jurnalistik.co.id – Piala Dunia 2026 di New York dirancang untuk ditutup dengan suguhan paruh waktu bergaya “Super Bowl”, sebuah format yang untuk pertama kalinya dihadirkan pada ajang sepak bola tersebut. Pertunjukan itu akan berlangsung pada 19 Juli dan menjadi bagian dari rangkaian acara di laga puncak.
Line-up bintang yang dipastikan tampil membuat panggung paruh waktu terasa seperti pertemuan lintas generasi dan lintas genre. Justin Bieber bergabung bersama Madonna, Shakira, serta grup K-pop BTS untuk tampil bersama dalam satu paket hiburan bertempo tinggi.
Selain nama-nama besar tersebut, acara juga memuat kolaborasi lintas komunitas dan unsur musikal lain. Burna Boy turut ambil bagian, bersama Gustavo Dudamel, serta PS22 Chorus yang menampilkan penampilan bersama Coldplay.
Langkah meriah tidak berhenti pada musisi. Sesame Street muppets juga disebut akan turut meramaikan sesi paruh waktu, sehingga nuansanya diharapkan lebih variatif dan mudah diterima oleh beragam penonton lintas usia.
Durasi pertunjukan yang disiapkan adalah 11 menit. Dalam pengarahan yang sama, acara tersebut disebut mendukung FIFA Global Citizen Education Fund, sebuah inisiatif pendidikan yang berfokus pada program untuk anak-anak.
Melalui pengumuman tersebut, Bieber menyampaikan pernyataan yang menegaskan makna global dari momen Piala Dunia. “The FIFA World Cup brings the world together in a way nothing else can,” kata Bieber.
Bagi Bieber, penampilan di panggung paruh waktu Piala Dunia 2026 juga menjadi kelanjutan dari aktivitasnya yang kembali aktif di panggung konser setelah periode jeda. Pada musim semi, ia tampil di Coachella dengan suguhan yang digambarkan bernuansa nostalgia.
Berita Terkait
Penampilan itu juga disebut sebagai momen terbesar Bieber di panggung dalam empat tahun terakhir, mengingat ia sebelumnya sempat membatalkan Justice world tour karena masalah kesehatan. Pada konser Coachella, Bieber banyak menghabiskan waktu duduk di depan laptop dan menyanyikan lagu-lagu yang dipadukan dengan video musik dari YouTube untuk koleksi hit lamanya.
Di antara lagu-lagu yang disebut muncul dalam set tersebut adalah “Baby”, “Never Say Never”, “One Time”, serta “Beauty and the Beat”. Detail pendekatan itu menonjol karena membedakan tampilannya dari format konser konvensional, sekaligus menegaskan konsep nostalgia yang dibawakan.
Untuk panggung Piala Dunia, penyusunan acara disebut dikurasi oleh Chris Martin dari Coldplay. Peran kurasi ini menempatkan Coldplay sebagai elemen kunci dalam desain pertunjukan, baik dari sisi musikal maupun pengemasan konsepnya.
Dari sisi dampak, pertunjukan paruh waktu ini diarahkan untuk menggalang dana bagi FIFA Global Citizen Education Fund. Inisiatif tersebut ditargetkan mengumpulkan hingga $100m (£73m) guna mendukung anak-anak di seluruh dunia.
Nama-nama lain yang juga disebut akan kembali tampil adalah Shakira dan Burna Boy. Keduanya sebelumnya termasuk di jajaran musisi yang membuka turnamen saat kompetisi bergulir di tiga negara tuan rumah kawasan Amerika Utara.
Shakira dan Burna Boy akan kembali ke panggung dalam pertunjukan yang sama pada 19 Juli, mempertemukan ritme musik global dengan suasana acara yang lebih besar dari sekadar hiburan. Lagu “Dai Dai” disebut menjadi salah satu karya mereka yang paling menonjol.
Menurut pemberitaan, “Dai Dai” sempat mendominasi tangga lagu dan kemudian menjadi bagian yang tak terpisahkan dari atmosfer pertandingan sejak turnamen dimulai bulan lalu. Dengan demikian, pengulangan kemunculan keduanya di panggung paruh waktu diharapkan membawa kontinuitas energi dari awal turnamen hingga laga puncak.
Dengan gabungan figur internasional seperti Madonna, Shakira, BTS, Justin Bieber, hingga musisi dan elemen pertunjukan lain, sesi paruh waktu Piala Dunia 2026 itu diposisikan sebagai penutup yang spektakuler. Pada saat yang sama, seluruh kemeriahan diarahkan untuk melahirkan dampak nyata melalui dukungan dana pendidikan untuk anak-anak lewat FIFA Global Citizen Education Fund.












