jurnalistik.co.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi cukup dalam pada perdagangan Selasa (3/11/2026). Pada penutupan, indeks melemah 3,78% ke level 4.904,28.
Pergerakan indeks bergerak dalam rentang 5.143,58 hingga menyentuh level terendah 4.895,59. Koreksi itu terjadi setelah tekanan datang dari sejumlah saham berkapitalisasi besar, sekaligus dipengaruhi saham-saham laggard lain di luar sektor utama.
Tekanan dari big caps dan sentimen RKAB 2027
Menurut laporan Bloomberg Technoz, selain terganjal saham-saham big caps, pelemahan juga bersumber dari sejumlah saham nikel. Saham-saham tersebut disebut dihampiri sentimen RKAB 2027 yang diwacanakan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
Dalam komposisi penekanannya, informasi yang sama menempatkan koreksi indeks sebagai hasil dari gabungan faktor. Di satu sisi, big caps menjadi sumber pelemahan yang paling terasa. Di sisi lain, saham tambang—termasuk yang memproduksi nikel—ikut menjadi penahan laju indeks.
Per 3 November 2026, Bloomberg mencatat terdapat 20 saham dengan penurunan terbesar (laggard terbesar) yang menyumbang gerak indeks pada hari tersebut. Dari daftar itu, Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) memimpin pelemahan dengan koreksi -26,81 poin.
Di bawah BBRI, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun -13,15 poin. PT Amman Mineral Nusa Tbk (AMMN) menyusul dengan penurunan -11,96 poin, disusul PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang terkoreksi -10,99 poin.
Berita Terkait
Selanjutnya, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) turun -9,19 poin. PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TPIA) melemah -5,74 poin, sementara PT Astra International Tbk (ASII) terkoreksi -5,54 poin. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun -5,49 poin, lalu PT Berlian Laju Tanker Tbk (BRMS) terkoreksi -5,05 poin.
Daftar penurunan terbesar juga diisi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dengan koreksi -4,36 poin. Berikutnya PT Median Bisnis Utama Tbk (MDKA) melemah -4,16 poin, diikuti PT Antam Tbk (EMAS) turun -4,12 poin. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) terkoreksi -3,72 poin, sedangkan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) turun -3,71 poin.
Masih dalam 20 saham laggard teratas, PT Indo Kordsa Tbk (INKP) melemah -2,67 poin. PT Adaro Energy Tbk (ADRO) turun -2,44 poin, disusul PT United Tractors Tbk (UNTR) terkoreksi -2,37 poin. PT Amman Mineral Tbk (AMRT) turun -2,21 poin, sementara PT Timah Tbk (TINS) melemah -1,85 poin dan PT XL Axiata Tbk (EXCL) terkoreksi -1,78 poin.
Berdasarkan komposisi yang disebutkan dalam laporan, sepuluh saham laggard teratas berasal dari jajaran big caps. Sepuluh sisanya, dalam daftar yang sama, lebih didominasi oleh saham tambang—termasuk beberapa emiten yang memproduksi nikel.
Dengan demikian, koreksi IHSG pada hari tersebut tidak hanya berdiri pada pergerakan saham berkapitalisasi besar. Sentimen RKAB 2027 yang dikaitkan pada sektor nikel juga disebut turut memberi tekanan, sehingga laju indeks ikut terseret turun di akhir sesi perdagangan.
Komposisi pelemahan pada 3 November itu juga terlihat dari karakter saham yang menjadi penggerak indeks. Selain BBRI yang memimpin penurunan, deretan bank lain seperti BBCA, BMRI, dan BBNI ikut berada di kelompok laggard, sementara TLKM turut memperbesar tekanan pada akhir sesi.
Di sisi lain, daftar penurunan terbesar menunjukkan koreksi juga menyasar saham-saham dari sektor lain di luar kelompok keuangan. TPIA, ASII, BRPT, dan BRMS masuk sebagai penekan laju IHSG, sehingga pergerakan tidak hanya bertumpu pada satu jenis emiten, melainkan menyebar di berbagai kapitalisasi.
Dengan rentang pergerakan yang lebar—dari 5.143,58 hingga menyentuh 4.895,59—IHSG tetap berakhir di wilayah rendah. Kombinasi tekanan dari big caps dan penahan dari saham tambang yang dikaitkan dengan sentimen RKAB 2027 membuat indeks menutup perdagangan pada level 4.904,28, dengan penurunan 3,78% dibanding penutupan sebelumnya.












