jurnalistik.co.id – Suahasil Nazara memulai tugas pertamanya sebagai Menteri Keuangan setelah resmi dilantik pada Senin, 13 September 2026 oleh Presiden Prabowo Subianto. Pada Rabu, 16 September 2026, ia mengikuti agenda kelembagaan di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, dalam rangka rapat paripurna bersama Dewan Perwakilan Daerah (DPD).
Menurut laporan kegiatan pada hari tersebut, Suahasil hadir dalam sidang DPD dan menjalankan rangkaian agenda hingga sekitar pukul 15.00 WIB. Setelah sidang selesai, ia keluar dan berada di area luar ruangan tempat sejumlah awak media menunggu untuk mendapatkan keterangan.
Saat ditanya sejumlah isu penting, Suahasil memilih memberikan respons singkat dan tidak menjelaskan secara terbuka. Ia terlihat memilih bungkam ketika pertanyaan dilontarkan oleh wartawan setelah rapat selesai.
Di antara pertanyaan yang diajukan adalah kelanjutan pengalihan utang proyek kereta cepat atau Whoosh yang dikaitkan dengan BPI Danantara. Suahasil tidak menanggapi pertanyaan tersebut secara terperinci, namun hanya memberikan isyarat singkat.
Selain itu, media juga menyinggung soal saldo anggaran lebih (SAL) yang ditempatkan pada Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Suahasil tetap tidak memberikan jawaban langsung di luar forum sidang tersebut, meskipun pertanyaan diajukan bersamaan dengan isu-isu lain yang masih menjadi perhatian publik.
Awak media juga menanyakan perkembangan peringkat kredit Indonesia Investment Authority (INA) yang tercatat berada di level BBB, dengan prospek negatif menurut Fitch Ratings. Walau pertanyaan menyasar aspek yang sebelumnya sempat menjadi sorotan, Suahasil tidak menyampaikan komentar detail pada momen setelah sidang DPD.
Berita Terkait
Dalam kesempatan itu, respons yang diberikan Suahasil cenderung berorientasi pada jadwal penjelasan berikutnya. Ia mengisyaratkan bahwa jawaban atas berbagai pertanyaan itu akan disampaikan melalui agenda rutin Kementerian Keuangan, yakni konferensi APBN Kita, yang direncanakan terlaksana dalam waktu dekat.
Langkah irit bicara ini menjadi penutup rangkaian pertanyaan di luar ruangan setelah masa transisi jabatan. Dalam laporan yang sama disebutkan bahwa sejumlah isu yang ditanyakan merupakan perhatian krusial pada periode kepemimpinan Menteri Keuangan sebelumnya, Purbaya Yudhi Sadewa.
Dengan demikian, sejumlah pembahasan yang sebelumnya mengemuka saat masa Purbaya—mulai dari arah pengalihan utang proyek Whoosh terkait BPI Danantara, penempatan SAL di Himbara, hingga perkembangan peringkat kredit INA—kembali menjadi topik yang menempel pada momen perdana Suahasil menjalankan tugas sebagai Menkeu.
Meski begitu, pada hari pelantikan ini, pilihan Suahasil adalah menunggu forum yang lebih terjadwal untuk menyampaikan penjelasan. Ia segera melanjutkan langkah menuju Istana untuk menghadiri agenda lain, yaitu Rapat Terbatas (Ratas) bersama Presiden Prabowo Subianto.
Setelah menjalankan rangkaian agenda tersebut, publik akan menanti kelanjutan keterangan resmi dari Kementerian Keuangan. Rujukan yang disampaikan Suahasil saat di luar sidang mengarah pada konferensi APBN Kita, yang disebut akan digelar dalam waktu dekat sebagai tempat penjelasan atas isu-isu yang ditanyakan media.
Di luar forum sidang, ia tidak membuka ruang penjelasan panjang meski sejumlah pertanyaan menyentuh isu-isu yang sebelumnya sudah sering dibahas dalam periode kepemimpinan Menteri Keuangan sebelumnya. Ketika wartawan meminta rincian, responsnya cenderung berhenti pada isyarat dan arah pembahasan, tanpa uraian yang dapat ditarik langsung pada saat itu.
Dengan pendekatan yang lebih menunggu jadwal resmi berikutnya, Suahasil menempatkan penjelasan lanjutan sebagai bagian dari agenda internal Kementerian Keuangan yang lebih terstruktur. Setelah menjalani rangkaian agenda sampai batas waktu sidang selesai dan melanjutkan langkah ke agenda lain di Istana, publik diarahkan untuk menantikan konferensi APBN Kita dalam waktu dekat sebagai ruang klarifikasi atas pertanyaan yang diajukan media.












