Bisnis & Ekonomi

Suahasil Nazara: Ekonomi Indonesia Diyakini Tangguh Saat Gejolak Global Berlangsung

×

Suahasil Nazara: Ekonomi Indonesia Diyakini Tangguh Saat Gejolak Global Berlangsung

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: ⁠Menkeu Klaim Ekonomi RI Kuat di Tengah Gejolak Global - Market

jurnalistik.co.id – Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan bahwa data-data ekonomi nasional dinilai masih cukup kuat untuk menjaga keyakinan, meski situasi global dipenuhi ketidakpastian. Menurutnya, dinamika tersebut tidak otomatis mengubah arah ketahanan ekonomi Indonesia.

Dalam paparannya, Suahasil menyoroti kondisi eksternal yang tengah berlangsung dan cenderung memengaruhi ekspektasi pasar. Konflik di kawasan Timur Tengah, kata dia, masih berlanjut dan bahkan “tambah seru”, sehingga sentimen global mudah bergeser.

Ia menambahkan, dua hari sebelumnya bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve, menaikkan suku bunga acuan. Kebijakan tersebut mendorong pemerintah AS melakukan berbagai langkah antisipasi guna meredam gejolak di dalam negeri mereka.

Volatilitas global dinilai bergerak divergen

Suahasil menegaskan, pergerakan indikator volatilitas menunjukkan pola yang tidak sepenuhnya seragam. Ia mengatakan, “Indikator volatilitas bergerak divergen, artinya ada tanda-tanda wait and see . Maka itu, kalau kami rekapitulasi keseluruhan, kondisi pernyataan suku bunga akan higher for longer ,” dalam Konferensi Pers APBN Kinerja dan Fakta yang digelar pada Jumat (18/9/2026).

Dengan melihat arah kebijakan suku bunga dan respons pasar, ia menyimpulkan bahwa ekspektasi terhadap suku bunga cenderung bertahan lebih lama, sesuai dengan rangkuman keseluruhan yang ia sampaikan. Dari sudut pandangnya, kondisi semacam itu biasanya membuat pelaku ekonomi lebih memilih sikap menunggu daripada mengambil keputusan cepat.

Indonesia tetap resilien lewat aktivitas ekonomi

Melanjutkan penjelasan, Suahasil mengatakan bahwa pengamatan terhadap situasi dunia tetap memperlihatkan adanya beberapa sinyal ketahanan dari ekonomi Indonesia. Salah satu indikator yang ia jadikan rujukan adalah transaksi yang terjadi di masyarakat, termasuk pergerakan investasi dan konsumsi.

Menurutnya, aktivitas tersebut masih menunjukkan keberlanjutan meskipun ketidakpastian global meningkat. Ia memandang, ketika transaksi ekonomi domestik tetap bergerak, ruang untuk menjaga stabilitas menjadi lebih terbuka dibandingkan kondisi yang benar-benar melemah.

Ia juga mengaitkan ketahanan tersebut dengan proyeksi ekonomi global yang cenderung moderat. Dalam pandangannya, arah pertumbuhan pada sejumlah mitra negara tidak menunjukkan lonjakan yang tajam, sehingga tekanan eksternal tidak sepenuhnya berubah menjadi gangguan yang ekstrem.

Suahasil menilai, situasi ini menciptakan pola “berjalan di tengah” antara tantangan eksternal dan daya tahan internal. Dengan kata lain, kendati pasar global diwarnai konflik dan keputusan kebijakan moneter yang memengaruhi ekspektasi, ekonomi Indonesia masih memperlihatkan daya tahan melalui perilaku ekonomi masyarakat.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa pembacaan atas kondisi dunia perlu dilakukan secara menyeluruh, bukan dari satu indikator saja. Ia merangkum keterkaitan antara sinyal volatilitas, sikap kebijakan suku bunga, dan respons pasar yang kemudian berujung pada kebutuhan antisipasi yang lebih serius.

Namun, ketika bagian domestik tetap ditopang oleh aktivitas investasi dan konsumsi, ia berpandangan bahwa ekonomi Indonesia dapat mempertahankan momentum. Hal ini, menurutnya, selaras dengan proyeksi pertumbuhan mitra negara yang masih berada dalam koridor moderat.

Dengan mempertimbangkan rangkuman tersebut, Suahasil berharap ke depan publik dapat memahami bahwa ketahanan ekonomi tidak selalu berarti kondisi tanpa gangguan. Ia menekankan bahwa Indonesia tetap dapat menunjukkan kekuatan ketika indikator internal dan transaksi masyarakat masih konsisten berjalan, sementara ketidakpastian global dikelola melalui antisipasi terhadap perubahan ekspektasi pasar.

Dalam konteks tersebut, Suahasil memandang bahwa respons pasar yang muncul bukan semata-mata reaksi sesaat, melainkan bagian dari proses membaca sinyal kebijakan. Karena ekspektasi terhadap suku bunga diproyeksikan bertahan, pelaku ekonomi cenderung menata rencana secara bertahap sambil menunggu perkembangan lanjutan sebelum mengambil langkah yang lebih pasti.

Ia juga menekankan bahwa kendati dinamika global memberi warna pada sentimen, indikator yang terkait volatilitas memperlihatkan kecenderungan yang tidak seragam. Kondisi semacam ini membuat penilaian harus mempertimbangkan berbagai faktor sekaligus, agar perubahan ekspektasi pasar dapat dipahami secara lebih utuh, bukan dipersempit pada satu aspek saja.

Di sisi domestik, Suahasil menyoroti bahwa aktivitas ekonomi yang tetap berjalan menjadi penopang penting. Ketika transaksi masyarakat, termasuk investasi dan konsumsi, tidak meredup secara berarti, ruang untuk menjaga stabilitas dinilai lebih luas. Dengan demikian, tekanan dari luar dapat dikelola melalui antisipasi, sementara momentum ekonomi domestik tetap berupaya dipertahankan di tengah proyeksi pertumbuhan mitra negara yang relatif moderat.