jurnalistik.co.id – Ditbinmas Polda Gorontalo menggelar Forum Komunikasi Tokoh Pengendali Kamtibmas di wilayah hukum Polres Gorontalo Utara pada Kamis, 04/09/2026 pukul 09.00 WITA. Kegiatan ini diarahkan sebagai langkah preventif untuk mencegah terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Gorontalo.
Acara resmi tersebut dilaksanakan melalui Subdit Binpolmas dan dihadiri unsur pimpinan daerah, jajaran kepolisian, serta tokoh masyarakat setempat. Forum yang dibuka Kasubdit Binpolmas Ditbinmas Polda Gorontalo, Kompol Ismet Yusuf, S.E., menjadi ruang untuk menyamakan persepsi dalam pengendalian kamtibmas.
Tercatat 70 peserta hadir sebagai perwakilan dari desa se-Kecamatan Anggrek. Kehadiran para kepala desa dan tokoh masyarakat menunjukkan perhatian bersama terhadap upaya menjaga kelestarian lingkungan hidup.
Dalam arahannya, Kompol Ismet Yusuf menekankan pencegahan Karhutla tidak dapat disandarkan hanya kepada aparat kepolisian. Menurutnya, diperlukan kepedulian kolektif dari seluruh lapisan masyarakat agar upaya di lapangan berjalan lebih efektif.
“Pencegahan kebakaran hutan dan lahan adalah tanggung jawab kita bersama. Melalui forum ini, kami mengajak para tokoh Kamtibmas dan kepala desa untuk menjadi perpanjangan tangan kepolisian dalam mengedukasi warga. Kami mengedepankan pendekatan humanis dan preemtif, namun kami juga mengingatkan bahwa ada konsekuensi hukum yang tegas bagi siapa saja yang dengan sengaja melakukan pembakaran lahan demi membuka perkebunan,” tegas Kompol Ismet Yusuf.
Forum ini juga memuat pembekalan yang menekankan koordinasi lintas pihak serta kesiapsiagaan penanganan bencana. Materi diarahkan agar para pemangku kepentingan mampu menggerakkan peran masing-masing secara terukur di wilayahnya.
Koordinasi dan mekanisme penanggulangan Karhutla
Bagian pertama berfokus pada Koordinasi dan Mekanisme Penanggulangan Karhutla Tingkat Daerah. Materi tersebut dipaparkan oleh Sekretaris BPBD Gorontalo Utara, Dr. Drs. H. Jemmy Igirisa, M.M., M.Ec.Dev.
Berita Terkait
Dalam pemaparannya, Dr. Drs. H. Jemmy Igirisa mengulas pola koordinasi taktis antarinstansi untuk penanganan bencana agar respons dapat berjalan cepat dan tepat. Pembahasan ini menekankan pentingnya alur kerja yang jelas ketika situasi di lapangan berubah.
Strategi pencegahan dan ancaman pidana
Sesi berikutnya menghadirkan Strategi Pencegahan Karhutla dan Ancaman Pidana bagi Pelaku Karhutla. Materi tersebut disampaikan langsung oleh Kompol Ismet Yusuf, S.E., dengan penekanan pada penegakan hukum yang tegas sekaligus edukatif.
Kompol Ismet Yusuf menjelaskan bahwa pendekatan yang digunakan tidak hanya memberikan peringatan, tetapi juga memberi efek jera bagi pelaku pembakaran lahan secara ilegal. Dengan demikian, pencegahan diharapkan berjalan bukan sekadar berbentuk imbauan, tetapi disertai konsekuensi yang jelas.
Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan forum diskusi dan tanya jawab. Dari dialog interaktif tersebut, para kepala desa dan tokoh masyarakat dapat menyampaikan aspirasi sekaligus mencari solusi yang sesuai kebutuhan lokal.
Pendekatan berbasis kearifan lokal ditekankan untuk mengoptimalkan pengawasan kamtibmas di lingkungan masing-masing. Melalui ruang komunikasi ini, koordinasi di level komunitas diharapkan semakin kuat dan terarah.
Turut mendampingi jalannya agenda, Kasat Binmas Polres Gorontalo Utara Iptu Risno Mohamad, S.H. beserta jajaran. Hadir pula Camat Anggrek Teffi Andaru Alwi, S.Sos., serta Kapolsek Anggrek Ipda Roman Sunge, S.H., bersama para Kepala Desa dan Tokoh Masyarakat se-Kecamatan Anggrek.
Diharapkan, seluruh elemen masyarakat di Kecamatan Anggrek mampu menjadi garda terdepan dalam mengendalikan kamtibmas. Forum ini juga diupayakan menjadi penggerak agar pencegahan karhutla dilakukan secara aktif demi kenyamanan dan keselamatan bersama.
Acara diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol soliditas sekaligus komitmen lintas sektoral. Melalui rangkaian tersebut, kolaborasi antar pihak dipertegas untuk menghadapi potensi Karhutla secara lebih siap dan terkoordinasi.












