Bisnis & Ekonomi

IPO Shein Dinilai Rp460 Triliun, Kekhawatiran Prospek Pertumbuhan Muncul

×

IPO Shein Dinilai Rp460 Triliun, Kekhawatiran Prospek Pertumbuhan Muncul

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Valuasi E-commerce Shein Rp460 Triliun Justru Picu Kecemasan - Teknologi

jurnalistik.co.id – Shein Global Holdings Ltd. akhirnya menyelesaikan penawaran umum perdana (IPO) dengan valuasi mencapai US$26 miliar atau sekitar Rp460 triliun, setelah menghimpun dana sebesar US$1,7 miliar atau setara Rp30,12 triliun di Hong Kong. Menjelang debutnya pada hari Selasa, sejumlah investor masih menunjukkan kekhawatiran terkait prospek pertumbuhan perusahaan.

Dalam catatan transaksi yang sudah diumumkan, IPO ini dinilai menempatkan nilai Shein pada level yang hanya sebagian kecil dibanding valuasi perusahaan di masa lalu. Padahal, pencapaian tersebut tetap menjadi angka besar, terutama bagi investor yang mempertimbangkan prospek bisnis di periode mendatang.

Rencana debut yang tinggal menunggu hari Selasa menjadi penanda bahwa pasar kini mengalihkan fokus pada bagaimana valuasi tersebut akan merespons kondisi setelah penawaran. Kekhawatiran berpusat pada potensi tantangan pertumbuhan serta adanya hambatan tarif yang disebut dapat ikut memengaruhi persepsi terhadap kinerja saham perusahaan.

Shein dikenal sebagai peritel fast-fashion, dan momen IPO yang telah lama dinantikan ini menjadi sorotan karena ukuran perusahaan yang sempat berada pada valuasi jauh lebih tinggi. Pada proses penilaian saat ini, nilai pasar Shein disebut berada jauh dari US$100 miliar yang pernah dimiliki sebelumnya.

Selain ukuran valuasi, perhatian juga tertuju pada rasio yang digunakan untuk menilai perusahaan. Menurut perhitungan berdasarkan perkiraan Bloomberg Intelligence, IPO Shein menilai perusahaan tersebut lebih dari 15 kali lipat dari laba masa depan.

Angka rasio tersebut dipaparkan sekitar dua kali lipat dibanding kelipatan yang dimiliki PDD Holdings Inc., induk perusahaan pesaingnya, Temu. Dalam perbandingan yang sama, PDD Holdings tercatat memiliki rasio 7,4 kali, sehingga tingkat valuasi Shein terlihat lebih tinggi dalam ukuran yang digunakan pasar.

Tak hanya membandingkan dengan pesaing langsung, laporan juga menempatkan Shein dalam konteks benchmark pasar. Valuasi Shein disebut berada di atas rasio 10,7 kali untuk Indeks Hang Seng, indeks acuan Hong Kong.

Prospek yang dicemaskan investor

Di balik besarnya nilai penawaran dan valuasi, investor tetap menyoroti pertumbuhan yang tengah melambat serta tantangan tarif. Dengan kondisi tersebut, pertanyaan mengenai potensi kenaikan nilai perusahaan menjadi lebih sulit dijawab, terutama saat perusahaan bersiap masuk ke fase perdagangan setelah IPO.

Kekhawatiran itu muncul karena rasio valuasi yang lebih tinggi cenderung berarti pasar menempatkan ekspektasi tertentu terhadap kinerja ke depan. Ketika pertumbuhan diperkirakan melambat dan hambatan tarif menjadi faktor yang dapat menekan, ekspektasi tersebut menjadi bahan evaluasi ulang sebelum debut.

Rangkaian pertimbangan inilah yang menjelaskan mengapa sejumlah investor masih berhati-hati terhadap prospek pertumbuhan Shein. Dalam narasi yang sama, IPO ini disebut menilai perusahaan pada level yang masih dianggap tinggi, meski investor juga memahami bahwa angka tersebut telah lebih rendah dibanding posisi valuasi di masa lalu.

Dengan dana yang dihimpun sebesar US$1,7 miliar di Hong Kong dan nilai pasar yang mencapai US$26 miliar, fase berikutnya bagi Shein adalah menghadapi respons pasar saat sahamnya mulai diperdagangkan. Debut pada Selasa menjadi titik ujian pertama untuk melihat apakah valuasi yang ditetapkan dapat sejalan dengan ekspektasi yang dibangun selama penawaran.

Pada akhirnya, perbedaan antara nilai IPO saat ini dengan valuasi yang pernah dicapai sebelumnya, serta perbandingan rasio lebih dari 15 kali dengan 7,4 kali pada PDD Holdings dan 10,7 kali pada Indeks Hang Seng, menjadi alasan utama mengapa kecemasan investor masih terlihat menjelang debut.