Daerah

Pemprov Gorontalo Juara I, Gusnar Terima Bonus Rp2 Miliar

×

Pemprov Gorontalo Juara I, Gusnar Terima Bonus Rp2 Miliar

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Pemprov Gorontalo Terbaik I, Terima Bonus Rp2 Miliar

jurnalistik.co.id – Pemerintah Provinsi Gorontalo meraih penghargaan di ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Sulawesi yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Makassar, pada Jumat (18/9/2026).

Dalam penilaian tersebut, Gorontalo menempati peringkat I untuk kategori Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan. Penghargaan diserahkan Wakil Menteri Dalam Negeri kepada Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail.

Bersamaan dengan capaian tersebut, Gusnar Ismail menerima bonus Rp2 miliar sebagai bagian dari apresiasi yang diberikan kepada pemerintah daerah berprestasi. Penerimaan trofi ini menjadi penegasan bahwa upaya peningkatan layanan kesehatan terus mendapat perhatian pada level kebijakan daerah.

Fokus peningkatan layanan kesehatan

Perolehan juara I kategori akses dan kualitas layanan kesehatan dinilai berangkat dari komitmen dan kinerja Pemprov Gorontalo dalam memperluas akses masyarakat terhadap layanan yang berkualitas serta mudah dijangkau.

Langkah yang disebutkan mencakup penyediaan akses layanan kesehatan, perluasan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), hingga ketersediaan sanitasi layak. Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong ketersediaan fasilitas kesehatan yang sesuai standar.

Program lain yang menjadi bagian dari capaian tersebut adalah pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Kehadiran program ini memperkuat upaya pencegahan dan deteksi dini layanan kesehatan bagi masyarakat.

Pada kesempatan penghargaan, Gusnar Ismail menekankan bahwa pencapaian tersebut bukan hasil kerja satu pihak saja. Ia mengaitkannya dengan peran tenaga kesehatan yang langsung berinteraksi dengan masyarakat.

Gubernur Gusnar Ismail menyampaikan, “Saya kira penghargaan ini perlu didedikasikan kepada semua tenaga keaehatan mulai dari tingkat pustu, puskesmas hingga rumah sakit. Termasuk kepada para bupati yang sudah bekerja keras meningkatkan layanan kesehatan. Prestasi ini atas kerja keras kita semua oleh sebab itu saya ucapkan terima kasih banyak,” Kata Gusnar di sela-sela penghargaan.

Penegasan tersebut menggambarkan bagaimana peningkatan layanan kesehatan dipahami sebagai kerja berlapis: mulai dari layanan di tingkat paling dekat dengan warga, hingga dukungan di tingkat kabupaten/kota. Dengan demikian, kualitas layanan tidak hanya diukur dari kesiapan fasilitas, tetapi juga dari kesinambungan layanan yang dapat dijangkau masyarakat.

Ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Sulawesi sendiri hadir sebagai bentuk apresiasi kepada pemerintah daerah yang dinilai berhasil mendorong inovasi dan pembangunan di daerahnya. Bagi Pemprov Gorontalo, peringkat I pada kategori akses dan kualitas layanan kesehatan menjadi salah satu indikator keberhasilan program yang berjalan dan terukur dalam periode penilaian.

Melalui penghargaan ini, Pemerintah Provinsi Gorontalo membawa pesan bahwa peningkatan layanan kesehatan perlu diarahkan pada kemudahan akses, kualitas fasilitas, serta dukungan program kesehatan yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara nyata.

Dengan bonus Rp2 miliar yang diterima Gubernur Gusnar Ismail, perhatian terhadap kelanjutan program layanan kesehatan diharapkan dapat terus ditingkatkan. Capaian tersebut sekaligus menjadi modal untuk mempertahankan dan memperluas langkah-langkah yang mendukung akses layanan kesehatan yang berkualitas dan mudah dijangkau.

Selain menyoroti akses, penilaian juga menekankan aspek kualitas layanan kesehatan yang bisa diterima masyarakat secara konsisten. Upaya perbaikan yang dilakukan diarahkan agar layanan tidak berhenti pada ketersediaan fasilitas, tetapi juga mencakup kelayakan layanan yang dapat dimanfaatkan warga sesuai kebutuhannya.

Dalam konteks tersebut, pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis diposisikan sebagai bagian dari rangkaian strategi untuk memperkuat pencegahan dan deteksi dini. Dengan adanya program ini, layanan kesehatan mendapat dorongan agar lebih proaktif dalam menjangkau masyarakat, termasuk melalui tahapan pemeriksaan yang lebih awal.

Penghargaan juga menjadi pengingat bahwa peningkatan layanan kesehatan membutuhkan dukungan dan keterlibatan lintas pihak, dari tenaga kesehatan di tingkat paling dekat dengan warga sampai kerja pemerintah daerah dalam menata kebijakan. Dengan bonus yang diterima Gubernur Gusnar Ismail, capaian tersebut diharapkan dapat mendorong kesinambungan upaya agar akses dan kualitas layanan terus diperluas.