jurnalistik.co.id – Tersangka penyerangan dengan penusukan terhadap penumpang di sebuah kereta pada 1 November 2025, Anthony Williams (33), menyatakan tidak bersalah atas dakwaan percobaan pembunuhan terhadap 10 orang.
Williams mengajukan pembelaan “tidak bersalah” saat menghadiri sidang di Cambridge Crown Court pada 9 Juli 2026. Ia masuk melalui tautan video dan memakai kaus putih.
Dalam persidangan tersebut, pria yang tercatat berasal dari Langford Road, Peterborough, menolak semua dakwaan yang dibacakan kepadanya. Ia terlihat bersikap meringkuk saat mengatakan “tidak bersalah” untuk tiap tuduhan.
Peristiwa yang menjadi fokus perkara terjadi di layanan LNER yang beroperasi dari Doncaster menuju London King’s Cross. Kereta tersebut sempat singgah di Peterborough sebelum insiden penusukan berlangsung.
Menurut dakwaan, setelah kereta memanggil Peterborough, LNER kemudian mengalami kejadian penyerangan yang membuat beberapa penumpang mengalami luka serius. Insiden itu terjadi tak lama setelah layanan tersebut berhenti di wilayah Huntingdon.
Kereta dialihkan dan berhenti di Huntingdon
Pada hari kejadian, layanan 18:25 dari Doncaster dilaporkan dialihkan dan berhenti di Huntingdon. Williams kemudian ditangkap di lokasi tersebut.
Pengamanan diambil setelah banyak panggilan darurat dilakukan dari dalam kereta. Dakwaan menyebut adanya beberapa panggilan melalui nomor darurat 999 oleh penumpang di atas kereta.
Huntingdon Station juga disebut sempat ditutup selama beberapa hari guna pengumpulan bukti.
Dakwaan percobaan pembunuhan dan total 21 perkara
Williams menghadapi total 21 dakwaan. Ia didakwa melakukan percobaan pembunuhan terhadap 10 orang yang menjadi korban penusukan di kereta dekat Huntingdon pada 1 November 2025.
Kesepuluh korban yang disebut dalam dakwaan adalah Jonathan Gjoshe, Sachin Balakrishnan, David Presland, Scott Bletcher, Scott Green, Kevin Deely, Stephen Crean, Raza Aslam, Michael Paffett, serta Samir Zitouni.
Berita Terkait
Selain dakwaan terkait insiden di kereta, Williams juga mengaku tidak bersalah atas 11 dakwaan lainnya. Di antara tuduhan tersebut terdapat empat dakwaan percobaan pembunuhan yang berhubungan dengan serangan lain di Peterborough dan wilayah London timur sebelum peristiwa di kereta.
Untuk serangan yang terjadi sehari sebelumnya di Peterborough, Williams didakwa melakukan percobaan pembunuhan terhadap Dawid Taborski, William Ogelby, serta seorang anak berusia 14 tahun. Dakwaan juga menyebut percobaan pembunuhan terhadap seorang anak berusia 17 tahun di East London pada dini hari 1 November 2025.
Dakwaan lain yang menyertai total perkara juga mencakup unsur kepemilikan benda bermata tajam. Ia didakwa dengan tiga tuduhan terkait kepemilikan barang tersebut.
Selanjutnya, ia juga menghadapi dakwaan berupa penyerangan terhadap seorang petugas polisi. Tuduhan lainnya adalah penyerangan umum terhadap orang di kereta lain.
Sidang melalui video dari Rampton Hospital
Dalam persidangan di Cambridge Crown Court, Williams hadir lewat tautan video dari Rampton Hospital. Kehadiran dengan format tersebut menjadi bagian dari prosedur pemeriksaan dakwaan terhadapnya.
Selama proses pembacaan pembelaan, ia menyatakan tidak bersalah untuk setiap tuntutan yang diajukan oleh penuntut.
Jadwal persidangan
Perkara ini akan disidangkan lebih lanjut, dan pengadilan menjadwalkan persidangan untuk tanggal 26 Oktober.
Dengan demikian, pada tahap ini, dakwaan percobaan pembunuhan terhadap 10 korban dalam insiden di kereta, rangkaian tuduhan terkait serangan sebelumnya di Peterborough dan East London, serta dakwaan lain yang mencakup kepemilikan benda bermata tajam, penyerangan petugas polisi, dan penyerangan umum, semuanya masih berstatus ditolak oleh tersangka.
Di Cambridge Crown Court pada 9 Juli 2026, Williams menyampaikan pembelaan tidak bersalah untuk seluruh tuduhan yang dibacakan, mulai dari dugaan percobaan pembunuhan hingga rincian dakwaan lain yang diajukannya. Lewat pemeriksaan tersebut, ia tetap menyangkal keterlibatannya dalam rangkaian serangan yang disebut dalam berkas perkara.
Jaksa dalam dakwaan juga menempatkan insiden penusukan di layanan LNER dekat Huntingdon sebagai bagian dari rentetan perkara, yang pada hari kejadian berujung pengalihan rute dan penghentian layanan. Setelah kereta berhenti, Williams ditangkap di lokasi terkait, sementara upaya pengumpulan bukti juga disebut dilakukan melalui penutupan stasiun selama beberapa hari.
Selain korban yang disebut berjumlah 10 orang dalam insiden kereta, Williams menghadapi total 21 perkara yang mencakup tuduhan terkait serangan di Peterborough dan East London, serta dakwaan kepemilikan benda bermata tajam. Termasuk pula tuduhan penyerangan terhadap petugas polisi dan penyerangan umum terhadap orang di konteks kereta lain, semuanya tetap ditolak oleh tersangka.












