Olahraga

Waerenskjold Kuasai Sprint Jarak Panjang, Raih Etape Tercepat Tour de France

×

Waerenskjold Kuasai Sprint Jarak Panjang, Raih Etape Tercepat Tour de France

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Tour de France results: Soren Waerenskjold makes long-range sprint to win fastest-ever stage

jurnalistik.co.id – Soren Waerenskjold mencuri perhatian pada Etape 11 Tour de France dengan akselerasi jarak jauh yang mengejutkan para kandidat juara. Pembalap asal Norwegia itu merebut etape tercepat dalam sejarah balapan hanya dengan selisih tipis di ujung sprint.

Ini menjadi kemenangan perdana Waerenskjold di etape Tour de France, sekaligus kemenangan tahap ke dua untuk timnya, Uno-X Mobility. Di Tour keempatnya, ia—yang berusia 26 tahun—akhirnya mematahkan skenario yang semula mengarah pada sprint massal.

Di sisi klasemen umum, Tadej Pogacar tetap mempertahankan posisi teratas. Ia masih unggul 3 menit 36 detik atas Jonas Vingegaard setelah Etape 11 bergulir.

Etape 11 sendiri berlangsung dengan kecepatan tinggi. Rombongan utama menyelesaikan lintasan pada rata-rata 50,9 km per jam, melampaui rekor sebelumnya sebesar 50,3 km per jam yang dicatat pada 1999.

Rute yang dijalani para pembalap terbilang datar, 161,3 km dari Vichy menuju Nevers. Seiring jarak tersisa makin menipis, finis sprint mulai tampak sebagai skenario paling mungkin pada hari Rabu.

Namun, permainan berubah ketika Cees Bol membuat langkah awal. Saat peloton menutup kelompok terdepan dan memasuki 500 meter terakhir, ritme tidak langsung berujung pada duel sprint yang rapi.

Rekan setim Waerenskjold, Olav Kooij, tidak langsung merespons ketika momen krusial terbuka. Di tengah ragu yang muncul di antara para pembalap, Waerenskjold justru “menyelinap” melalui celah di samping pagar pembatas dengan 400 meter tersisa.

Begitu berada di depan, ia melancarkan serangan balasan. Waerenskjold menyalip Cees Bol lebih dulu, sebelum Kooij dan Jasper Philipsen mengejar dari belakang dengan peluang merebut kendali.

Meski upaya pengejaran terus berjalan, Waerenskjold memiliki cadangan tenaga yang cukup. Ia menuntaskan laju lebih dulu dan finis dengan keunggulan hampir sepanjang satu sepeda dibandingkan Kooij.

Jasper Philipsen tercatat melintasi garis finis di posisi ketiga. Akan tetapi, ia kemudian direlegasi karena dianggap bergerak saat sprint, sehingga Milan Fretin dinaikkan untuk mengisi podium.

Waerenskjold sempat menjelaskan momen ketika celah itu muncul. Ia berkata, “I saw Cees Bol had a gap and I tried to sprint up to him and hold a little bit back to go from his wheel.”

Ia menambahkan bagian yang memperjelas kendalinya terhadap tempo di sisa jarak. “Then I saw there were 250 to go. I was just waiting for the same thing to happen when Merlier passed me, but it didn’t happen this time.”

Bagi Waerenskjold, kemenangan ini terasa sangat penting. Ia menuturkan, “It means everything, it’s my biggest win so far. There are two or three guys here who are faster, but if I’m lucky and have a good sprint like today then it’s possible.”

Menurutnya, momen itu masih perlu “masuk” ke pikirannya. “I just have to let it sink in and then I will probably be more happy than I look now, but it’s a big surprise for myself.”

Hasil Etape 11: Soren Waerenskjold (Nor/Uno-X Mobility) 3hrs 10mins 6secs; Olav Kooij (Ned/Decathlon CMA CGM) dengan waktu sama; Milan Fretin (Bel/Cofidis) juga menyusul; Huub Artz (Ned/Lotto Intermarche); Biniam Girmay (Eri/NSN Cycling); Anthony Turgis (Fra/TotalEnergies); Clement Russo (Fra/Groupama-FDJ United); Fernando Gaviria (Col/Caja Rural-Seguros RGA); Pascal Ackermann (Ger/Jayco AlUla); dan Mads Pedersen (Den/Lidl-Trek).

Adapun klasemen umum setelah Etape 11 mencatat Tadej Pogacar (Slo/UAE Team Emirates-XRG) dengan total 39hrs 25mins 8secs. Jonas Vingegaard (Den/Visma-Lease a Bike) berada di belakang dengan selisih +3mins 36secs, disusul Remco Evenepoel (Bel/Red Bull-Bora-Hansgrohe) +4:06, Juan Ayuso (Spa/Lidl-Trek) +4:22, Paul Seixas (Fra/Decathlon-CMA CGM) +4:35, serta Florian Lipowitz (Ger/Red Bull-Bora-Hansgrohe) +4:44.

Urutan berikutnya adalah Isaac del Toro (Mex/UAE Team Emirates-XRG) +5:08, Mattias Skjelmose (Den/Lidl-Trek) +5:45, Lenny Martinez (Fra/Bahrain-Victorious) +6:34, dan Tom Pidcock (GB/Pinarello-Q36.5) dengan selisih 11:49.

Bagi Waerenskjold, kemenangan yang lahir dari keberanian membaca situasi ini sekaligus menggarisbawahi betapa tidak terduganya Tour de France. Etape yang seharusnya menjadi milik sprint klasik justru berubah menjadi panggung bagi serangan jarak jauh yang menentukan.