jurnalistik.co.id – Harga Bitcoin pada Senin, 10 Agustus 2026, bergerak menguat tipis pada perdagangan awal. Pada pukul 06.16 WIB, aset kripto itu naik 0,10 persen dibanding 24 jam sebelumnya, namun pola pergerakannya tetap menunjukkan volatilitas yang cukup terasa.
Dalam rentang waktu 1 jam terakhir, harga justru terkoreksi dan turun 0,44 persen. Kondisi ini membuat pergerakan hariannya tidak bergerak satu arah secara konsisten, meski arah besarnya masih terlihat positif.
Catatan pergerakan harian
Jika dilihat dari performa mingguan, Bitcoin menguat 2,58 persen dibanding sepekan sebelumnya. Pergerakan itu membawa harga ke level 64.978,35 dollar AS atau setara sekitar Rp 1,15 miliar dengan kurs Rp 17.897.
Secara rerata dalam periode 24 jam, Bitcoin tercatat mengalami kenaikan sebesar 0,17 persen. Dengan kata lain, meskipun ada lonjakan dan penurunan intrahari, rata-ratanya tetap berada di zona positif.
Nilai kapitalisasi Bitcoin pada hari ini mencapai 1,3 triliun dollar AS atau setara Rp 23.141 triliun. Angka tersebut menggambarkan skala pasar yang besar, sekaligus memperlihatkan bahwa setiap perubahan kecil pada harga dapat berdampak luas terhadap sentimen pelaku.
Pada Minggu, 9 Agustus 2026, sekitar pukul 12.30 WIB, harga berada dalam kondisi relatif stabil di atas 64.000 dollar AS. Memasuki pagi hari pada 10 Agustus, tren kemudian melanjutkan penguatan dan bergerak mendekati area 65.000 dollar AS.
Berita Terkait
Dalam jangka pendek, pergerakan Bitcoin disebut masih terjebak antara dua kekuatan: potensi adanya permintaan institusional dan risiko makro yang mengintai. Pertemuan kedua faktor itu mendorong pasar cenderung berkonsolidasi, sehingga meski harga terlihat menguat, volatilitas tetap menjadi ciri yang menonjol.
Bagi pemegang Bitcoin biasa, situasi semacam ini berarti mereka perlu siap menghadapi perubahan harga yang cepat, baik ketika muncul dorongan beli maupun saat terjadi pelemahan singkat. Meski begitu, terdapat penekanan bahwa tren adopsi struktural dinilai tetap utuh, sehingga perubahan harian lebih banyak mencerminkan dinamika jangka pendek ketimbang membalikkan arah besar.
Dengan kondisi harga yang menguat tipis di awal hari namun masih mengalami fluktuasi, pengamatan terhadap pergerakan harian menjadi penting. Pasalnya, saat pasar bergerak mendekati 65.000 dollar AS, pergerakan lanjutan bisa dipengaruhi sentimen jangka pendek yang bergerak cepat, sebagaimana terlihat dari perbedaan angka harian dan pergerakan 1 jam terakhir.
Perbedaan arah pergerakan yang muncul antara awal perdagangan dan satu jam terakhir menunjukkan bahwa pasar masih berada dalam fase menunggu konfirmasi. Kenaikan tipis di awal hari belum otomatis menghapus tekanan penyesuaian yang terlihat dari koreksi intrajam.
Jika dibandingkan dengan performa mingguan, lonjakan yang sudah terbentuk tidak sepenuhnya hilang meski terjadi turun sesaat. Artinya, penurunan 1 jam terakhir lebih terlihat sebagai dinamika sementara di tengah tren yang masih cenderung positif selama beberapa hari sebelumnya.
Gambaran tersebut juga selaras dengan rata-rata dalam periode 24 jam yang masih mencatat kenaikan. Kondisi semacam ini biasanya menggambarkan pasar yang tidak bergerak stabil dalam satu arah, sehingga pembacaannya perlu dilakukan secara berlapis: lihat rata-rata harian, lalu cocokkan dengan fluktuasi intrahari.
Saat harga bergerak mendekati area sekitar 65.000 dollar AS, perhatian pasar cenderung meningkat karena level tersebut sudah muncul dalam konteks pergerakan pagi hingga sesi berikutnya. Karena itu, perubahan lanjutan dapat lebih sensitif terhadap sentimen jangka pendek yang cepat berpindah, termasuk saat ada pelemahan singkat.
Dari sisi pelaku pasar, nilai kapitalisasi yang besar membuat reaksi terhadap pergerakan kecil menjadi terasa secara sentimen. Bagi investor atau pemegang, situasi ini menuntut sikap yang tetap mengutamakan disiplin menghadapi volatilitas, sembari tetap mencermati bahwa arah adopsi struktural dinilai tidak berubah.












