Olahraga

Grand Prix Hungaria: Lando Norris Juara, Max Verstappen Runner-up, Kimi Antonelli Papan Ketiga

×

Grand Prix Hungaria: Lando Norris Juara, Max Verstappen Runner-up, Kimi Antonelli Papan Ketiga

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Hungarian Grand Prix result: Lando Norris wins from Max Verstappen with Kimi Antonelli third

jurnalistik.co.id – Lando Norris mencatat kemenangan pertama musim ini di Hungaria, finis paling depan setelah duel sengit di bagian akhir melawan Max Verstappen. Di posisi ketiga, Kimi Antonelli menyelesaikan balapan dan ikut memperpanjang keunggulan klasemen kejuaraan.

Balapan berjalan dengan ritme yang membuat Norris terlihat nyaman memimpin, sementara pertarungan podium tersisa justru berlangsung ketat pada lap-lap penutup antara Verstappen dan Antonelli. Verstappen akhirnya mampu mempertahankan posisinya, sedangkan Antonelli tetap merebut podium ketiga.

Hasil ini juga memberi gambaran jelas mengenai dampak strategi dan momen-momen kunci sepanjang balapan. Norris serta McLaren memanfaatkan momentum yang muncul dari serangkaian keputusan di pit dan variasi tahapan balapan, termasuk saat VSC (virtual safety car) sempat menghidupkan perebutan di belakang mereka.

Dalam wawancara pascabalapan, Norris menyatakan: “happy to be back and be number one again”. Ia menambahkan, “My pace today was probably some of the best pace I’ve ever had. The car was beautiful to drive and I had confidence.” Pernyataan itu menegaskan bahwa performa mobilnya pada hari tersebut terasa sangat kompetitif.

Sejak awal, Norris menghadapi situasi yang sempat membuatnya tetap waspada pada pergerakan Charles Leclerc. Ia mengawali balapan dengan baik, tetapi tantangan dari Leclerc tidak berkembang menjadi ancaman besar. Meskipun begitu, Norris kehilangan posisi utama dan sempat terjebak dalam dinamika internal tim karena Oscar Piastri yang pada paruh pertama berada lebih dulu di depan.

Kejadian awal yang menentukan datang ketika Norris memimpin melalui Turn Two, namun keunggulan itu tidak bertahan lama. Piastri mengambil alih setelah Norris melakukan kesalahan dan melebar melalui Turn Two, sehingga McLaren kemudian berhadapan dengan pertimbangan strategis yang tidak sederhana.

Piastri sempat memimpin pada putaran-puteran awal ketika pit pertama berlangsung. Namun, di momen berikutnya, Piastri harus menepi karena kegagalan gearbox saat ia berada di posisi kedua. Retaknya rencana tim dari sisi performa mobil membuat fokus kemudian sepenuhnya beralih ke Norris.

Menjelang putaran pit kedua, Norris berusaha mendapatkan kesempatan untuk melakukan stop kedua lebih dulu, tetapi permintaannya ditolak. Sebagai alternatif, Piastri yang dipanggil kembali, dengan alasan tim menyatakan sedang mengantisipasi ancaman dari belakang, termasuk Lewis Hamilton yang baru saja melakukan hentian.

Setelah itu, Norris diberi ruang untuk menjalankan beberapa lap tambahan sebelum akhirnya melakukan panggilan pit untuk ban segar. Saat kembali ke lintasan, Norris berada tepat di depan Piastri. Meski Piastri tertunda akibat insiden saat sedang melap pengemudi Williams, Carlos Sainz, Norris tetap mampu menjaga laju balapnya tanpa memberi celah berarti.

Strategi dan ritme Norris setelah kembali ke lintasan membuatnya semakin menjauh dan menciptakan jarak yang berkembang menjadi keunggulan yang cukup lebar. Sementara itu, ketidakpuasan Piastri sempat terlihat karena ia menyampaikan kepada engineer untuk tidak berbicara beberapa saat setelah Norris kembali berada di depan.

Di bagian lain balapan, Antonelli mengambil alih momen penting ketika stop keduanya membuat Piastri dipromosikan kembali ke posisi kedua. Tetapi perubahan posisi itu tidak bertahan lama, karena pada lap 56 Piastri kehilangan fungsi gearbox dan akhirnya keluar setelah Turn Three. Penarikan tersebut membawa dampak besar, karena balapan kemudian masuk ke fase VSC yang memengaruhi ritme dan strategi di belakang Norris.

