Bisnis & Ekonomi

PT Bukit Asam (PTBA) Raih Laba Bersih Rp2,64 Triliun pada Semester I-2026

×

PT Bukit Asam (PTBA) Raih Laba Bersih Rp2,64 Triliun pada Semester I-2026

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Bukit Asam (PTBA) Cetak Laba Rp2,64 Triliun Semester I-2026 - Market

jurnalistik.co.id – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) membukukan laba bersih sebesar Rp2,64 triliun sepanjang Semester I-2026. Angka tersebut tercermin dalam laporan keuangan perseroan.

Secara kinerja periode berjalan, laba bersih perusahaan tumbuh 218% dibandingkan posisi pada periode yang sama tahun lalu, yang berada di kisaran Rp833,04 miliar. Dengan demikian, perbedaan capaian laba lebih dari dua kali lipat terlihat dari pembanding tahunan tersebut.

Di sisi lain, PTBA juga mencatat pendapatan sebesar Rp22,02 triliun pada Semester I-2026. Jumlah ini naik 7,7% dibandingkan pendapatan pada Semester I-2025 yang sekitar Rp20,45 triliun.

Rincian pendapatan tersebut sebagian besar bersumber dari penjualan batu bara. Perusahaan mencatat penjualan kepada pihak ketiga sebesar Rp12,3 triliun, sementara penjualan kepada pihak berelasi berada di angka Rp9,36 triliun.

Komposisi penjualan itu menunjukkan bahwa kontribusi dari penjualan kepada pihak ketiga dan pihak berelasi sama-sama menjadi pilar utama dalam membentuk pendapatan Semester I-2026. Pada saat yang sama, angka penjualan kepada pihak berelasi disebut mengalami penurunan relatif dibandingkan periode tahun sebelumnya.

Lebih lanjut, transaksi penjualan dengan pihak berelasi terutama berasal dari kegiatan jual beli batu bara. Dalam laporan yang sama, nilai transaksi berelasi tersebut diutarakan terutama datang dari mitra PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN dengan nilai sekitar Rp6,88 triliun.

Dengan adanya angka transaksi terhadap PLN yang disebut ā€œsekitarā€ Rp6,88 triliun, kontribusi PLN menjadi bagian signifikan dari penjualan batu bara kepada pihak berelasi. Informasi ini memperjelas sumber utama dari porsi penjualan berelasi dalam Semester I-2026.

Keseluruhan rangkaian angka tersebut, mulai dari laba bersih Rp2,64 triliun, pertumbuhan 218% dibanding Rp833,04 miliar, hingga pendapatan Rp22,02 triliun yang naik 7,7% dari sekitar Rp20,45 triliun, menggambarkan konsistensi pertumbuhan yang disajikan perseroan dalam periode Januari hingga Juni 2026.

PTBA juga menegaskan bahwa penjualan batu bara kepada pihak ketiga mencapai Rp12,3 triliun dan kepada pihak berelasi Rp9,36 triliun. Dalam konteks tersebut, transaksi berelasi yang terutama bersumber dari PLN sekitar Rp6,88 triliun turut menjadi bagian penting dari struktur pendapatan yang dilaporkan untuk Semester I-2026.

Sebagai penutup, angka-angka yang dipaparkan perseroan menunjukkan bahwa pertumbuhan laba bersih dan kenaikan pendapatan pada Semester I-2026 disertai dengan penjabaran sumber utama pendapatan dari penjualan batu bara kepada pihak ketiga maupun pihak berelasi. Rincian itu sekaligus menempatkan PLN sebagai salah satu pihak dengan nilai transaksi berelasi yang disebut paling dominan, yakni sekitar Rp6,88 triliun.

Jika dilihat dari sisi hasil akhir, laba bersih Semester I-2026 yang mencapai Rp2,64 triliun menjadi cerminan dari perbaikan kinerja yang juga tercermin pada kenaikan pendapatan. Kenaikan ini tidak hanya dinilai dari nominal, tetapi juga dari perubahan persentase dibandingkan periode sebelumnya.

Pada saat yang sama, pendapatan Rp22,02 triliun yang naik 7,7% menunjukkan bahwa peningkatan kinerja berjalan seiring dengan ekspansi hasil penjualan. Komponen penjualan batu bara tetap menjadi penopang utama, dengan struktur yang membedakan transaksi kepada pihak ketiga dan pihak berelasi.

Dalam laporan periode Januari hingga Juni 2026 tersebut, penjualan kepada pihak ketiga disebut sebesar Rp12,3 triliun, sedangkan penjualan kepada pihak berelasi tercatat Rp9,36 triliun. Komposisi ini memperlihatkan bahwa dua segmen penjualan sama-sama berperan, sekaligus mengindikasikan adanya pergeseran relatif pada porsi penjualan berelasi dibanding tahun sebelumnya.

Adapun pada transaksi berelasi, transaksi terutama berkaitan dengan jual beli batu bara. Nilai transaksi dengan mitra PLN yang sekitar Rp6,88 triliun membuat PLN menjadi salah satu sumber utama dalam penjualan kepada pihak berelasi pada Semester I-2026, sehingga informasi tersebut melengkapi gambaran struktur pendapatan perseroan.