Bisnis & Ekonomi

IHSG Menguat 0,31% ke 5.282, RUPSLB BEI Disambut Positif Pasar

×

IHSG Menguat 0,31% ke 5.282, RUPSLB BEI Disambut Positif Pasar

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: IHSG Ditutup Menguat 0,31%, RUPSLB BEI Direspons Positif Pasar - Market

jurnalistik.co.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali bergerak positif pada penutupan perdagangan Rabu (28/10/2026), setelah sebelumnya sempat melemah sepanjang sesi berjalan. Pada akhir sesi, IHSG ditutup menguat 0,31% ke level 5.282.

Lonjakan IHSG terjadi di tengah sentimen yang datang dari hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari yang sama. Penguatan indeks juga tercermin pada pergerakan saham-saham unggulan, dengan Indeks LQ45 yang ikut naik 1,21% ke posisi 539,47.

Meski bursa menguat, nilai tukar rupiah justru berakhir melemah. Pada penutupan, rupiah ditutup turun 0,17% di level Rp18.183/US$, menunjukkan adanya tekanan di pasar valuta asing pada hari tersebut.

Perdagangan berbalik arah menjelang akhir sesi

Berdasarkan data BEI, dinamika perdagangan menunjukkan adanya pergeseran sentimen dari waktu ke waktu. Pada pagi hingga siang hari, IHSG terpantau berada di zona merah. Namun, menjelang penutupan, indeks komposit berbalik arah dan menembus zona hijau.

Pergerakan IHSG selama sesi tercatat bergerak dalam rentang 5.167 sampai 5.282. Perubahan arah tersebut membuat indeks berhasil mencapai level tertingginya di momen penutupan, sehingga penguatan 0,31% menjadi penanda pemulihan minat pelaku pasar di akhir perdagangan.

Aktivitas transaksi pada hari Rabu juga tergolong tinggi. Total nilai transaksi tercatat mencapai Rp15,89 triliun, dengan volume yang diperdagangkan sebanyak 32,18 miliar saham. Frekuensi transaksi sebanyak 1,55 juta kali, mengindikasikan pasar tetap aktif sekalipun sempat tertekan pada sesi awal.

Komposisi pergerakan saham memperlihatkan porsi yang lebih besar pada sisi pelemahan, meski IHSG tetap menguat. Tercatat sebanyak 272 saham mengalami penguatan, sementara 406 saham lainnya bergerak melemah. Sebanyak 112 saham tercatat stagnan sepanjang periode perdagangan hari itu.

Dari sisi kondisi pasar, hasil penutupan IHSG tersebut memperlihatkan bagaimana katalis dari RUPSLB BEI mampu memberi dorongan menjelang akhir sesi. Dengan LQ45 yang ikut menguat dan IHSG berhasil kembali ke zona positif, sentimen pasar pada penutupan lebih dominan mendukung pemulihan dibandingkan tekanan yang terjadi di paruh awal perdagangan.

Perubahan harga pada indeks juga terlihat dari jarak pergerakannya sepanjang hari. IHSG bergerak dari area terendah 5.167 sebelum akhirnya mengarah naik hingga 5.282 pada akhir perdagangan. Pola ini menunjukkan adanya fase pelemahan yang sempat mendominasi, lalu diikuti pemulihan yang cukup tegas ketika sesi memasuki menit-menit penutupan.

Aktivitas bursa yang tinggi dapat dibaca dari besarnya nilai transaksi dan frekuensi perdagangan. Total nilai yang tercatat mencapai Rp15,89 triliun dengan volume mencapai 32,18 miliar saham. Di saat yang sama, frekuensi transaksi sebanyak 1,55 juta kali memberi gambaran bahwa pelaku pasar tetap aktif melakukan jual-beli, meski arah harga tidak sepenuhnya stabil selama sesi berlangsung.

Jika dilihat dari lebar pergerakan saham, komposisinya memperlihatkan dinamika yang tidak selalu sejalan dengan arah IHSG. Terdapat 272 saham yang menguat, sementara 406 saham lainnya melemah, dan 112 saham bergerak stagnan. Meski demikian, penguatan indeks tetap terjadi, yang mengindikasikan bahwa saham-saham dengan bobot lebih besar ikut mendorong pergerakan indeks pada fase akhir.

Kondisi lintas pasar pada hari tersebut juga menunjukkan adanya perbedaan tekanan. Saat IHSG kembali menguat dan LQ45 ikut naik ke 539,47, rupiah justru melemah ke level Rp18.183/US$. Divergensi ini menandakan bahwa sentimen domestik di pasar saham pada penutupan lebih dominan memberi dukungan terhadap indeks, sementara pasar valuta asing masih mencerminkan kehati-hatian pada sisi mata uang.