jurnalistik.co.id – Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (CONMEBOL) kembali mendorong perubahan format Piala Dunia pada edisi 2030. Usulan ini disampaikan Presiden CONMEBOL, Alejandro Dominguez, tak lama setelah Piala Dunia 2026 berakhir.
Langkah tersebut muncul ketika Piala Dunia 2026 baru saja selesai, sebuah ajang yang untuk pertama kalinya diikuti 48 negara. Dominguez menyampaikan gagasannya melalui media sosial pada Senin (20/7/2026) waktu setempat.
Dalam unggahannya, Dominguez mengaitkan usulan tersebut dengan momentum perayaan 100 tahun Piala Dunia. Ia menilai edisi 2030 layak dirayakan dengan skema yang lebih besar dari sebelumnya.
Gagasan 64 tim untuk Piala Dunia 2030
Dominguez menyatakan, “Piala Dunia berikutnya digelar di rumah kami! Pada 2030, Piala Dunia akan hadir di Uruguay, Argentina, dan Paraguay”. Kalimat itu menjadi bagian dari penjelasan mengenai rencana penyelenggaraan di kawasan Amerika Selatan.
Menurut Dominguez, perluasan jumlah peserta juga dimaksudkan agar perayaan bisa berlangsung dengan skala yang lebih luas. Ia menambahkan, “Ini akan menjadi kesempatan besar bagi sepak bola untuk merayakan 100 tahun Piala Dunia dengan turnamen yang diikuti 64 tim”.
Dengan demikian, inti usulan CONMEBOL adalah agar Piala Dunia 2030 dimainkan oleh 64 tim. Usulan ini juga secara langsung merespons perubahan format yang mulai diterapkan pada edisi 2026.
Komposisi peserta Piala Dunia 2026 meningkat menjadi 48 tim, naik dari 32 tim yang digunakan sejak edisi 1998 hingga 2022. Usulan CONMEBOL datang sebagai dorongan agar edisi 2030 mengambil lompatan berikutnya setelah penerapan format 48 peserta.
Hingga saat ini, FIFA belum memberikan tanggapan resmi terhadap usulan yang disampaikan CONMEBOL. Tidak ada pernyataan lanjutan yang menjelaskan sikap atau kemungkinan tindak lanjut dari pihak FIFA.
Berita Terkait
Rencana tuan rumah yang sudah disahkan sebelumnya
Walaupun muncul usulan perubahan jumlah peserta, rencana penyelenggaraan Piala Dunia 2030 pada dasarnya sudah memiliki kerangka tuan rumah. Berdasarkan rencana yang telah disahkan sebelumnya, Piala Dunia 2030 dipusatkan di Spanyol, Portugal, dan Maroko sebagai tuan rumah utama.
Di luar tiga tuan rumah utama tersebut, Uruguay, Argentina, dan Paraguay direncanakan menggelar masing-masing satu pertandingan pembuka. Penempatan laga pembuka itu ditempatkan sebagai bagian dari perayaan 100 tahun Piala Dunia.
Uruguay mendapatkan kehormatan untuk menjadi tuan rumah laga pembuka karena menjadi penyelenggara sekaligus juara pada edisi perdana Piala Dunia pada 1930. Pertimbangan itu menjadi bagian dari alasan historis dalam penetapan pertandingan pembuka di kawasan tersebut.
Dengan skema tersebut, usulan CONMEBOL tidak menyinggung perubahan pada pembagian tuan rumah yang sudah ada. Namun, gagasan 64 tim akan mengubah ukuran kompetisi yang akan dimainkan pada tahun 2030.
Dampak jika disetujui FIFA
Jika usulan CONMEBOL disetujui FIFA, Piala Dunia 2030 berpeluang kembali menorehkan catatan baru sebagai turnamen dengan jumlah peserta terbanyak. Hal itu akan terjadi hanya empat tahun setelah format 48 tim mulai diterapkan pada edisi 2026.
Urutan perubahan format menjadi salah satu titik perhatian dalam usulan ini. Pada edisi 2026, jumlah peserta ditingkatkan menjadi 48 negara, dan pada periode berikutnya CONMEBOL mendorong perluasan menjadi 64 tim untuk Piala Dunia 2030.
Terlepas dari belum adanya respons resmi dari FIFA, dorongan CONMEBOL menunjukkan upaya mengaitkan evolusi format turnamen dengan tema perayaan 100 tahun Piala Dunia. Dengan latar momentum tersebut, Dominguez menempatkan Uruguay, Argentina, dan Paraguay sebagai bagian dari narasi penyelenggaraan di 2030.
Kini, penentuan langkah selanjutnya berada di tangan FIFA. Usulan yang disampaikan Dominguez akan menjadi salah satu bahan pertimbangan setelah Piala Dunia 2026 berakhir dan proses persiapan menuju edisi 2030 memasuki fase berikutnya.












