Bisnis & Ekonomi

IHSG Ditutup Menguat Kemarin, Ini Prediksi Pergerakan Hari Ini

×

IHSG Ditutup Menguat Kemarin, Ini Prediksi Pergerakan Hari Ini

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Kemarin Menghijau, Simak Prediksi IHSG Hari Ini - Market

jurnalistik.co.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi dengan kenaikan pada perdagangan Rabu (4/11/2026). Setelah sempat tertekan di awal, indeks berbalik masuk ke area hijau menjelang penutupan.

Menurut catatan Bursa Efek Indonesia, IHSG finis pada level 4.919,77. Posisi tersebut mencerminkan kenaikan 0,32% dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Saat pembukaan, pergerakan indeks langsung berada di zona merah. Koreksinya bahkan sempat melampaui 1% pada fase awal perdagangan.

Di tengah tekanan tersebut, IHSG mencetak titik terendah di 4.824,36. Level terendah itu terjadi pada pukul 09:15 WIB, menandai bahwa sentimen negatif lebih dominan pada jam-jam pertama.

Sepanjang sebagian besar sesi, indeks tetap bertahan di jalur merah. Perubahan baru mulai terasa setelah mendekati penghujung perdagangan.

Peralihan arah terjadi ketika IHSG mulai menyeberang ke zona hijau pada sekitar pukul 15:30 WIB. Dari momen itu, indeks mampu melanjutkan pemulihan menuju akhir sesi.

Momentum kenaikan berlanjut hingga indeks sempat menyentuh level tertinggi harian. Puncak pergerakan tercatat di 4.921,13 pada pukul 15:44 WIB.

Dengan posisi puncak yang berada sangat dekat dengan level penutupan, dinamika sesi menunjukkan pemulihan yang cukup cepat pada fase akhir. Meski demikian, seluruh rangkaian pergerakan tetap berawal dari tekanan yang kuat sejak awal sesi.

Aktivitas transaksi juga memperlihatkan adanya perputaran yang tinggi di lantai bursa. Volume perdagangan mencapai 25,98 miliar saham, dengan frekuensi transaksi sebanyak 1,22 juta kali.

Nilai transaksi tercatat Rp 10,76 triliun. Angka ini menggambarkan bahwa meski jumlah saham yang ditransaksikan besar, nilai perdagangan relatif “tipis” dibanding besarnya volume yang berpindah tangan.

Secara keseluruhan, sesi kemarin memperlihatkan pola intraday yang jelas: penurunan di awal, bertahan dalam tekanan hingga siang-sore, lalu berbalik arah menjelang penutupan. Pergerakan tersebut berakhir dengan IHSG ditutup menguat, tepat di atas area pemulihan sore hari.

Perubahan arah yang terjadi menjelang akhir sesi terlihat dari rentang pergerakan yang cukup lebar di dalam hari yang sama. IHSG sempat berada di titik terendah 4.824,36 pada pukul 09:15 WIB, lalu kemudian kembali menguat hingga menyentuh puncak harian di 4.921,13 pada pukul 15:44 WIB. Jarak antara titik terendah dan tertinggi tersebut menunjukkan pemulihan yang nyata setelah tekanan awal mereda.

Sejak awal perdagangan, indeks sudah menunjukkan kecenderungan melemah yang konsisten. Setelah pembukaan berada di zona merah, koreksi bahkan pernah melampaui 1% pada fase-fase awal. Pola seperti ini mengindikasikan bahwa sentimen negatif masih memegang kendali untuk sebagian besar waktu, sehingga pergerakan cenderung mengikuti arah penurunan sebelum akhirnya muncul perubahan pada sore hari.

Peralihan ke arah positif menjadi semakin jelas ketika IHSG mulai menyeberang ke zona hijau sekitar pukul 15:30 WIB. Dari momen tersebut, arah pemulihan berlanjut hingga mendekati momen penutupan, dengan puncak harian tercatat pada 15:44 WIB. Menariknya, level penutupan berada sangat dekat dengan puncak tersebut, yakni 4.919,77, yang memperlihatkan bahwa penguatan akhir tidak sekadar bersifat sementara.

Dari sisi aktivitas, dinamika transaksi juga memperlihatkan adanya perputaran yang tinggi sepanjang sesi. Volume perdagangan mencapai 25,98 miliar saham dengan frekuensi transaksi sebanyak 1,22 juta kali, sementara nilai transaksi tercatat Rp 10,76 triliun. Kombinasi antara volume yang besar dan frekuensi transaksi yang tinggi menggambarkan intensitas aktivitas di lantai bursa, meskipun nilai yang tercatat tetap diposisikan “tipis” bila dibandingkan dengan besarnya jumlah saham yang berpindah tangan.

Secara keseluruhan, rangkaian intraday pada sesi tersebut dapat dibaca sebagai transisi bertahap dari tekanan awal menuju pemulihan menjelang penutupan. Indeks sempat tertekan di pagi hari, bertahan dalam area merah hingga siang-sore, lalu menguat pada fase akhir ketika arah transaksi membaik. Penutupan yang berakhir menguat menunjukkan bahwa momentum pemulihan akhirnya mampu mengangkat IHSG, meski perjalanan awal tetap dibayangi koreksi.