Di pihak Verstappen, keluhan mengenai mobil terdengar berulang sepanjang balapan. Namun, Red Bull memilih langkah yang berbuah pada momen krusial: pada stop pit keduanya, mereka memasangkan ban soft. Tujuannya adalah menekan Hamilton pada lap-lap berikutnya, setelah sang juara dunia tujuh kali itu lebih dulu melakukan stop kedua saat masih tersisa 40 lap.

Saat VSC muncul akibat pensiunnya Piastri, situasi memaksa Ferrari mengambil keputusan putaran pit yang cepat. Keduanya masuk ke pit dan hasilnya membuat posisi mereka berada di belakang Verstappen. Pada fase setelah restart, Hamilton sempat muncul dan melewati Antonelli di tikungan pertama, karena Antonelli memilih untuk bertahan lebih lama selama VSC.

Namun, karena Hamilton kemudian melewati “key line” di lintasan tepat di depan Antonelli, ia harus menyerahkan kembali posisi tersebut setelah restart. Setelah itu, Antonelli dan Hamilton mengejar kembali menuju Verstappen, tetapi prosesnya sempat tertahan saat mereka melap pengemudi Audi, Gabriel Bortoleto.

Pada akhirnya, Verstappen tetap mampu menjaga jarak dan menutup balapan dengan kemenangan yang kuat. Ia melintasi garis finis 3,6 detik lebih cepat dibanding Antonelli, memastikan Norris meraih kemenangan tanpa terkejar di posisi puncak.

Salah satu poin penting dalam balapan Verstappen adalah keberhasilannya melakukan re-pass terhadap Hamilton. Peristiwa itu terjadi setelah Ferrari sempat berada di depan sesaat setelah pit putaran pertama. Dengan udara bersih yang didapat setelah menyalip kembali, Verstappen dapat mengamankan posisi balapnya dan menjadi fondasi bagi keputusan strategi tim Red Bull pada tahap akhir.

Hamilton harus pulang dengan kekecewaan karena penalti tambahan. Penalti untuk speeding di pit lane menjadi yang kedua dalam dua hari terakhir. Sebelumnya, ia juga dijatuhi penalti karena blocking terhadap Piastri saat kualifikasi, dan ia mengikuti dua penalti serupa pada balapan sebelumnya di Belgia dan Inggris.

Di klasemen akhir, di belakang Hamilton, Isack Hadjar berada di posisi keenam. George Russell finis di urutan ketujuh, setelah pada lap pertama turun ke posisi 21. Penurunan itu terjadi karena masalah anti-stall pada start, tetapi Russell tetap mampu melakukan pemulihan yang kuat selama sisa balapan.

Untuk Aston Martin, Lance Stroll menyelesaikan balapan di urutan 13, berada di depan rekan setimnya, Fernando Alonso. Perbedaan hasil keduanya banyak dipengaruhi peluang di bawah fase VSC dan pilihan strategi yang berbeda.

Yang menonjol, Alonso mampu berduel dengan mobil lain untuk pertama kalinya pada akhir pekan tersebut. Ia menjalani stint awal yang panjang menggunakan ban soft, sebelum kemudian beralih ke medium. Keputusan strategi yang lebih berani itu menjadi salah satu alasan mengapa Alonso terlihat mampu bersaing lebih dekat dibanding awal yang biasanya.

Peningkatan mobil Aston Martin juga disebut memberikan efek nyata. Upgrade yang sudah lama ditunggu akhirnya hadir, dengan catatan bahwa perubahan baru dilakukan pada bagian-bagian tertentu: selain suspensi depan, mesin, dan gearbox. Secara dampak performa, peningkatan ini menurunkan waktu putaran sekitar dua detik.

Honda juga disebut akan melakukan upgrade mesin untuk balapan berikutnya, yakni Dutch Grand Prix. Balapan itu dijadwalkan berlangsung empat pekan setelah masa libur musim panas, dan tim berharap peningkatan tersebut bisa membawa mereka lebih dekat, termasuk peluang finis poin sesekali.

Setelah balapan ini, Formula 1 memasuki masa libur musim panas dengan jeda empat minggu sebelum gelaran berikutnya, Dutch Grand Prix pada 21–23 Agustus. Balapan tersebut berformat sprint, sekaligus menjadi kunjungan terakhir F1 ke Zandvoort pada tahun ini sebelum kontrak sirkuit berakhir.