Bisnis & Ekonomi

Pemilik BYAN Dikabarkan Negosiasi Jual Saham Mayoritas senilai US$28 Miliar

×

Pemilik BYAN Dikabarkan Negosiasi Jual Saham Mayoritas senilai US$28 Miliar

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Pemilik BYAN Dikabarkan Tengah Bernegosiasi Buat Jual Saham - Market

jurnalistik.co.id – Pemilik PT Bayan Resources Tbk (BYAN) dikabarkan sedang melakukan pembicaraan untuk melepas saham mayoritas perusahaan tambang tersebut. Nilai yang dibicarakan disebut mencapai US$28 miliar.

Menurut sejumlah orang yang mengetahui perkembangan tersebut, proses negosiasi tengah berlangsung antara pihak pemegang saham Bayan dan calon pembeli yang dipimpin Andi Syamsuddin Arsyad. Nama tersebut dikenal luas sebagai Haji Isam.

Andi Syamsuddin Arsyad disebut memimpin konsorsium yang menjadi arah transaksi. Pembicaraan ini diarahkan pada penjualan saham mayoritas Bayan, dengan karakteristik transaksi yang berpotensi menjadi salah satu kesepakatan batu bara berukuran besar di Indonesia.

Di sisi kepemilikan, Low Tuck Kwong tercatat menguasai 40% saham Bayan. Sementara itu, 22% sisanya dimiliki oleh putrinya.

Dalam konteks tersebut, negosiasi dipahami melibatkan Low Tuck Kwong sebagai pihak pemilik utama. Pembicaraan juga terkait dengan peran putri Low Tuck Kwong sebagai pemegang porsi saham yang disebutkan.

Selain konsorsium yang dipimpin Haji Isam, dikatakan ada pihak lain yang turut menyatakan ketertarikan. Namun, ketertarikan tersebut belum berarti transaksi pasti akan terwujud karena pembicaraan masih berjalan.

Sejumlah sumber juga menegaskan bahwa belum ada jaminan kesepakatan penjualan akan tercapai. Proses yang sedang berlangsung masih berada pada tahap negosiasi dan perkembangan rinci masih dapat berubah.

Di bagian harga, orang-orang yang mengetahui masalah tersebut menyebut ada kemungkinan nilai transaksi ditetapkan di bawah harga pasar saat ini. Alasan yang dikemukakan adalah rendahnya porsi saham Bayan yang tersedia untuk diperdagangkan publik, atau free float.

Dengan pertimbangan free float yang terbatas, negosiasi harga menjadi lebih sensitif terhadap dinamika ketersediaan saham di pasar. Karena itu, rencana penetapan harga transaksi diperkirakan tidak sepenuhnya mengikuti level harga pasar saat ini.

Meski demikian, arah pembicaraan tetap berfokus pada pelepasan saham mayoritas BYAN. Konsorsium yang dipimpin Haji Isam disebut menjadi salah satu pihak yang paling menonjol dalam proses ini.

Sampai berita ini dipublikasikan, pembicaraan masih terus berlangsung. Tidak disebutkan pula adanya kepastian jadwal atau parameter final yang mengunci transaksi, termasuk apakah harga yang dibicarakan akan mendekati atau menjauhi harga pasar.

Dengan informasi yang masih bersifat negosiasi, potensi kesepakatan tersebut tetap berada dalam tahap diskusi. Apabila kesepakatan benar-benar berjalan, nilai yang disebutkan yakni sekitar US$28 miliar menjadi angka yang menjadi sorotan pasar.

Namun, karena belum ada kepastian, pasar juga perlu menunggu perkembangan selanjutnya terkait apakah penjual dan konsorsium pembeli dapat menyepakati struktur serta harga transaksi. Sampai kesepakatan final tercapai, kemungkinan terwujudnya transaksi tetap tergantung pada hasil perundingan yang berjalan.

Dalam prosesnya, kepemilikan yang terkonsentrasi pada keluarga Low Tuck Kwong membuat koordinasi internal menjadi bagian yang menentukan arah pembicaraan. Dengan Low Tuck Kwong yang tercatat memegang 40% dan putrinya menguasai 22%, siapa saja yang memimpin pembelian konsorsium pada akhirnya harus memastikan struktur kesepakatan yang mencakup porsi saham dari kedua pihak tersebut.

Adanya indikasi bahwa nilai transaksi bisa berada di bawah harga pasar juga dipahami terkait bagaimana kondisi perdagangan saham publik saat ini. Karena free float yang disebut terbatas, ketersediaan saham di pasar tidak seluas perusahaan dengan porsi publik yang lebih besar. Akibatnya, pendekatan penetapan harga dalam negosiasi diperkirakan akan lebih menyesuaikan dinamika ketersediaan saham, bukan semata mengikuti referensi pergerakan harga pasar.

Sementara itu, keberadaan pihak lain yang disebut turut menunjukkan ketertarikan tetap ditempatkan sebagai variabel yang belum mengubah status transaksi menjadi pasti. Selama rundingan masih berada pada fase kesepakatan awal, pasar belum bisa membaca kepastian kapan transaksi akan dikunci, bagaimana rancangan struktur yang disepakati, serta apakah angka yang disebut sekitar US$28 miliar akan berubah ketika detailnya terus didorong menuju kesepakatan final.