jurnalistik.co.id – Fabio Capello kembali menyinggung momen ketika ia meminta Ronaldo Nazario meninggalkan Real Madrid pada 2007. Pengakuan tersebut disampaikan Capello dalam acara Milano Football Week.
Meski mengambil keputusan itu, Capello menegaskan penilaiannya terhadap Ronaldo tidak berubah. Ia tetap memandang legenda Brasil tersebut sebagai pemain terbaik yang pernah ia latih, disertai alasan yang ia jabarkan secara spesifik.
“Tanpa ragu, Ronaldo adalah pemain terbaik yang pernah saya latih. Memang, dia tidak suka berkorban atau berlatih, tetapi dia memiliki kualitas yang tidak saya lihat pada pemain lain, benar-benar unik,” kata Capello, dilansir dari laporan Football Italia, Sabtu (6/6/2026).
Menurut Capello, kemampuan Ronaldo di lapangan menjadi dasar utama ia memberikan pujian seperti itu. Namun, ia juga menyoroti bahwa ada sisi lain dari Ronaldo yang tidak selalu sejalan dengan kebiasaan seorang pemain yang lebih disiplin dalam konteks latihan dan pengorbanan.
Capello sendiri dikenal sebagai pelatih dengan disiplin tinggi. Dalam kesempatan itu, ia mengungkap bahwa ia tidak menyukai kebiasaan Ronaldo di luar lapangan, terutama yang berkaitan dengan aktivitas pesta malam.
Ia menyatakan bahwa kebiasaan tersebut bahkan turut memengaruhi suasana di ruang ganti Real Madrid pada periode ketika mereka bekerja sama. Penilaian itu disampaikan Capello dengan gambaran yang tegas tentang bagaimana keadaan setelah aktivitas malam berlangsung.
“Ronaldo sangat suka berpesta. Anda bisa mencium bau alkohol darinya di ruang ganti setelah malam-malam keluar itu, dan dia sering menyeret beberapa rekan setimnya bersamanya. Saya memaksanya untuk pergi.”
Capello lalu menjelaskan bahwa tindakan yang ia ambil berujung pada keputusan untuk meminta Ronaldo meninggalkan Real Madrid. Keputusan tersebut, menurut cerita Capello, membuat Ronaldo akhirnya angkat kaki dari Santiago Bernabeu pada Januari 2007.
Ronaldo sendiri memang dikenal sebagai salah satu striker terbaik dunia pada masanya. Setelah tampil gemilang bersama Inter Milan, ia kemudian melanjutkan karier di Real Madrid dan menjadi bagian dari era Galacticos di Santiago Bernabeu.
Meski demikian, Capello menggambarkan bahwa hubungan profesionalnya dengan Ronaldo tidak selalu berjalan mulus selama periode mereka bekerja sama. Di sisi sepak bola, Capello tetap menilai Ronaldo memiliki kualitas yang tidak sama dengan pemain lain, tetapi ia menekankan adanya ketidaksukaan pada pola hidup di luar lapangan.
Dalam perkembangan lain, Capello juga menceritakan hal yang ia sampaikan terkait dunia kepelatihan. Terbaru, ia memberi tips kepada Carlo Ancelotti yang akan menangani Timnas Brasil mulai Juni 2024.
Setelah bagian itu, Capello mengaitkan ceritanya dengan perjalanan karier Ronaldo dalam periode setelah keputusan di Real Madrid. “Sang striker kemudian kembali ke Kota Milan untuk bergabung dengan AC Milan,” demikian yang disampaikan dalam rangkaian cerita Capello.
Capello juga membahas percakapannya dengan mantan pemilik AC Milan, Silvio Berlusconi, sebelum transfer tersebut terjadi. Dalam cerita Capello, perbincangan itu melibatkan rencana dan pertanyaan langsung mengenai perilaku Ronaldo.
“Saya berbicara dengan Berlusconi, mengatakan bahwa kami akan mengirim Ronaldo ke Arab Saudi, jadi dia bertanya bagaimana perilaku pemain itu, saya menjawab bahwa dia suka bersenang-senang dan berpesta.”
Dari rangkaian pengakuan Capello tersebut, tergambar bahwa penilaiannya terhadap Ronaldo sebagai pemain tetap tinggi, sementara catatan Capello lebih menyoroti sisi kebiasaan Ronaldo di luar lapangan. Pada saat yang sama, Capello juga menunjukkan bahwa ia mengambil tindakan untuk mengendalikan situasi yang ia anggap tidak sesuai dengan standar yang ia terapkan.
Dengan kata lain, Capello menempatkan Ronaldo sebagai pemain dengan kualitas unik di lapangan, tetapi ia menyebut peristiwa di ruang ganti dan kebiasaan pesta malam sebagai faktor yang membuat ia akhirnya meminta Ronaldo pergi. Keputusan itu kemudian menjadi bagian dari perjalanan karier Ronaldo, termasuk ketika ia beralih ke AC Milan setelah periode di Real Madrid.












