Internasional

AS Luncurkan Serangan Baru ke Iran, Trump Peringatkan Pembalasan atas Kematian Prajurit

×

AS Luncurkan Serangan Baru ke Iran, Trump Peringatkan Pembalasan atas Kematian Prajurit

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: US launches fresh strikes on Iran, as Trump warns of retaliation for death of soldiers

jurnalistik.co.id – Militer Amerika Serikat mengumumkan dimulainya putaran serangan baru terhadap Iran untuk “further degrade” kemampuan negara itu menyerang kapal di Selat Hormuz. Serangan ini merupakan malam kesepuluh berturut-turut.

Menurut laporan itu, serangan yang dilancarkan AS dirancang untuk memperlemah kemampuan Iran dalam melakukan serangan terhadap pelayaran di wilayah strategis tersebut. Langkah ini muncul di tengah eskalasi yang dipicu oleh kabar jatuhnya prajurit AS.

Presiden AS Donald Trump menyatakan Iran akan menerima tindakan pembalasan. Ia mengatakan AS akan “pay many times over” atas kematian para prajurit, setelah sebelumnya menyebut Iran telah dipukul “very hard” pada malam sebelumnya “in honour” dari tiga prajurit AS yang tewas.

Tiga prajurit yang dimaksud disebut berasal dari dua lokasi berbeda: dua orang tewas di Yordania, dan satu orang tewas di Irak. Trump mengaitkan serangan malam sebelumnya dengan upaya menghormati kematian mereka.

Dalam pernyataannya, AS menyebut situs militer dan komunikasi Iran menjadi target. Iran kemudian menyampaikan bahwa serangan itu menargetkan beberapa lokasi yang dikaitkan dengan wilayah di Bahrain, Yordania, dan Suriah.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan kondisi yang dihadapi negaranya kini setara dengan perang skala penuh. Ia menyebut Iran sedang “fighting a full-scale war” dengan AS.

Di saat yang sama, Teheran menyatakan saluran komunikasi diplomatik masih berlangsung melalui perantara. Pernyataan itu menekankan bahwa pesan-pesan diplomatik antara kedua pihak tetap dipertukarkan, meski disebut ada “collapse of a ceasefire”.

Selain dinamika pernyataan di level pemerintah, laporan dari kawasan juga menggarisbawahi respons militer di beberapa negara tetangga.

Respons di Yordania, Kuwait, dan Bahrain

Militer Yordania menyatakan pada Senin malam mereka menembak jatuh tiga rudal Iran. Pernyataan itu datang ketika sirene peringatan berbunyi di seluruh negeri.

Kemudian, Angkatan Bersenjata Kuwait menyebut telah melakukan intersepsi terhadap drone-drone dari Iran pada hari yang sama. Sementara itu, Bahrain mengatakan drone yang diluncurkan Iran menargetkan sistem navigasi udara, tetapi arus lalu lintas tetap tidak terganggu.

Laporan dampak serangan malam sebelumnya

Untuk serangan yang terjadi pada malam sebelumnya, kantor berita Tasnim yang bersifat semi-resmi melaporkan bahwa beberapa kota terkena dampak. Kota-kota yang disebut mencakup Tabriz, Chabahar, Konarak, Bandar Mahshahr, dan Bandar Imam Khomeini.

Media negara Iran juga melaporkan adanya ledakan yang menimpa dua kapal tanker minyak. Laporan tersebut menyebut ledakan terjadi saat kapal-kapal itu berupaya melintasi selat.

Komando Garda Revolusi Islam (IRGC) menyampaikan penjelasan versi mereka. IRGC menyebut tanker sedang melalui jalur selatan yang dinilai “unsafe and hazardous”, lalu “exploded and were brought to a halt”.

Namun, pihak Centcom membantah klaim tersebut. Centcom menyatakan bahwa klaim yang disampaikan oleh IRGC dan laporan media negara tidak sesuai dengan penilaian mereka.

Dengan serangan yang berlanjut hingga malam kesepuluh berturut-turut, ketegangan di wilayah Selat Hormuz terus menjadi fokus perhatian. Upaya AS untuk “degrade” kemampuan Iran menyerang kapal berhadapan dengan pernyataan Iran yang menggambarkan situasi sebagai konflik skala besar.

Di luar medan tempur, pernyataan mengenai pertukaran pesan diplomatik melalui perantara memperlihatkan adanya jembatan komunikasi yang tetap dijalankan. Meski begitu, kedua pihak tetap berada dalam kerangka eskalasi, sebagaimana tercermin dari pernyataan pembalasan Trump serta respons militer negara-negara kawasan terkait ancaman rudal dan drone.

Seri serangan yang dipaparkan AS juga diposisikan sebagai bagian dari upaya menekan kemampuan Iran memobilisasi serangan terhadap jalur pelayaran di Selat Hormuz. Di sisi lain, pernyataan pihak AS dan Iran sama-sama memperlihatkan bahwa eskalasi masih menjadi kerangka utama, bukan sekadar insiden terpisah.

Perbedaan penilaian tetap mengemuka dari klaim berbagai pihak mengenai dampak di lapangan, mulai dari laporan media Iran, penjelasan versi IRGC tentang kondisi jalur yang dinilai berisiko, hingga bantahan dari Centcom. Meski demikian, informasi yang datang dari kawasan—termasuk laporan intersepsi drone dan penembakan rudal—menggambarkan bahwa respons militer regional berlangsung bersamaan dengan meningkatnya ketegangan.