Olahraga

Debut Xabi Alonso di Chelsea diwarnai empat penyerang

×

Debut Xabi Alonso di Chelsea diwarnai empat penyerang

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Xabi Alonso's first Chelsea match was a tale of four strikers

jurnalistik.co.id – Chelsea memulai kiprah Xabi Alonso di Australia dengan kemenangan 6-4 atas Western Sydney Wanderers di Accor Stadium. Di atas lapangan, laga itu juga menegaskan kontras kualitas antara tim Premier League dan klub A-League.

Dari empat sosok lini depan yang paling menonjol, Joao Pedro menjadi bintang utama. Ia mencetak hat-trick dalam rentang sembilan menit, mengangkat posisi Chelsea sejak awal dan sekaligus membuat kemenangan terasa lebih meyakinkan.

Secara pribadi, Joao Pedro datang dengan narasi yang cukup kuat. Ia disebut mungkin terdorong untuk membuktikan diri setelah tidak masuk skuad Brasil untuk Piala Dunia. Alonso pun menggambarkan penyerang itu dengan kata-kata yang menonjolkan motivasinya: “very, very hungry” dan “determined to have a great season”.

Catatan tentang performa: masih ada ketidaksempurnaan

Meski hasilnya berpihak pada Chelsea, Alonso tidak sedang menyaksikan permainan yang benar-benar rapi. Ia melihat penampilan timnya cenderung ceroboh dan belum sempurna, terutama karena proses adaptasi terhadap efek jet lag.

Selain Joao Pedro, ada beberapa nama lain yang menyelip sebagai sinyal awal. Salah satunya adalah Dastan Satpaev, yang mencetak gol pertama era kepelatihan Alonso—dan dilakukan dengan cara yang mencolok—ketika laga baru berjalan enam menit.

Satpaev: gol cepat, status masih triallist, peluang di Premier League

Satpaev langsung meninggalkan kesan besar pada pertandingan itu. Ia mencetak gol sebagai triallist, karena secara administratif ia belum bisa menyelesaikan kepindahan dari FC Kairat ke Stamford Bridge hingga 12 Agustus.

Angka usia juga menjadi bagian dari daya tarik ceritanya: Satpaev berumur 17 tahun dan tengah berupaya menjadi pemain Kazakh pertama yang tampil di pertandingan Premier League. Di kampung halamannya, ia disebut sudah berstatus bintang, dan pengalaman yang menyertai perjalanannya juga terlihat—ia telah bermain untuk tim nasional, serta menarik penggemar hingga sesi latihan terbuka pada hari Minggu dan laga pada hari Selasa di Sydney.

Profil gaya mainnya digambarkan cepat dan tajam di kotak penalti, dengan postur yang relatif kecil. Satpaev bahkan sering dibandingkan secara gaya dengan Sergio Aguero, terutama karena pergerakannya dan kemampuan menyerang ruang di area dalam.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan mendapatkan kesempatan musim ini, di tengah pembicaraan bahwa ia mungkin menjalani skema pinjaman, Alonso memberi respons yang bernada hati-hati: “We still have to take decisions.”

Alonso kemudian menambahkan alasan kedekatannya dengan sang pemain: “I knew Dastan from Almaty,” lalu menyebut bahwa ia pernah menghadapi Satpaev ketika bersua dengan Real Madrid musim lalu. Menurut Alonso, Satpaev “is a ball threat, he attacks the inner channel well and is good as a striker coming from the outside.” Ia juga menilai kekuatan dan kecepatannya: “He is really strong, really quick and I have been really impressed with him.”

Liam Delap kembali kesulitan dan membuka opsi pasar transfer

Di sisi lain, Liam Delap kembali menunjukkan kesulitan yang serupa dengan beberapa penampilan Chelsea sebelumnya. Ia disebut tampak kurang percaya diri, bahkan sejak kepindahannya bernilai ÂŁ30m dari Ipswich pada musim panas lalu.

Dengan situasi itu, Delap kini disebut bisa dijual. Chelsea pun disebut sedang mempercepat pembicaraan untuk mendatangkan Danny Welbeck sebagai pengganti berpengalaman. Welbeck, 35 tahun, dikatakan telah menyepakati syarat personal, dan di internal Chelsea muncul keyakinan bahwa kesepakatan dapat segera tercapai.

Namun, klub Welbeck sebelumnya, Brighton, disebut menolak memberikan komentar.

Jordan Henderson jadi target tambahan untuk keseimbangan tim

Selain opsi penyerang, Chelsea juga dikabarkan berdiskusi untuk merekrut Jordan Henderson, yang berumur 36 tahun, dari Brentford. Langkah ini diposisikan untuk menambah pengalaman dan kepemimpinan setelah musim 2025-26 yang dianggap mengecewakan.

Saat ditanya tentang rencana mendatangkan dua pemain senior tersebut, Alonso menyampaikan pandangan yang lebih menekankan kebutuhan tim yang utuh: “We need balance, to have a complete squad and make a good team. For that, we have an idea and plan.”

Rencana taktik dan kesempatan untuk pemain muda

Di balik narasi tentang penyerang, ada aspek lain yang juga menarik perhatian. Alonso, yang dikenal sebagai mantan gelandang Liverpool dan sering tampil vokal di pinggir lapangan, memakai formasi 4-2-3-1—sebuah skema yang menjadi pilihan Enzo Maresca saat Chelsea masih dipimpin pada musim sebelumnya.

Karena banyak pemain masih berlibur setelah Piala Dunia, termasuk Morgan Rogers yang menjadi rekrutan rekor klub senilai ÂŁ117m, Alonso memberi ruang kepada sejumlah talenta muda untuk tampil. Di lini tengah, Mahdi Nicoll-Jazuli, Reggie Walsh, dan Reggie Watson sama-sama tampil impresif, dengan Watson sebagai satu-satunya pemain yang bermain penuh sepanjang pertandingan.

Nicoll-Jazuli dan Watson, keduanya berusia 16 tahun, mengunci peran di jantung lini tengah dalam durasi panjang. Walsh, yang berumur 17 tahun, dinilai memberi dampak lewat tugas yang lebih maju.

Dalam konferensi media pra-laga, Alonso bahkan menyatakan terkejut atas performa tujuh pemain akademi yang dimasukkan untuk mengisi kekosongan skuad dalam latihan. Dalam kesempatan serupa, Landon Emenalo, 18 tahun, juga mendapat peluang besar karena tidak ada bek kiri lain yang tersedia pada momen itu.

Di antara nama yang lebih senior (selain Joao Pedro), Jamie Gittens turut menonjol. Ia dikabarkan membuat tiga gol dalam tiga penampilan selama pramusim, setelah mencetak dua gol dalam laga uji coba tertutup melawan lawan dari level EFL.

Secara keseluruhan, laga pembuka ini memberi gambaran yang masih sangat awal tentang apa yang akan dicoba Alonso di Chelsea. Dengan Emmanuel Emegha dan Nicolas Jackson yang masih tercatat mengalami cedera, fokus tetap bergeser pada proses adaptasi—baik dalam komposisi tim maupun cara mereka membangun permainan—sebelum kompetisi resmi benar-benar berjalan.