Internasional

Donald Trump Melontarkan Sindiran ke Media di Pesta WHCA saat Gedung Putih

×

Donald Trump Melontarkan Sindiran ke Media di Pesta WHCA saat Gedung Putih

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Trump takes swipes at press during White House Correspondents' Dinner

jurnalistik.co.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan sindiran tajam kepada media saat makan malam tahunan White House Correspondents’ Association (WHCA), sebuah acara yang sejak awal dimaknai sebagai perayaan kebebasan pers.

Acara tersebut dihelat setelah pertemuan pertama pada April dibatalkan menyusul penembakan, dan kali ini diadakan di lokasi yang lebih dekat dengan sorotan publik soal keamanan.

Trump hadir di tengah kerumunan wartawan dari berbagai media yang selama ini berhadap-hadapan dengannya. Para jurnalis tersebut datang untuk menerima penghargaan, sementara presiden duduk menyaksikan momen yang secara tradisi biasanya menghadirkan suasana ringan.

Namun, suasana berubah ketika Trump mulai mengarahkan komentar untuk apa yang ia sebut sebagai “fake news”. Ia juga menuding sejumlah orang di ruangan menderita “Trump Derangement Syndrome”.

Meski demikian, Trump tetap membuka dengan nada yang masih bercampur humor. Ia bercanda, “the second time is always better”, seraya menyampaikan pujian kepada media dengan mengatakan ia menghormati “most of them”.

Presiden kemudian mengaitkan komentar-komentar itu dengan rangkaian permusuhan yang telah lama berlangsung antara dirinya dan beberapa outlet. Di antara media yang kerap ia singgung serta pernah terlibat dalam langkah hukum adalah New York Times, CNN, dan Wall Street Journal.

Dalam pidatonya, Trump juga menyebut rencana politiknya dengan nada bercanda, sekaligus membuat sejumlah penonton menoleh ke masa depan. Ia menyiapkan pernyataan tentang kemungkinan masa jabatan berikutnya, termasuk ketika ia mengatakan, “I suspect some of you are lucky that our last dinner was cut short…I was going to go after you.”

WHCA juga menegaskan bahwa acara tahun berikutnya akan kembali digelar di Washington Hilton. WHCA President Weijia Jiang dari CBS News menyampaikan bahwa peristiwa itu nantinya akan menempati lokasi yang sama seperti saat penembakan pada April.

Acara edisi Jumat yang dijadwalkan ulang kali ini berlangsung di Waldorf Astoria beberapa mil dari Hilton, menyusul kritik bahwa pengamanan di lokasi sebelumnya dinilai belum memadai.

Pernyataan keberlanjutan acara juga disoroti dari sikap pihak WHCA yang menolak membiarkan kekerasan menjadi penentu akhir. Kepala WHCA yang saat itu mengakhiri masa jabatannya mengatakan ia akan “refuse to let an act of violence have the final word”, merujuk pada pelaku yang pada pertemuan April ditangkap setelah sempat ditaklukkan.

Saat acara berlangsung, Trump memberi penghargaan kepada petugas Secret Service yang terlibat pada malam penembakan. Petugas tersebut adalah officer Victor Gonzalez, yang mendapatkan award atas tindakannya pada saat insiden April.

Di tengah pidatonya, Trump mengucapkan, “As I said three months ago, the show must go on,” sebelum melanjutkan dengan kalimat bahwa, “Just like my presidency, the second time is always better – and the third time will be better yet … I’m only kidding,”.

Selain menyoroti ketegangan yang berlangsung dengan media, pidatonya juga menggabungkan pesan mengenai kebebasan berbicara. Trump menyatakan, “We settle our differences not with bullets, but with open and vigorous debate,” serta menambahkan, “And no deranged loser with a gun will ever change that. We can’t let that ever happen.”

Trump terlihat dalam suasana yang relatif baik sepanjang acara. Ia bahkan sempat berkata kepada media bahwa “sometimes I really do think that some of you don’t like me”, sembari tetap menyisipkan humor.

