jurnalistik.co.id – Raja Inggris mengungkapkan kekaguman saat meninjau Masjid Eco Cambridge, yang disebut sebagai masjid ramah lingkungan pertama di Eropa. Dalam kunjungan tersebut, ia menilai rancangan bangunan memiliki perhatian detail yang menonjol.
Charles III didampingi dalam tur ke tempat ibadah itu pada Senin. Ia disambut kerumunan warga yang antusias di Mill Road, sebelum melanjutkan pertemuan dengan pejabat dan umat di dalam kompleks masjid.
Pujian itu disampaikan langsung saat berbicara di hadapan hadirin. Raja mengatakan, “I’m so impressed by the quality of the design, of all the care and attention which has been lavished on it.”
Di kesempatan yang sama, ia menekankan kontribusi masjid tersebut. Ia menyatakan, “It makes a huge contribution I’m sure not only to the Muslim community, but to Cambridge itself.”
Raja kemudian melanjutkan dengan doa dan dukungan agar kegiatan keagamaan yang terpadu terus berjalan. Ia berpesan, “So I congratulate you and I pray with all my heart that you continue with every possible success and that you continue your work together with other faiths in this area to set a remarkable example of integrated faith activity.”
Skema ramah lingkungan yang ditonjolkan
Masjid tersebut dikenalkan dengan berbagai inisiatif yang dirancang untuk menekan dampak lingkungan. Salah satu skema yang disebutkan adalah penggunaan heat pump yang efisien, panel surya, serta pengumpulan “spare water” dari wastafel kamar mandi dan air hujan.
Untuk penerangan, bangunan juga memakai skylight besar di atap yang menyalakan cahaya sepanjang tahun. Dengan pendekatan itu, kawasan ibadah diatur agar kebutuhan pencahayaan tidak sepenuhnya bergantung pada listrik konvensional.
Dalam tur tersebut, Charles III melepas sepatunya sebelum berjalan menuju ruang salat. Ia kemudian menerima buku mengenai masjid dengan kapasitas sekitar 1.000 orang, sehingga tamu undangan memahami skala komunitas yang dilayani.
Berita Terkait
Di sela agenda, Charles III menunjukkan perhatian khusus pada taman masjid. Ia terlihat menyimak penjelasan yang berkaitan dengan area hijau di lokasi.
Selain sesi tur dan pertemuan, Charles III sempat bercanda dengan anak-anak sekolah. Ia berharap tidak “ruined the holidays too much by dragging you in here”.
Mozaik perhatian terhadap simbol lokal juga tampak dalam momen peresmian. Charles III membuka plakat yang menandai peringatan 75 tahun Cambridge memperoleh status kota dari kakeknya, Raja George VI, sebelum menyebut kunjungan itu sebagai “pleasure”.
Respon pengurus masjid
Keberhasilan sambutan tamu kenegaraan itu juga disampaikan oleh pihak pengelola. Zeynep Coskun, seorang wali amanat masjid, mengatakan bahwa kesempatan tersebut adalah “such an honour” untuk menyambut Raja.
Coskun menambahkan, “He was very kind, he talked to everyone, he tried to understand everyone’s role,”. Pernyataan itu menggambarkan bagaimana Raja berusaha berinteraksi dengan berbagai pihak yang terlibat dalam kegiatan masjid.
Menurut rangkaian kunjungan yang dilaporkan, Charles III berada di Cambridge Central Mosque untuk menilai aspek desain dan konsep keberlanjutan, sebelum melanjutkan agenda berikutnya pada hari yang sama.
Di kunjungan terpisah kemudian, Raja membuka fasilitas baru Universitas Cambridge, Whittle Laboratory. Pusat ini disebut bernilai £58 juta dan difokuskan sebagai tempat bagi inovasi terobosan dalam penerbangan serta energi menuju target net zero.
Charles III juga pernah terlibat dalam tahap awal proyek tersebut ketika “broken ground” pada 2023. Ia sebelumnya juga berkunjung pada 2020 dan 2022, menandai kesinambungan perhatian terhadap pengembangan riset di universitas tersebut.








