Olahraga

Wenger Jelaskan Jeda Minum Piala Dunia 2026: FIFA Evaluasi, Tapi Tidak Mengubah Hasil Laga

×

Wenger Jelaskan Jeda Minum Piala Dunia 2026: FIFA Evaluasi, Tapi Tidak Mengubah Hasil Laga

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: FIFA Bakal Evaluasi Jeda Minum Piala Dunia 2026, Wenger Beri Penjelasan

jurnalistik.co.id – Kepala Pengembangan Sepak Bola FIFA, Arsene Wenger, menegaskan jeda minum pada Piala Dunia 2026 tidak mengubah jalannya pertandingan maupun hasil akhir laga. Meski begitu, ia menyatakan FIFA masih akan menilai dampak aturan tersebut sebelum memutuskan apakah akan diterapkan di turnamen berikutnya. Wenger menyampaikan penilaian itu menjelang final Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Spanyol dan Argentina di Stadion New York New Jersey pada Minggu, 19 Juli 2026. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konteks perannya sebagai Ketua FIFA Technical Study Group di ajang tersebut. Pada Piala Dunia 2026, FIFA menerapkan jeda hidrasi selama tiga menit di pertengahan setiap babak. Aturan ini diberlakukan pada seluruh pertandingan tanpa mempertimbangkan lokasi maupun kondisi cuaca. Wenger melihat kebijakan tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga agar pertandingan tetap berjalan dengan standar yang sama. Namun, kebijakan jeda minum memunculkan respons yang beragam dari berbagai pihak. Sebagian menilai jeda hidrasi membuat ritme permainan terasa terputus sehingga laga tampak terbagi menjadi beberapa segmen. Ada pula kritik yang menyebut jeda tersebut memberi ruang lebih banyak bagi penayangan iklan saat siaran berlangsung. Di awal turnamen, sejumlah penonton juga sempat menyuarakan ketidakpuasan ketika jeda minum berlangsung. Meski suasana itu muncul selama kompetisi, Wenger menegaskan bahwa pertanyaan utamanya bukan pada rasa tidak suka sebagian pihak, melainkan pada apakah aturan itu benar-benar memengaruhi kompetisi. Wenger menjawab tegas ketika ditanya apakah jeda hidrasi berdampak pada pertandingan. “Tidak,” katanya dalam konferensi pers saat menerima pertanyaan tersebut. Ia menambahkan bahwa FIFA perlu melakukan analisis setelah Piala Dunia untuk melihat efek dari kebijakan tersebut. Menurut Wenger, pandangan bahwa jeda minum akan mengubah jalannya kompetisi tidak terbukti dalam evaluasi awalnya. “Menurut saya, (istirahat minum) tidak mengubah hasil kompetisi.” Ia menyampaikan bahwa tugas utama FIFA adalah melayani para penonton sepak bola, sehingga kebijakan yang diambil perlu mempertimbangkan kepentingan mereka. Selanjutnya, Wenger mengatakan FIFA akan mengumpulkan berbagai masukan sebelum mengambil keputusan terkait masa depan aturan jeda hidrasi. Ia menekankan bahwa organisasi ingin memastikan setiap kebijakan tetap memperhatikan kebutuhan pemain sekaligus pengalaman penonton selama pertandingan. Dengan kata lain, evaluasi yang dilakukan diharapkan bersifat menyeluruh, tidak hanya berangkat dari satu sudut pandang. Sikap Wenger juga menunjukkan bahwa FIFA tidak langsung menetapkan keputusan permanen hanya karena aturan telah dipakai selama Piala Dunia 2026. Ia menyebut FIFA belum memutuskan apakah jeda minum akan dipertahankan pada turnamen berikutnya. Proses evaluasi itu akan dilakukan setelah kompetisi selesai, sebelum menentukan langkah selanjutnya. Dalam perbincangan menjelang final, Wenger tampak ingin menegaskan bahwa diskusi mengenai aturan tidak boleh dilepaskan dari data dan penilaian menyeluruh setelah turnamen usai. Ia menggarisbawahi perlunya analisis terhadap dampak kebijakan, termasuk bagaimana jeda hidrasi memengaruhi pertandingan secara nyata. Di sisi lain, perbedaan pendapat dari pelatih dan pemain mengenai aturan baru turut memperkaya dinamika evaluasi. Ketika sebagian pihak menganggap jeda membuat pertandingan kurang mengalir, pihak lain melihatnya sebagai bagian dari pengelolaan permainan yang lebih terukur. Bagi Wenger, semua masukan itu akan ditampung sebagai bahan pertimbangan FIFA untuk kebijakan berikutnya. Pada akhirnya, penekanan utama Wenger adalah bahwa jeda minum bukan faktor penentu yang mengubah hasil pertandingan. Meski aturan itu mendapat sorotan, FIFA tetap akan melakukan evaluasi setelah turnamen berakhir. Keputusan mengenai keberlanjutan jeda hidrasi, menurutnya, akan diambil setelah organisasi menilai dampaknya secara menyeluruh dan mempertimbangkan kebutuhan seluruh pihak yang terlibat dalam pertandingan.