Daerah

Nikah Massal Pemkot Ambon 28 Agustus 2026: Target 200 Pasangan

×

Nikah Massal Pemkot Ambon 28 Agustus 2026: Target 200 Pasangan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Pemkot Ambon Akan Gelar Nikah Massal, Kuota Cuma 200 Pasangan

jurnalistik.co.id – Rencana pernikahan massal Pemkot Ambon pada 28 Agustus 2026 sudah mulai menarik perhatian warga. Program ini menargetkan 200 pasangan agar pernikahan mereka dapat disahkan sekaligus oleh negara dan agama.

Di kantor Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Ambon, pendaftar terlihat terus berdatangan sambil membawa berkas untuk proses mengikuti nikah massal. Keterangan yang disampaikan petugas menyebut minat masyarakat cukup tinggi, bahkan sebagian kuota sudah tidak lagi tersedia.

Plt Sekretaris Dinas Dukcapil sekaligus Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Kota Ambon, Lenortjie Manusiwa, mengatakan kuota pasangan beragama Islam telah ditutup. Ia menuturkan kondisi pendaftaran membuat panitia harus mengatur kapasitas sesuai komposisi pemohon.

“Sangat tinggi sekali, sudah ada yang full . Kuota pasangan yang beragama Islam sudah kami tutup. Sedangkan pasangan agama Kristen dan Katolik hampir penuh, sudah ada 60,” ujar Lenortjie kepada Kompas.com saat ditemui di ruangannya, Kamis (13/8/2026).

Menurut Lenortjie, pembukaan kuota tahun ini memang diarahkan untuk 200 pasangan yang akan mengikuti nikah massal pada 28 Agustus 2026. Ia menyebut program tersebut merupakan agenda pemerintah yang digelar menjelang peringatan HUT Kota Ambon pada 7 September mendatang.

Program ini juga disebut sebagai penyelenggaraan ketiga kalinya dalam masa pemerintahan Wali Kota Ambon Bodewin Melkias Wattimena. Lenortjie menjelaskan, dari total kuota yang disediakan, sekitar 60 pasangan sudah “fix”, sedangkan sisanya masih menunggu dokumen diproses kembali atau masih menanyakan kelengkapan berkas.

“Yang sudah fix sekitar 60. Sisanya itu ada yang tunggu mereka bawa kembali berkas, ada yang masih tanya-tanya. Nanti dekat hari H pasti penuh bahkan bisa lebih,” kata Lenortjie.

Meski kapasitas awal ditetapkan 200 pasangan, pihaknya tidak menutup kemungkinan jumlah pendaftar bertambah. Ia menyatakan pelayanan tetap diusahakan agar pasangan yang belum memenuhi kuota awal tetap memperoleh bantuan pengurusan hingga mendapatkan legalitas pernikahan.

“Pasti saat hari H jumlahnya lebih. Ya tetap kami berikan pelayanan, ini juga program untuk bantu masyarakat jadi diusahakan agar bisa terlaksana. Bahkan, ada yang bermasalah pun kami usahakan bantu urus agar pasangan itu bisa mendapat hak legalitas pernikahan,” ujarnya.

Salah satu pendaftar, Welda Siahaya (25), mengaku merasa senang saat mengetahui program nikah massal dari pihak gereja. Ia menyebut kesempatan tersebut telah dinantinya sejak awal tahun karena dianggap memberi kemudahan baik dari sisi finansial maupun urusan administrasi.

“Saya dapat kabar dari gereja kalau akan ada nikah masal. Beta langsung segera siapkan berkas. Kebetulan beta calon suami di Sorong, Papua, jadi beta urus di sini,” kata Welda kepada kompas.com saat sedang mengantri memasukan berkas.

Untuk rangkaian pemberkatan nikah massal bagi pasangan Kristen, kegiatan akan digelar di Gereja Marantha, Kota Ambon. Welda menyampaikan bahwa pemberkatan masal untuk 100 pasangan Kristen menjadi momen yang langka sekaligus jalan keluar bagi mereka yang memiliki keterbatasan dalam waktu dan biaya.

Di tengah lonjakan pendaftar, petugas juga terlihat melakukan penyesuaian alur pelayanan agar proses pemeriksaan berkas berjalan sesuai kuota yang tersedia. Mereka mengarahkan pemohon menyiapkan dokumen dan menunggu tahap berikutnya bila masih ada bagian berkas yang perlu dilengkapi atau diproses ulang. Panitia, menurut keterangan yang disampaikan, tetap berupaya memastikan setiap pasangan yang datang untuk mengikuti rangkaian nikah massal memperoleh pendampingan administrasi, termasuk bagi mereka yang berpotensi tidak langsung masuk hitungan kuota awal.

Kesempatan ini turut dirasakan oleh Welda Siahaya yang mengaku sudah mempersiapkan diri sejak awal tahun setelah mendapatkan kabar dari pihak gereja. Ia menilai program seperti ini meringankan urusan karena membantu mempercepat proses legalitas sekaligus mengurangi beban biaya dan waktu. Welda juga menyebut bahwa calon pasangannya berada di Sorong, Papua, sehingga ia mengurus langkah administrasi di Kota Ambon. Untuk pasangan Kristen, pemberkatan masal akan berlangsung di Gereja Marantha, dengan dukungan untuk 100 pasangan Kristen sebagai bagian dari rangkaian nikah massal tersebut.