Ia juga menilai kerumunan di meja makan malam itu sebagai tempat berkumpulnya pihak yang mengkritiknya. “This place [the dinner] is really the largest group of ‘Trump derangement syndrome’ people ever put together at one time,” ujarnya, kemudian melontarkan bagian lain yang menekankan bahwa ia sempat berniat “go after you” sebelum acara pertama dipotong.

Di momen lain, Trump bercanda soal masa kerja industri berita. Ia mengatakan industri media akan “be broke” setelah ia meninggalkan jabatan karena “there’s not going to be anybody to report on”, sebelum akhirnya memakai topi bergaya “Trump 2028” dan mengisyaratkan niat politiknya.

Dalam kesempatan itu, Trump mengumumkan dengan nada bercanda, “I’m pleased to announce my intention to, and this is somewhat of a scoop, my intention to run for a fourth term as president of the United States,” yang tampak dimaksudkan sebagai sindiran sekaligus spekulasi masa jabatan.

Ia juga mengaitkan pernyataan tersebut dengan konteks aturan masa jabatan. Sejak masa jabatan keduanya dimulai, Trump berulang kali mengisyaratkan bahwa ia akan mencalonkan diri untuk masa jabatan ketiga, meskipun Amandemen ke-22 Konstitusi Amerika Serikat menetapkan batas dua periode.

Amandemen itu, sebagaimana disebut dalam pidatonya, diratifikasi pada 1951 setelah Presiden Franklin D Roosevelt menjabat empat periode berturut-turut. Trump juga disebut telah berkampanye sebagai presiden sebanyak tiga kali dan memenangkan dua pemilihan.

Pidato Trump yang berlangsung sekitar satu jam juga tidak hanya menarget media. Sindiran dengan nada yang lebih keras diperluas menjadi serangan personal dan turut menyasar politisi Demokrat serta sejumlah figur terkenal.

Di luar isi pidato, situasi pertemuan juga menunjukkan hubungan yang tetap tegang antara Gedung Putih dan pers. Minggu sebelumnya, Trump mengancam akan mencabut izin beberapa jaringan televisi AS yang tidak menayangkan pidato utama primetime-nya tentang keamanan pemilu.

Dari sisi skala, makan malam edisi kali ini jauh lebih kecil dibanding pertemuan pertama. Di April, acara dihadiri lebih dari 2.000 orang, sementara edisi Jumat hanya sekitar 700 peserta.

Langkah pengamanan juga dilaporkan lebih ketat. Beberapa blok di sekitar hotel ditutup, dengan kehadiran polisi dan National Guard. Para tamu menjalani penyaringan dua kali menggunakan kode QR dan kartu identitas, disertai gelang penanda.

Pada satu tahap, pengunjung diarahkan untuk berjalan dalam satu barisan melewati dua petugas Secret Service yang membawa senapan.

Terkait insiden April, tersangka penembakan disebut sebagai Cole Tomas Allen yang berusia 31 tahun. Ia didakwa melakukan upaya pembunuhan terhadap presiden Amerika Serikat. Allen ditangkap oleh agen saat hendak melewati area dekat tangga menuju ballroom tempat acara makan malam berlangsung.

Beberapa tokoh pemerintahan juga hadir pada malam tersebut, termasuk Menteri Pertahanan Pete Hegseth, pelaksana jabatan Jaksa Agung Todd Blanche, Direktur FBI Kash Patel, Menteri Keuangan Scott Bessent, serta Menteri Perdagangan Howard Lutnick.

Menjelang acara, banyak anggota korps pers Gedung Putih sempat memperkirakan Trump akan memberikan teguran serius. Sebagian wartawan menilai hal itu mungkin terjadi karena Trump kerap mengkritik pihak-pihak yang duduk berjarak beberapa meter darinya di ruangan tersebut.

Di luar pidato, Trump berdiri dan berjabat tangan dengan penerima penghargaan, termasuk tim dari Wall Street Journal yang menerima award atas liputannya mengenai hubungan Trump dengan miliarder terhukum Jeffrey Epstein. Peristiwa tersebut menutup rangkaian makan malam yang kali ini berjalan dengan campuran suasana upacara dan ketegangan komunikasi.