Bisnis & Ekonomi

Bitcoin Tembus US$80.000, Kembali Rekor Pertama Sejak Pertengahan Mei dalam Tren ‘Debasement Trade’

×

Bitcoin Tembus US$80.000, Kembali Rekor Pertama Sejak Pertengahan Mei dalam Tren ‘Debasement Trade’

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Bitcoin Tembus US$80.000 di Tengah Tren ‘Debasement Trade‘ - Teknologi

jurnalistik.co.id – Bitcoin kembali menarik perhatian pasar kripto setelah menembus level psikologis US$80.000 untuk pertama kalinya sejak pertengahan Mei. Pergerakan ini datang saat optimisme mulai kembali ke aset berisiko yang sebelumnya sempat tertekan.

Dalam laporan Bloomberg News yang ditulis Matt Haldane dan David Pan, kenaikan Bitcoin disebut terjadi di tengah menguatnya sentimen yang selaras dengan tren “Debasement Trade”. Istilah tersebut merujuk pada pola perdagangan yang mendorong pergeseran selera risiko, termasuk ke instrumen kripto.

Pada Selasa (25/8/2026) di pasar Asia, Bitcoin naik hingga 2,9% menjadi US$81.257. Angka ini merupakan posisi terakhir yang tercatat pada 15 Mei, sehingga menandai kembalinya harga ke area yang telah lama ditinggalkan.

Lonjakan ini tidak muncul secara tunggal, melainkan mengikuti rangkaian isyarat yang dinilai bullish oleh pelaku pasar. Sinyal-sinyal tersebut kemudian memicu likuidasi posisi leverage yang nilainya mencapai miliaran dolar.

Ketika likuidasi terjadi, mekanisme pasar biasanya membuat harga bergerak lebih cepat, karena posisi yang terlalu terkunci dalam taruhan leverage dipaksa keluar. Dalam konteks tersebut, kenaikan Bitcoin menjadi makin terlihat di grafik pergerakan harian.

Di luar pergerakan intraday, Bitcoin juga mencatat dorongan yang lebih luas selama beberapa hari terakhir. Aset ini melonjak 23% dalam periode tujuh hari hingga Minggu, sebuah penguatan mingguan yang terbesar dalam kurun waktu sekitar tiga tahun.

Dengan demikian, transisi dari periode tertekan menuju fase rebound tampak berlangsung cukup konsisten, bukan hanya dipicu oleh satu katalis sesaat. Kenaikan kumulatif selama sepekan itu memperkuat sinyal bahwa minat pasar kembali menguat.

Di saat yang sama, reli ini mengindikasikan adanya perubahan respons trader terhadap peluang di level harga yang sempat turun. Ketika pasar melihat dorongan bullish menjadi lebih kuat, taruhan leverage yang sebelumnya berada dalam posisi rentan ikut memicu arus likuidasi.

Perubahan arus tersebut sering kali mempercepat pergeseran harga, terutama pada aset yang memiliki tingkat partisipasi spekulatif tinggi. Bitcoin, sebagai kripto pelopor, menjadi salah satu yang paling sensitif terhadap dinamika leverage seperti ini.

Penembusan US$80.000 juga dipandang memiliki bobot psikologis tersendiri bagi pelaku pasar. Bagi banyak trader, level tersebut sering menjadi penanda untuk menilai apakah tren pemulihan benar-benar berlanjut atau hanya pemantulan sementara.

Karena kenaikan kini terjadi setelah pergerakan panjang sejak pertengahan Mei, lonjakan ini memberi sinyal bahwa momentum beli kembali mengambil alih. Situasi seperti ini biasanya membuat pasar lebih berani mengejar posisi, yang pada akhirnya memperbesar peluang terbentuknya gelombang lanjutan.

Selain itu, kaitan dengan tren “Debasement Trade” memberi warna pada narasi yang sedang berkembang di pasar. Perdagangan dengan tema tersebut dinilai mendorong redistribusi modal, sehingga kripto bisa ikut mendapat porsi perhatian lebih.

Jika melihat rangkaian faktanya, titik tolak utama artikel tersebut adalah kombinasi antara pemulihan harga dan penguatan dalam horizon mingguan. Bitcoin bukan hanya menembus angka besar, melainkan juga menunjukkan performa mingguan yang ekstrem dibanding periode sekitar tiga tahun terakhir.

Untuk pasar yang memantau pergerakan harian, angka US$81.257 pada 25/8/2026 menjadi rujukan penting karena menyatakan harga kembali ke rentang yang terakhir terlihat pada 15 Mei. Kondisi itu sekaligus menandai bahwa jarak dari puncak sebelumnya sempat menyempit secara cepat.

Pada akhirnya, reli Bitcoin ini menggambarkan bagaimana sentimen yang menguat bisa memicu rangkaian mekanisme pasar. Ketika likuidasi leverage berjalan bersama sinyal bullish, pergerakan harga cenderung menjadi lebih tajam dan lebih mudah memancing perhatian luas.

Dengan Bitcoin sudah melewati US$80.000 serta mencatat kenaikan 2,9% pada Selasa di Asia, perhatian kini beralih pada apakah momentum tujuh harian tersebut dapat bertahan. Lonjakan 23% hingga Minggu yang tercatat sebagai terbesar dalam sekitar tiga tahun menjadi dasar bagi penilaian bahwa pasar sedang memasuki fase pemulihan yang lebih kuat.