INDY Rp 19,80 miliar. Selain itu, investor asing juga membukukan net buy pada AADI Rp 16,54 miliar, INDF Rp 15,98 miliar, hingga BREN Rp 14,40 miliar, yang menunjukkan minat tidak hanya terkonsentrasi pada satu kelompok saham saja.
Dari sisi pergerakan pasar, IHSG yang menguat tercermin dari rentang perdagangan pada sesi pertama—indeks bergerak dari level pembukaan 6.352,376 menuju area tertinggi 6.408,083 sebelum berada pada posisi terendah 6.347,429. Aktivitas transaksi ditopang volume 23,506 miliar saham dengan nilai Rp 8,762 triliun serta frekuensi 1.314.481 kali, sementara dari sisi arah pergerakan tercatat 338 saham menguat, 247 melemah, dan 204 stagnan.












