jurnalistik.co.id – Savinho mengaku terbuka untuk meninggalkan Manchester City dan mempertimbangkan langkah baru ke Tottenham pada bursa transfer mendatang.
Winger Manchester City asal Brasil itu menjadi salah satu incaran penting Tottenham, seiring ketertarikan dari pelatih kepala Spurs Roberto de Zerbi. Pihak City pun memahami bahwa minat tersebut sedang berkembang.
Menurut informasi yang beredar, Savinho ingin memanfaatkan jendela transfer ini untuk mencari peluang yang lebih jelas bersama klub yang ia incar. Proses menuju kemungkinan kepindahan ke London kini disebut sudah mulai bergerak.
Tottenham sempat melakukan pembicaraan untuk mendatangkan Savinho pada musim panas lalu, namun pada saat itu Manchester City tidak berada dalam posisi untuk menjual pemain sayapnya.
Savinho kemudian menandatangani perpanjangan kontrak dua tahun pada bulan Oktober, yang membuatnya tetap terikat sampai 2031. Dengan demikian, potensi transfer memerlukan negosiasi yang mempertimbangkan situasi kontrak dan rencana skuad kedua klub.
Dari sisi perjalanan karier, Savinho bergabung dengan Manchester City dari klub saudara Troyes pada Juli 2024 dengan nilai 30,8 juta poundsterling. Sebelum langkah tersebut, ia menjalani musim sebelumnya dengan status pemain pinjaman di Girona.
Ketika beradaptasi di musim pertamanya, Savinho menjadi sosok yang cukup sering mendapat tempat di bawah Pep Guardiola. Ia mencetak tiga gol dari 48 penampilan di semua kompetisi selama musim tersebut.
Berita Terkait
Namun, keterlibatannya berkurang pada musim berikutnya. Ia tampil dalam 36 pertandingan di semua ajang ketika Guardiola menjadi pelatih pada kampanye terakhirnya.
Persaingan di lini sayap turut memengaruhi porsi bermain pemain berusia 22 tahun tersebut. Savinho menghadapi kompetisi dari Rayan Cherki, yang bergabung dari Lyon pada musim panas lalu, serta Antoine Semenyo yang didatangkan Januari dari Bournemouth dan juga kerap digunakan di sisi kanan.
Di level tim nasional, Savinho sempat menunjukkan kontribusi bersama Brasil. Ia tercatat sudah memainkan 13 pertandingan, tetapi tidak masuk dalam skuad Brasil untuk Piala Dunia 2026.
Dengan situasi yang tengah berkembang, langkah selanjutnya Savinho akan sangat bergantung pada apakah Tottenham dapat menyusun kesepakatan yang sesuai dengan rencana City. Bagi Spurs, transfer ini juga akan menambah opsi serangan di sayap, sejalan dengan kebutuhan tim arahan de Zerbi.
Minat Tottenham terhadap Savinho terus disebut menguat karena Spurs ingin memperkuat variasi serangan mereka, terutama dari sektor sayap. Dalam kerangka kebutuhan skuad tersebut, kehadiran pelatih kepala Roberto de Zerbi turut memberi sinyal bahwa ketertarikan bukan sekadar wacana, melainkan bagian dari rencana penataan kekuatan untuk persaingan musim mendatang.
Di sisi lain, Manchester City juga diperkirakan menimbang faktor kontrak ketika menilai kemungkinan pelepasan pemain. Savinho telah memperpanjang kontrak dua tahun pada Oktober, sehingga statusnya tetap terikat hingga 2031. Karena itu, setiap langkah negosiasi ke depannya akan mensyaratkan keselarasan antara nilai transfer, pertimbangan skema skuad, dan kebutuhan kedua tim agar proses berjalan tanpa mengabaikan kepentingan finansial maupun rencana olahraga.
Perjalanan Savinho bersama City sendiri menggambarkan bagaimana peran pemain sayap dapat berubah dari waktu ke waktu. Pada musim pertamanya, ia relatif sering dipercaya bermain di bawah Pep Guardiola dan mampu mencatatkan tiga gol dari 48 penampilan di seluruh kompetisi. Namun, pada kampanye berikutnya keterlibatannya menurun, terlihat dari 36 pertandingan yang ia jalani ketika Guardiola masih menjadi pelatih.
Penurunan porsi bermain itu juga dikaitkan dengan persaingan di lini sayap, yang membuat Savinho harus berbagi tempat dengan pemain lain. Rayan Cherki disebut menjadi salah satu kompetitor setelah bergabung dari Lyon, sementara Antoine Semenyo datang pada Januari dari Bournemouth dan lebih sering digunakan di sisi kanan. Di luar klub, Savinho juga telah memiliki pengalaman bersama Timnas Brasil, meski ia tidak masuk skuad Brasil untuk Piala Dunia 2026, sehingga keputusan langkah berikutnya akan semakin dipengaruhi oleh bagaimana ia menemukan peluang peran yang paling sesuai.












