jurnalistik.co.id – Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Hery Saputra, menyebut penyelidikan dugaan penculikan atlet golf perempuan, Jesslyn Wijaya, terhambat karena pihak keluarga tidak merespons dan dinilai tidak kooperatif.
Roby menjelaskan bahwa hingga Kamis (23/7/2026), kepolisian telah menghubungi keluarga Jesslyn, namun belum ada respons yang bisa dikomunikasikan untuk pendalaman kasus.
“Ya, sampai sekarang kita hubungi keluarga belum ada yang merespons untuk dikomunikasikan,” kata Roby saat dihubungi Kompas.com melalui panggilan telepon pada Kamis (23/7/2026).
Penyelidikan, kata Roby, juga tidak bisa dilakukan melalui pendekatan tatap muka karena keluarga Jesslyn menolak ketika penyidik mendatangi rumah untuk meminta keterangan secara langsung.
“Iya betul itu (penyidik ditolak keluarga saat datang ke rumah tidak),” ujar Roby.
Upaya Pendalaman dan Ketiadaan Keterangan Resmi
Roby mengatakan upaya pendalaman sudah dilakukan sejak awal, termasuk menghubungi keluarga Jesslyn. Namun, menurutnya, upaya tersebut tidak berbuah respons dari pihak keluarga.
Dalam kondisi tersebut, polisi belum dapat memetakan secara utuh kronologi maupun respons dari pihak terkait, karena keterangan resmi belum diperoleh.
Roby menambahkan bahwa hingga saat ini pihaknya belum bisa menarik kesimpulan akhir apakah peristiwa yang dialami Jesslyn masuk kategori tindak pidana penculikan atau justru terkait persoalan keluarga.
“Kita belum bisa pastikan (penculikan atau bukan), karena kan belum ada memperoleh keterangan dari baik keluarganya ataupun Jesslyn,” tutur Roby.
Dengan kata lain, proses penyelidikan masih berada pada tahap yang membutuhkan konfirmasi dari pihak keluarga maupun dari Jesslyn sendiri agar penilaian hukum dapat dipastikan.
Berita Terkait
Lokasi Jesslyn Setelah Kejadian
Jesslyn merupakan atlet golf perempuan yang diduga menjadi korban penculikan oleh sekelompok pria tak dikenal di sebuah restoran di kawasan Jakarta Pusat pada Senin (13/7/2026).
Roby menyampaikan bahwa saat ini Jesslyn berada di Thailand setelah dibawa langsung oleh ibu dan bibinya sehari setelah kejadian dugaan penculikan tersebut.
“Dia saat ini berada di Bangkok ya, sama ibu dan tantenya,” ucap Roby saat dihubungi melalui panggilan telepon pada Kamis (23/7/2026).
Menurut Roby, awalnya Jesslyn terlacak di Kuala Lumpur, Malaysia. Setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, ternyata Jesslyn langsung meneruskan penerbangan ke Thailand pada hari yang sama, yaitu Selasa (14/7/2026).
“Jadi dari Jakarta, dari Semarang, terbangnya ke Kuala Lumpur. Kita cek lagi, koordinasi sama petugas Malaysia, ternyata mereka terbang lagi ke Bangkok,” kata Roby.
Langkah Lanjutan Melibatkan Interpol
Roby menyatakan bahwa Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat akan mengambil langkah lanjutan dengan melibatkan kepolisian internasional (Interpol).
Dengan keterkaitan lokasi di luar negeri, keterlibatan Interpol ditujukan agar koordinasi dan penelusuran dapat berjalan lebih efektif dalam rangka mendukung proses hukum yang sedang berlangsung.
Roby juga menegaskan bahwa kendala utama saat ini bukan pada ketersediaan upaya komunikasi, melainkan pada tidak adanya pihak yang bisa diajak menyampaikan informasi. Tanpa respons yang dapat dikonfirmasi, proses pendalaman cenderung mandek pada tahap pengumpulan informasi awal.
Ia menambahkan, penelusuran tidak bisa berjalan dengan pendekatan yang biasanya dipakai untuk klarifikasi langsung. Ketika upaya penyidik untuk mendatangi rumah ditolak oleh keluarga, polisi kehilangan kesempatan untuk memperoleh keterangan secara tatap muka, sehingga kronologi dan penilaian awal tetap memerlukan konfirmasi lebih lanjut.
Roby menyebut, karena perpindahan lokasi yang terjadi setelah kejadian, penyelidikan membutuhkan koordinasi lintas negara. Jesslyn yang semula terlacak di Kuala Lumpur kemudian diketahui melanjutkan penerbangan ke Bangkok pada hari yang sama, sehingga keterlibatan Interpol diarahkan untuk memperkuat kerja sama penelusuran dan penjadwalan pemeriksaan dengan pihak kepolisian terkait.












