jurnalistik.co.id – Bonnie Tyler, penyanyi kenamaan asal Wales yang dikenal lewat suara serak khas dan lagu fenomenal “Total Eclipse of the Heart”, meninggal dunia pada usia 75 tahun.
Ia wafat setelah menjalani operasi darurat usus di Portugal pada awal tahun ini, sebelum akhirnya kondisi kesehatannya menjadi kabar yang terus dipantau publik sepanjang beberapa bulan terakhir.
Bonnie Tyler bernama asli Gaynor Hopkins. Ia terlahir di sebuah rumah dewan (council house) di Neath, dan sejak muda sudah memperlihatkan kedekatan dengan musik, sebelum kemudian ditemukan oleh talent scout Roger Bell di sebuah klub di Swansea.
Kariernya melebar selama lebih dari lima dekade, tetapi kisah awal hingga namanya dikenal luas berawal dari tekad sederhana: bermain musik dan terus mencari kesempatan untuk rekaman, meski pada masa itu ia tidak membayangkan jalan yang akan membawanya ke panggung internasional.
Perjuangan dari Neath hingga ditemukan Roger Bell
Saat usia mudanya, Tyler tumbuh bersama kecintaan pada musik dan sempat memainkan rekaman bersama kerabatnya. Ia juga menghabiskan waktu bernyanyi serta membangun pengalaman pentas melalui aktivitas di berbagai tempat hiburan, sebelum kesempatan rekaman datang.
Dalam sebuah perbincangan, Tyler pernah menyebut bahwa tak lama setelah Roger Bell mendekat, pintu menuju rekaman mulai terbuka. Ia mengingat bagaimana Bell memberi tahu pihak-pihak yang sedang mencari vokalis, dengan mengatakan: “He knew that Ronnie Scott and Steve Wolf were looking for a girl to record their songs so he told them about me”.
Menurut cerita yang sama, ia kemudian pergi ke London. Salah satu demo awal yang ia rekam pada periode tersebut adalah “Lost in France”, dan langkah itu membawa Tyler tampil di acara televisi musik populer, termasuk Top Of The Pops.
“Lost in France”, yang dirilis pada 1976, menjadi single pertamanya. Meski demikian, Tyler tidak berhenti pada satu gaya; ia tetap membawa hasrat pada musik rock dan ingin menjelajahi arah yang lebih berani.
Pada fase awal profesionalnya, ia menandatangani kontrak dengan RCA. Saat itu, ia bekerja menggunakan nama Sherene Davies. Namun label menyarankan perubahan nama karena dianggap “sounds like a belly dancer”, sehingga pembentukan citra panggungnya ikut mengalami penyesuaian.
Operasi darurat dan masa pemulihan yang panjang
Pada tahun ini, Tyler menghadapi masalah kesehatan yang serius. Ia ditempatkan ke dalam induced coma pada bulan Mei setelah menjalani emergency intestinal surgery di Portugal.
Belakangan, juru bicara Tyler menyampaikan bahwa ia telah keluar dari koma. Meski demikian, kondisinya tetap memprihatinkan, dan disebut “very unwell and in intensive care”.
Informasi mengenai wafatnya kemudian mengakhiri perjalanan yang sempat menunjukkan bagaimana proses pemulihan berjalan tidak mudah, terutama setelah operasi darurat yang berdampak pada kondisi tubuh secara keseluruhan.
“Total Eclipse of the Heart” mengubah hidupnya
Bonnie Tyler merilis “Total Eclipse of the Heart” lima tahun setelah “Lost in France”. Bagi banyak penggemar, lagu itu menjadi identitas utamanya; bagi Tyler sendiri, lagu tersebut juga dipandang sebagai momen yang merombak arah hidupnya.
Ia pernah menjelaskan pengalaman pertama mendengar lagu itu saat Jim Steinman memainkan melodi di piano di New York. “The first time I heard it was when [songwriter] Jim Steinman just played it on the piano in New York,” she said. “He sang the song all the way through and I was like, ‘Oh my god, this song is amazing. I can’t believe Jim is giving it to me’.”
Ketika Tyler mulai merekam, ia juga sempat berpikir bahwa lagu panjang tersebut mungkin tidak akan mudah diputar luas. Ia mengatakan, “When I recorded the song, I thought no-one is going to end up playing this because it’s so long. “The original version is eight minutes long.”
Berita Terkait
Namun versi radio yang dipangkas menjadi empat menit justru mendobrak popularitas. Lagu ballad itu menghabiskan dua minggu sebagai UK number one, serta empat minggu di posisi puncak tangga lagu di Amerika Serikat.
Setelah kesuksesan itu, Tyler melanjutkan rangkaian hits lain, termasuk “Holding out for a Hero”, “It’s A Heartache”, “Together”, dan “If You Were A Woman [And I Was A Man]”.
