Internasional

Busana Adat Nusantara Memukau Miss Mundo Colombia di Bogota

×

Busana Adat Nusantara Memukau Miss Mundo Colombia di Bogota

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Pakaian Daerah Indonesia Pukau Ajang Ratu Kecantikan Dunia Kolombia

jurnalistik.co.id – Budaya Indonesia kembali mencuri perhatian publik di luar negeri. Malam “La Noche Cultural de Indonesia y Colombia” yang digelar di Bogota menampilkan busana adat Nusantara melalui rangkaian seleksi Miss Mundo Colombia.

Perhelatan itu berlangsung pada Jumat (24/7/2026) malam di Wisma Duta RI Bogota. Acara tersebut menjadi bagian dari proses pemilihan Ratu Kecantikan Dunia Kolombia (Miss Mundo Colombia), di mana para finalis memperagakan busana daerah Indonesia di atas catwalk.

Dalam kesempatan itu, sekitar 250 tamu undangan hadir memenuhi lokasi acara. Mereka terdiri dari jajaran Duta Besar negara sahabat, pejabat tinggi Pemerintah Kolombia, senator, wali kota, pengusaha, serta kalangan akademisi.

Dari podium dan catwalk, kehadiran para finalis yang mengenakan busana adat dari berbagai daerah berhasil memukau publik. Keanggunan yang dipamerkan berpadu dengan keragaman kain dan corak khas Nusantara yang ditampilkan sebagai identitas budaya.

Suasana malam semakin hidup melalui peragaan busana batik. Duta Besar RI bersama staf KBRI Bogota turut membawakan busana batik pada bagian pergelaran, menyajikan suasana yang lebih dekat dengan tradisi yang dibawa.

Selain busana, acara juga diisi pertunjukan tarian tradisional. Pada saat yang sama, sajian kuliner khas Indonesia dihadirkan untuk memanjakan para tamu, memberi pengalaman budaya yang tidak hanya visual, tetapi juga rasa.

Partisipasi lintas komunitas turut menjadi sorotan. Murid-murid sekolah lokal di Bogota ikut menampilkan tarian tradisional Indonesia dan Kolombia, sehingga malam budaya tersebut terasa sebagai ruang pertemuan dua kebudayaan.

Perhelatan ini merupakan hasil diplomasi budaya yang dilakukan Duta Besar RI untuk Kolombia, Tatang Budie Utama Razak, bersama Presiden Yayasan Miss Mundo Colombia, Edgar Botero. Kolaborasi keduanya melahirkan agenda yang menjembatani masyarakat melalui pengenalan budaya Indonesia dalam konteks kompetisi kecantikan.

Rangkaian proses seleksi kemudian akan terus berlanjut. “Rangkaian proses seleksi akan berlanjut hingga 30 Juli 2026, dilanjutkan dengan wawancara khusus serta Grand Final pada 31 Juli 2026,” ujar Dubes Tatang Razak.

Dalam ajang tersebut, Tatang Razak juga disebut dipercaya menjadi satu-satunya juri internasional di luar juri asal Kolombia. Keikutsertaan sebagai juri internasional ditempatkan sebagai bagian dari keterlibatan yang lebih luas dalam proses penilaian kandidat.

Lebih jauh, malam budaya ini dinilai selaras dengan strategi promosi budaya dan pariwisata yang dilakukan KBRI Bogota selama beberapa tahun terakhir. Upaya itu dilakukan melalui berbagai program pengenalan kebudayaan yang diarahkan untuk memperkuat pemahaman publik setempat terhadap Indonesia.

Salah satu langkah yang disebutkan adalah pendirian Casa de Indonesia di KBRI Bogota. “Di KBRI Bogota, kami mendirikan Casa de Indonesia sebagai Pusat Kebudayaan Indonesia. Ribuan warga Kolombia kini aktif belajar bahasa Indonesia, tarian tradisional, seni membatik, hingga seni kuliner Nusantara. KBRI Bogota juga terus memperluas kemitraan strategis dengan institusi pendidikan serta pemerintah daerah di Kolombia,” lanjut Dubes Tatang Razak.

Komitmen itu juga dikaitkan dengan dampak positif yang dapat dirasakan. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) RI, terjadi peningkatan tren jumlah wisatawan asal Kolombia yang berkunjung ke Indonesia dari tahun ke tahun.

KBRI Bogota menyatakan bertekad terus mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Kolombia. Pereratannya dilakukan melalui diplomasi ekonomi, sosial, serta promosi budaya dan pariwisata yang berkelanjutan.

Dengan hadirnya busana adat Nusantara dalam agenda seleksi Miss Mundo Colombia, “La Noche Cultural de Indonesia y Colombia” tidak hanya menjadi rangkaian peragaan di catwalk, tetapi juga perwujudan diplomasi budaya yang menempatkan karya-karya tradisi sebagai jembatan pengenalan lintas negara.