jurnalistik.co.id – Pertarungan kelas welter antara Conor Benn dan juara WBC Ryan Garcia dijadwalkan berlangsung pada 12 September di T-Mobile Arena, Las Vegas. Ini menjadi momen penting bagi Benn untuk menantang gelar dunia setelah penantian cukup panjang di divisi yang sama.
Bagi Benn, laga tersebut sekaligus merupakan kesempatan pertamanya merebut titel dunia. Petinju asal Inggris itu, saat ini berusia 29 tahun, ditunjuk sebagai penantang nomor satu WBC pada Desember, meski ia tidak bertarung di kelas welter sejak Februari 2024.
Di sisi lain, Garcia memasuki ring sebagai pemegang sabuk WBC kelas welter. Garcia meraih gelar setelah mengalahkan Mario Barrios pada Februari, dan duel ini menjadi pertahanan pertamanya atas sabuk tersebut.
Promosi laga ini juga melibatkan perubahan besar dalam lanskap petinju. Benn kini dinaungi Zuffa Boxing, sebuah organisasi yang didukung oleh Dana White dan modal asal Arab Saudi, menyusul perpindahan Benn dari promotor sebelumnya.
Dana White menyebut duel ini sebagai salah satu yang layak dinantikan. Ia mengatakan, “These guys have been going back and forth on social media and this fight is going to be awesome,” yang menggambarkan ekspektasi tinggi terhadap pertarungan keduanya.
Garcia sendiri dikenal sebagai petinju Amerika yang memiliki darah Meksiko. Pertarungan ini juga akan digelar pada akhir pekan menjelang Mexican Independence Day, menambah nuansa momentum budaya di luar arena.
Dari catatan performa, Garcia tampil sangat dominan sepanjang karier profesionalnya. Ia berusia 27 tahun dan mencatat 25 kemenangan dari 28 pertarungan, dengan rincian dua kekalahan serta satu hasil no-contest. Namun, ia juga pernah menerima skorsing selama satu tahun di antara 2024 hingga 2025 setelah gagal tes narkoba.
Berita Terkait
Benn memiliki statistik yang sama-sama menarik saat masuk sebagai penantang. Ia hanya menelan satu kekalahan dalam 26 laga, tetapi kariernya juga sempat terganggu karena skandal doping yang membuatnya absen selama satu tahun. Situasi ini menjadikan duel kian sarat tekanan, karena keduanya membawa latar yang pernah diuji oleh keputusan disipliner.
Rangkaian cerita menjelang laga turut menjadi sorotan. Garcia muncul di acara Jimmy Fallon pada Mei untuk menyampaikan rencana menghadapi Benn, sementara Oscar de la Hoya—yang mempromosikan petinju Amerika—menyatakan pada bulan berikutnya bahwa belum ada pembicaraan yang berlangsung.
Dalam waktu dekat, Benn dan Garcia juga sudah berada dalam momen seremonial ketika keduanya timbang badan di atas panggung menjelang UFC 329. Benn terakhir bertanding di kelas welter lebih dari dua tahun lalu, ketika ia menang angka atas Peter Dobson di Las Vegas.
Meski demikian, Benn tidak hanya bertahan di satu divisi. Pada 2025, ia naik dua kelas untuk dua pertarungan melawan Chris Eubank Jr di kelas menengah, sebelum kemudian mengalahkan Regis Prograis pada April melalui skema catchweight, dengan margin 3 pon di atas batas kelas welter.
Perubahan promosi Benn juga turut mengarahkan arah persiapan menuju laga ini. Ia meninggalkan Matchroom untuk kesepakatan laga tunggal bersama Zuffa Boxing pada Februari, lalu setelahnya menandatangani perjanjian multilaga dengan promotor tersebut.
Sebelum pertarungan ini, Benn juga pernah menyampaikan pandangannya tentang Garcia. Ia menyebut Garcia “good for boxing”, tetapi di saat yang sama menilai petinju tersebut sebagai “liability”, sebuah pernyataan yang memperlihatkan adanya penilaian ganda: peluang besar untuk hiburan, namun juga potensi risiko yang ia anggap perlu diwaspadai.
Dengan seluruh latar tersebut—status WBC, perubahan divisi, catatan kemenangan, serta sejarah skorsing—duel di T-Mobile Arena pada 12 September berpotensi menjadi pertemuan yang menentukan. Bagi Benn, ini adalah kesempatan pertama berburu gelar dunia; bagi Garcia, ini adalah pembuktian awal sebagai juara yang siap mempertahankan sabuknya.