Ia juga menerima pengakuan dari industri musik. Tyler tiga kali dinominasikan untuk kategori best female vocal Grammy, masing-masing untuk single “Total Eclipse of the Heart”, album “Faster Than the Speed Of Night”, dan single “Here She Comes”.
Tyler kemudian mewakili Inggris dalam Eurovision Song Contest pada tahun 2013. Selain itu, ia juga mendapat penghormatan kenegaraan: ia masuk dalam Queen’s last Birthday Honours list pada 2022 dan menerima MBE untuk jasanya di bidang musik pada tahun berikutnya, diberikan oleh Prince William.
Pada 2023, Tyler menegaskan keterkejutannya terhadap pengakuan itu saat berkata, “I grew up in a council house. I never thought I would have an MBE”.
Tahun yang sama, ia menerbitkan autobiografi berjudul “Straight from the Heart”. Dalam pengantarnya, ia mengatakan: “I was a very shy little girl so how on Earth I got to where I am now is a bit of a journey and I take you on that journey,” she said. “I did not think this would happen to a Gaynor from Skewen, you know.”
Napas baru setelah puluhan tahun di industri
Memasuki masa kini, “Total Eclipse of the Heart” tetap hidup di kanal-kanal digital. Tahun ini, lagu yang membuatnya terkenal tersebut mencatat satu miliar streams di Spotify. Di YouTube, video lagunya telah ditonton lebih dari 1.3 billion kali.
Tyler juga menolak anggapan bahwa lagu yang sama akan membuatnya jenuh setelah bertahun-tahun. “After 43 years of singing it she insisted she never became bored of it. “I love it,” she said.”
Ia bahkan baru merilis single berjudul “Yes I Can”, sebuah lagu tentang menemukan kekuatan batin dan keyakinan pada diri sendiri.
Dalam wawancara pada tahun lalu, ia juga mengingat pengajaran ibunya tentang kepercayaan diri. Ia mengatakan: “My mother brought me up to believe in myself,” she told the BBC last year. “I was a very shy little girl growing up in school, wouldn’t say ‘boobah’ to a goose, and I was very, very shy. “But I’ve overcome that, because I love singing.”
Ia masih membawa sudut pandang yang sama ketika berbicara soal awal penggunaan nama panggungnya. Tentang bagaimana ia memilih nama “Bonnie Tyler”, ia bercerita: “I got a broadsheet newspaper and I made an effort to write all the first names I came across on one list and all the surnames on another and I went through them both and came up with Bonnie Tyler. And it’s been a brilliant name.”
Kehidupan pribadi tanpa anak
Tyler diketahui menjalani kehidupan yang relatif tertata, termasuk dalam rencana tempat tinggal. Laporan menyebut bahwa Tyler bersama suaminya, Robert Sullivan, memiliki 22 rumah di berbagai negara, meski waktu mereka sebagian besar dihabiskan di Portugal dan di rumah mereka di Mumbles, Swansea.
Meski berasal dari keluarga besar yang dekat dengan dunia musik, Tyler dan Sullivan tidak memiliki anak. Tyler pernah mengatakan kepada BBC Sounds bahwa ia sangat menyukai kehadiran anak-anak, dengan kalimat yang ia ucapkan: “I absolutely adore children. “You know when most people get on a plane and they avoid children like the plague, don’t they? Not me. I’m like, ‘can I sit here’?”
Ia juga menyampaikan pengalaman kehilangan yang pernah dialaminya. “I did have a miscarriage when I was 40, I left it too late, you know? I wish I had started earlier, but my career took over and it was always, ‘next year, next year’. “And then next year didn’t come until I was 39.”
Setelah peristiwa tersebut, Tyler mengatakan bahwa ia membenamkan diri ke pekerjaan. Ia menyebut, “After Tyler miscarried, she threw herself into work.”
Mengenai upaya berikutnya, ia menjelaskan bahwa mereka mencoba beberapa tahun, tetapi tetap merasa cukup dengan hidup yang mereka jalani. “We did try for another couple of years, but… we’re fine, we’re happy.”
Di ujung kisahnya, Bonnie Tyler akan dikenang bukan hanya karena lagu-lagu yang ia bawakan, melainkan juga karena cara ia menjadi “seseorang” bagi jutaan pendengar—dari suaranya yang khas sampai ketekunan yang membentuk kariernya. Ia pernah menyebut dirinya “Gaynor from Skewen”, tetapi warisan musiknya jauh melampaui nama asal itu, dan membuat banyak orang tetap memanggilnya dengan satu kalimat yang paling melekat: “Total Eclipse of the Heart”.











