jurnalistik.co.id – Kupang, Nusa Tenggara Timur, dinyatakan siap menjadi tuan rumah Pekan Special Olympics Nasional (PeSONas) II yang dijadwalkan berlangsung pada 13–18 Oktober 2026. Pernyataan itu disampaikan Gubernur NTT Emanuel Melki Laka Lena dalam acara Charity Night Special Olympics Indonesia (SOIna) di Kementerian Sosial, Jakarta, pada Rabu (15/7/2026).
Menurut Melki Laka Lena, persiapan yang dilakukan Pemerintah Provinsi NTT tidak hanya berfokus pada arena pertandingan serta fasilitas pendukung. Ia menekankan kesiapan yang lebih luas, agar seluruh atlet penyandang disabilitas intelektual dapat merasakan penghargaan dan kenyamanan selama gelaran berlangsung.
“Sebagai Tuan Rumah, kami tidak hanya menyiapkan pertandingan, penginapan atau pembukaan. Tetapi sebagai tuan rumah kami juga menyiapkan hati, menyiapkan masyarakat, menyiapkan lingkungan, dan menyiapkan ruang untuk setiap atlet dan juga semua yang nanti hadir menemani para atlet di Kupang, NTT dihargai sebagai pribadi yang unggul,” katanya dalam acara Charity Night Special Olympics Indonesia (SOIna) di Kementerian Sosial, Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Gubernur NTT juga menggarisbawahi bahwa peran tuan rumah dipahami sebagai bentuk komitmen yang melibatkan banyak aspek kehidupan di daerah. Ia menyebut upaya tersebut mencakup penyediaan ruang bagi atlet serta dukungan sosial dari masyarakat sekitar.
Dalam kesempatan itu, Melki Laka Lena menilai kepercayaan untuk menjadi tuan rumah PeSONas II merupakan kehormatan sekaligus amanah. Ia mengatakan penghormatan dan tanggung jawab tersebut disambut Pemerintah Provinsi NTT dengan rasa syukur.
Lebih lanjut, ia menyatakan PeSONas II bukan sekadar ajang olahraga empat tahunan. Baginya, kegiatan itu menjadi momentum untuk menunjukkan komitmen Indonesia dalam membangun masyarakat yang inklusif.
“Ia adalah sebuah pernyataan bahwa Indonesia sedang bergerak menuju masyarakat yang inklusif. Yang melihat kemampuan sebelum melihat keterbatasan, yang membuka ruang sebelum memberi penilaian,” kata Melki.
Melki Laka Lena menegaskan bahwa gagasan inklusi tidak boleh berhenti pada slogan. Ia menyebut NTT menyiapkan pertemuan dan penyambutan sebagai “rumah” bagi seluruh peserta, sehingga prinsip kesetaraan dapat dirasakan langsung melalui perlakuan terhadap manusia sebagai sesama manusia.
Berita Terkait
PeSONas II: jumlah peserta dan cabang yang dipertandingkan
PeSONas II 2026 akan diikuti sedikitnya 23 provinsi. Rangkaian kompetisi juga melibatkan total 908 atlet serta 386 pelatih yang akan berlaga di Kota Kupang.
Ajang ini mempertandingkan tujuh cabang olahraga. Dengan skala peserta tersebut, pemerintah daerah menurut Melki perlu menyiapkan ekosistem yang mendukung aktivitas atlet secara menyeluruh, mulai dari kebutuhan teknis hingga suasana penerimaan bagi semua pihak yang hadir.
“Kami di NTT mempersiapkan ini sebagai sebuah rumah, di mana semua tamu yang datang akan dihargai dan rumah yang memperlihatkan bahwa inklusi bukan sekadar slogan, tetapi akan kita buktikan dengan memperlakukan manusia sebagai sesama manusia,” kata dia.
Dalam pandangannya, persiapan tuan rumah meliputi upaya membangun lingkungan yang inklusif agar setiap atlet dapat merasa dihormati sebagai individu. Ia juga menempatkan kebutuhan atlet penyandang disabilitas intelektual sebagai bagian penting dari perencanaan, termasuk bagaimana masyarakat setempat berinteraksi dan mendukung jalannya kegiatan.
Melki Laka Lena menambahkan bahwa peran tuan rumah berarti mempersiapkan pengalaman yang utuh bagi peserta dan pendamping. Ia menyampaikan perhatian terhadap kesiapan di bidang-bidang yang berkaitan dengan kenyamanan atlet, sehingga seluruh rangkaian PeSONas dapat berjalan sesuai tujuan besar gerakan Special Olympics.
Ke depan, kesiapan Kupang sebagai lokasi penyelenggaraan diharapkan menjadi contoh penerapan inklusi di ruang publik. Dengan dukungan pemerintah daerah dan partisipasi berbagai pihak, PeSONas II diposisikan sebagai ajang yang tidak hanya menampilkan prestasi olahraga, melainkan juga memperkuat cara pandang terhadap kemampuan setiap individu.
Melki Laka Lena menegaskan bahwa NTT ingin hadir sebagai rumah yang nyaman bagi seluruh peserta sekaligus menunjukkan bahwa inklusi adalah praktik yang nyata. Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan arah persiapan menjelang penyelenggaraan pada Oktober 2026.
Dengan jadwal 13–18 Oktober 2026, Kupang kemudian akan menjadi titik pertemuan 23 provinsi dan ratusan peserta. Melalui pendekatan persiapan yang menekankan arena, fasilitas, serta lingkungan inklusif, Pemerintah Provinsi NTT berharap gelaran PeSONas II dapat berjalan lancar dan bermakna bagi seluruh atlet.












