Bisnis & Ekonomi

Permintaan SVBI Menguat, Namun Daya Dukung Rupiah Masih Terbatas — Market

×

Permintaan SVBI Menguat, Namun Daya Dukung Rupiah Masih Terbatas — Market

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Permintaan SVBI Membeludak, Tapi Belum Cukup Kuat Topang Rupiah - Market

jurnalistik.co.id – Minat investor terhadap Sekuritas Valas Bank Indonesia (SVBI) kembali menunjukkan pemulihan. Indikasinya terlihat dari penawaran yang masuk pada lelang instrumen tersebut, yang naik cukup tajam dibanding periode sebelumnya.

Pada lelang SVBI yang berlangsung pada 17/9/2026, penawaran yang masuk tercatat sebesar US$315 juta. Angka ini lebih tinggi dibanding lelang sebelumnya pada 15/9/2026 yang hanya menerima penawaran sebesar US$62 juta.

Kenaikan minat tersebut tercermin pula pada nominal yang dimenangkan. Pada lelang 17/9/2026, nominal yang dimenangkan mencapai US$235 juta, sementara pada lelang 15/9/2026 hanya US$22 juta. Dengan demikian, capaian nominal yang dimenangkan melonjak menjadi hampir 11 kali lipat dibanding lelang sebelumnya.

Di saat yang sama, data Bank Indonesia yang disampaikan dalam pemberitaan menunjukkan adanya pergeseran pada imbal hasil. Yield rata-rata tertimbang SVBI tercatat naik menjadi 3,74% dari 3,7% pada lelang periode sebelumnya.

Langkah kenaikan yield ini mengarah pada sinyal bahwa pelaku pasar tetap meminta imbal hasil yang lebih tinggi untuk menempatkan dananya pada instrumen domestik. Artinya, minat yang pulih tidak muncul dalam kondisi imbal hasil yang sama seperti sebelumnya, melainkan disertai penyesuaian tingkat pengembalian.

Meskipun penawaran dan nominal yang dimenangkan meningkat, pergerakan ukuran pasar secara keseluruhan masih terbilang terbatas. Outstanding SVBI dan SUVBI dilaporkan hanya naik tipis, tidak meningkat secara signifikan.

Berdasarkan data yang dihimpun, outstanding SVBI dan SUVBI tercatat bertambah menjadi US$3,82 miliar pada Agustus. Posisi tersebut naik dari US$3,76 miliar pada periode sebelumnya, disertai kenaikan yield yang relatif moderat.

Pembesaran portofolio yang hanya tipis ini memberi gambaran bahwa pemulihan permintaan lebih kuat terlihat pada dinamika lelang, namun belum sepenuhnya mengubah arah besar struktur instrumen. Dengan kata lain, peningkatan minat belum cukup besar untuk langsung mendorong lonjakan outstanding.

Dalam catatan para analis valas Bloomberg, daya tarik kedua instrumen tersebut masih belum kembali ke level yang pernah ada sebelumnya. Analis juga menilai bahwa kondisi yang terbentuk saat ini kurang kompetitif dibanding pilihan suku bunga deposito dalam dolar AS.

Menurut pandangan tersebut, pelaku pasar masih membandingkan imbal hasil dari instrumen domestik dengan peluang di pasar global, terutama yang berbasis dolar AS. Jika suku bunga deposito dolar tetap lebih menarik, maka permintaan terhadap SVBI dan SUVBI akan cenderung bergerak hati-hati, meski lelang menunjukkan adanya pemulihan.

Meski demikian, angka lelang memberikan ruang optimisme jangka pendek bagi pasar SVBI. Penawaran yang naik dari US$62 juta menjadi US$315 juta menunjukkan minat yang lebih luas, dan lonjakan nominal yang dimenangkan menjadi US$235 juta menegaskan bahwa permintaan tersebut berhasil dikonversi ke alokasi.

Selain itu, kenaikan yield rata-rata tertimbang dari 3,7% ke 3,74% memperlihatkan adanya penyesuaian harga di pasar. Di pasar obligasi dan instrumen valas, perubahan yield seperti ini sering menjadi indikator bahwa permintaan yang masuk tidak hanya bersifat sesaat, melainkan disertai kepentingan imbal hasil.

Namun, karena outstanding SVBI dan SUVBI hanya bergerak dari US$3,76 miliar ke US$3,82 miliar, pasar tampak masih berada dalam tahap transisi. Pemulihan permintaan pada lelang tidak langsung diikuti ekspansi besar pada posisi outstanding, sehingga daya dukung terhadap rupiah dinilai belum kuat.

Dengan latar tersebut, dinamika berikutnya akan sangat dipengaruhi oleh perbandingan imbal hasil antara instrumen domestik dan alternatif di pasar dolar AS. Jika yield SVBI terus bergerak, sementara daya tarik deposito dolar relatif tetap, maka kompetisi antar instrumen akan terus menjadi penentu seberapa jauh permintaan bisa bertahan.

Secara ringkas, hasil lelang 17/9/2026 memperlihatkan adanya penguatan minat yang nyata, baik pada sisi penawaran maupun nominal yang dimenangkan. Meski demikian, pergerakan outstanding yang hanya meningkat tipis menunjukkan bahwa tahap pemulihan minat investor belum cukup untuk mendorong perubahan yang lebih besar secara keseluruhan.

Sentimen ini selaras dengan penilaian analis yang menekankan bahwa daya tarik SVBI dan SUVBI masih berada di bawah level sebelumnya dan belum dapat menandingi kompetisi suku bunga deposito dolar. Selama kesenjangan daya tarik itu masih terbuka, pasar kemungkinan akan tetap selektif meskipun lelang menunjukkan tanda pemulihan.