Bisnis & Ekonomi

Investor Asing Jual Bersih Rp777 miliar dalam Sehari

×

Investor Asing Jual Bersih Rp777 miliar dalam Sehari

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Investor Asing Buang Barang, Net Sell Capai Rp777 M dalam Sehari - Market

jurnalistik.co.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir lebih rendah pada perdagangan Selasa (29/9/2026). Pada penutupan, indeks melemah 0,43% dan berada di level 6.121,70.

Di tengah pelemahan tersebut, arus transaksi dari pelaku asing menjadi sorotan. Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) hingga Rp777,2 miliar.

Pergerakan ini juga tercermin dari pilihan emiten yang dibidik. Saham-saham berkapitalisasi besar (big caps) serta emiten sektor pertambangan disebut menjadi sasaran utama aksi jual bersih tersebut.

Angka net sell Rp777,2 miliar menunjukkan tekanan yang cukup terasa pada sentimen pasar di sesi terakhir. Meski demikian, dinamika tetap menunjukkan ada perimbangan pada saham yang justru mengalami akumulasi oleh investor asing.

IHSG melemah, asing catat net sell Rp777,2 miliar

IHSG turun 0,43% ke 6.121,70 pada penutupan kemarin. Di saat yang sama, investor asing membukukan nilai jual bersih hingga Rp777,2 miliar, mencerminkan kecenderungan untuk mengurangi kepemilikan pada sejumlah emiten utama.

Besarnya nilai net sell tersebut mengindikasikan bahwa pelemahan tidak hanya datang dari pergerakan pasar secara umum, tetapi juga dipengaruhi preferensi transaksi investor non-domestik. Saham-saham yang masuk radar penjualan berada pada beberapa nama yang relatif dominan di perdagangan.

Saham dengan net sell terbesar

Berikut saham-saham dengan nilai net sell terbesar sepanjang perdagangan kemarin. BMRI memimpin dengan aksi jual bersih senilai Rp275,15 miliar.

Setelah BMRI, ADMF mencatat net sell sebesar Rp228,07 miliar. TLKM menyusul dengan net sell Rp159,77 miliar, sementara BBCA dibukukan pada Rp138,72 miliar.

Di kelompok berikutnya, PTBA mencatat net sell Rp57,31 miliar. ITMG tercatat mengalami net sell Rp37,1 miliar, sedangkan ADRO serta ANTM masing-masing mencatat Rp36,68 miliar.

Langkah penjualan juga terlihat pada BBNI yang mengalami net sell Rp34,07 miliar, serta AADI dengan net sell Rp33,98 miliar. Kombinasi nilai-nilai tersebut membentuk tekanan yang signifikan pada beberapa sektor dan karakter saham.

Saham dengan net buy terbesar

Meski asing menjual bersih dalam total, tidak semua emiten mengalami tekanan yang sama. Sejumlah saham justru mencatat net buy (pembelian bersih) dengan nilai yang juga dapat dibaca sebagai respons selektif dari investor asing.

BBRI menjadi salah satu yang mencatat net buy terbesar, yakni Rp58,59 miliar. TPIA menyusul dengan net buy Rp38,18 miliar, sementara BRMS tercatat sebesar Rp26,28 miliar.

Di daftar berikutnya, DEWA mencatat net buy Rp25,94 miliar. EMAS berada pada nilai yang sama yakni Rp25,94 miliar, sedangkan DSSA tercatat Rp23,28 miliar.

Selanjutnya, AMMN mencatat net buy Rp20,71 miliar. CUAN tercatat Rp19,05 miliar, ISAT sebesar Rp17,99 miliar, dan BUMI mencatat net buy Rp15,4 miliar.

Perbedaan antara daftar net sell dan net buy tersebut menunjukkan bahwa transaksi asing tidak bersifat seragam. Investor asing melakukan penjualan bersih di beberapa nama yang disebut sebagai big caps dan tambang, namun tetap melakukan penyerapan bersih pada saham lain yang mengurangi dampak tekanan total.

Dengan IHSG yang melemah 0,43% ke 6.121,70 serta net sell asing Rp777,2 miliar, sesi perdagangan ini menjadi gambaran terkonsentrasi pada perpaduan antara aksi pengurangan posisi dan seleksi pembelian. Di saat pasar menyesuaikan arah, komposisi transaksi asing tampak berperan dalam membentuk arah penutupan.

Jika dilihat dari daftar penjualan bersih, tekanan transaksi asing terlihat bertumpu pada beberapa nama dengan nilai terbesar. BMRI menjadi yang paling menonjol, diikuti ADMF, TLKM, serta BBCA, sebelum kemudian angka penjualan beralih ke emiten lain seperti PTBA, ITMG, dan beberapa saham tambang yang juga tercatat mengalami net sell.

Sementara itu, pola pembelian bersih juga memperlihatkan adanya titik-titik tertentu yang justru mendapat dukungan dari investor asing. BBRI menjadi sorotan dengan nilai net buy terbesar, kemudian disusul TPIA dan BRMS. Di bagian berikutnya, terdapat pula dukungan pada DEWA dan EMAS yang tercatat pada nilai yang sama, serta DSSA yang ikut masuk dalam kelompok net buy.

Perbedaan antara saham yang dijual dan saham yang dibeli pada akhirnya memberikan gambaran bahwa aktivitas asing berlangsung selektif. Di kondisi IHSG yang melemah 0,43% ke 6.121,70 serta total net sell Rp777,2 miliar, transaksi tetap menunjukkan adanya upaya pergeseran posisi: mengurangi pada sejumlah emiten utama, tetapi melakukan penyerapan bersih pada saham lain yang dinilai lebih menarik.