Bisnis & Ekonomi

IHSG Balik Arah Melemah: Terkoreksi 2,17% ke 5.167, BBCA hingga BREN jadi Pemberat

×

IHSG Balik Arah Melemah: Terkoreksi 2,17% ke 5.167, BBCA hingga BREN jadi Pemberat

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Penyebab IHSG Balik Arah Jadi Melemah, Hingga Turun 2% Lebih - Market

jurnalistik.co.id – Pada Sesi I Kamis (29/10/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak berlawanan dengan pembukaan dan akhirnya turun tajam ke zona merah. Indeks tertekan 2,17% menjadi 5.167.

Perubahan arah itu terlihat jelas dari perjalanan awal perdagangan. IHSG sempat menguat hingga menyentuh level tertinggi di 5.320, sebelum kemudian melandai dan bergerak melemah hingga mencapai 5.162.

Di tengah pelemahan tersebut, sejumlah saham berkapitalisasi besar menjadi penekan utama indeks. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) hingga PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) tercatat memberi beban pada pergerakan IHSG selama sesi pertama.

Jika dilihat dari komposisi sektor, tekanan tidak hanya datang dari satu kelompok saja. Saham-saham yang bergerak di bawah sektor infrastruktur, perindustrian, serta barang baku justru menunjukkan pelemahan terdalam di sepanjang Sesi I pagi hari ini.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan bahwa saham infrastruktur turun 2,75%, disusul perindustrian yang melemah 2,35%. Sementara itu, sektor barang baku terkoreksi 2,02% pada rentang perdagangan yang sama.

Aktivitas perdagangan pada Sesi I juga tercatat berlangsung dengan nilai yang relatif terkonsentrasi pada transaksi harian. BEI mencatat nilai transaksi mencapai “hanya” Rp3,33 triliun, dengan total 8,62 miliar saham yang diperdagangkan.

Frekuensi perdagangan turut mencerminkan dinamika yang intens selama sesi pertama. Perputaran transaksi terjadi sebanyak 464 ribu kali, menggambarkan adanya aktivitas jual-beli yang berulang meski indeks akhirnya turun.

Di sisi lain, pergerakan saham menunjukkan sejumlah emiten menjadi top laggards pada Sesi I Kamis (29/10/2026). Daftar penekan indeks tersebut memperlihatkan dampak yang beragam dari beberapa saham besar terhadap laju IHSG.

BBCA menjadi salah satu yang paling menekan, dengan penurunan 16,03 poin. PT Astra International Tbk (ASII) juga ikut tertekan sebesar 7,34 poin, sementara PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) melemah 5,92 poin.

Tekanan berlanjut pada PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) yang turun 4,63 poin. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) turut menjadi pemberat dengan penurunan 4,1 poin selama Sesi I.

Selain itu, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) terkoreksi 3,68 poin. PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) mengalami penurunan 3,67 poin, dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) melemah 3,22 poin.

Daftar laggards juga mencatat PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) turun 3,15 poin serta PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) terkoreksi 3,06 poin. Kombinasi pelemahan dari berbagai emiten besar inilah yang menguatkan gambaran bahwa tekanan banyak berasal dari saham-saham berkapitalisasi besar.

Secara keseluruhan, pola yang terjadi pada Sesi I menunjukkan IHSG sempat mencoba mempertahankan kenaikan sejak awal perdagangan. Namun, setelah menanjak ke level tertinggi 5.320, indeks berangsur melemah dan ditutup dengan koreksi 2,17% ke 5.167.

Pelemahan tersebut sekaligus menegaskan bahwa pergerakan indeks pada sesi pertama sangat dipengaruhi oleh berat ringannya kontribusi saham-saham besar, khususnya BBCA dan BREN. Dengan kondisi sektor infrastruktur, perindustrian, dan barang baku yang ikut melemah terdalam, tekanan penurunan makin terasa pada laju IHSG.

Dengan nilai transaksi Rp3,33 triliun dari 8,62 miliar saham serta frekuensi 464 ribu kali, perdagangan Sesi I tetap menunjukkan aktivitas yang cukup tinggi meski arah pasar berakhir turun. Pada konteks tersebut, IHSG mencerminkan transmisi tekanan dari emiten-emiten top laggards yang menahan pemulihan indeks sejak fase awal.

Perubahan sentimen terlihat dari rentang pergerakan yang relatif lebar. Setelah indeks sempat menguat sampai menyentuh puncak di sekitar 5.320, arah kembali terkoreksi dan bergerak melemah hingga berada di bawah level awal, lalu akhirnya ditutup dengan koreksi 2,17% ke 5.167.

Di saat yang sama, pelemahan juga tampak bertumpuk pada kelompok penopang pergerakan indeks. Di antara saham berkapitalisasi besar, BBCA turun 16,03 poin menjadi salah satu faktor paling terasa, disusul ASII turun 7,34 poin dan BBRI melemah 5,92 poin. Tekanan lanjutan datang dari TLKM yang terkoreksi 4,63 poin serta BREN yang turun 4,1 poin, sehingga pemulihan indeks sejak awal perdagangan cenderung tertahan.

Aktivitas transaksi tidak mereda meski IHSG berakhir menurun. BEI mencatat nilai transaksi sekitar Rp3,33 triliun dengan volume 8,62 miliar saham, disertai frekuensi perputaran mencapai 464 ribu kali. Dengan pola tersebut, dinamika jual-beli di Sesi I tetap menunjukkan pergerakan yang aktif, sementara kontribusi dari saham-saham penekan membuat indeks sulit kembali ke area hijau.