Olahraga

Roberto Mancini Kembali Ditunjuk Jadi Pelatih Italia, Setelah Pirlo Mundur & Maldini Mengundurkan Diri

×

Roberto Mancini Kembali Ditunjuk Jadi Pelatih Italia, Setelah Pirlo Mundur & Maldini Mengundurkan Diri

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Roberto Mancini next Italy manager after Andrea Pirlo controversy

jurnalistik.co.id – Roberto Mancini kembali ditunjuk sebagai pelatih Timnas Italia untuk kali kedua. Penunjukan ini terjadi hanya sehari setelah Andrea Pirlo menarik diri dari bursa, menyusul kontroversi hubungan yang dikaitkan dengan sebuah perusahaan taruhan asal Rusia.

Pemilihan ulang Mancini sekaligus menjadi penutup rangkaian perubahan besar di tubuh pelatih Italia. Sebelumnya, Paolo Maldini mengundurkan diri dari posisinya sebagai technical director setelah keputusan FIGC tidak mengarah pada penunjukan Pirlo.

Gennaro Gattuso resmi meninggalkan jabatan pelatih Italia pada April. Saat itu, langkah Italia gagal memenuhi target dengan tidak lolos ke Piala Dunia untuk kali ketiga secara beruntun.

Dalam proses pencarian pelatih, Pirlo sempat terlihat akan mengambil peran tersebut. Namun, pada hari Senin ia mundur dari pencalonan setelah muncul kontroversi terkait keterkaitannya dengan perusahaan taruhan Rusia.

Giovanni Malago, presiden FIGC, menyampaikan alasan balik penunjukan Mancini. Ia mengatakan, “I believed that the best person to become head coach was Roberto Mancini.”

Claudio Ranieri akan menggantikan Maldini sebagai technical director. Maldini sendiri baru diangkat dua minggu lalu, sementara penasihat Leonardo mengundurkan diri setelah keputusan terkait Pirlo.

Rangkaian penugasan dan dampaknya pada Italia

Mancini, yang kini berusia 61 tahun, sebelumnya memang pernah menangani Italia dari 2018 hingga 2023. Pada periode itu ia meraih trofi Euro 2020 dengan mengalahkan Inggris di final yang digelar di Wembley.

Keberhasilan di panggung besar juga ditopang rekor performa panjang Italia. Di bawah Mancini, tim mencatat 37 pertandingan tak terkalahkan, sebuah rekor dunia pada masanya.

Tetapi, perjalanan berikutnya tidak berjalan mulus. Italia gagal lolos ke Piala Dunia 2022 setelah tersingkir dalam babak play-off oleh North Macedonia, dan Mancini kemudian mengundurkan diri pada Agustus 2023.

Gagalnya Italia pada play-off lain yang terjadi lebih awal pada tahun ini berujung pada tidak hadirnya tim di turnamen musim panas. Situasi tersebut menjadi penanda akhir masa kerja Gattuso, karena kontraknya dihentikan pada April berdasarkan kesepakatan bersama.

Sepanjang jeda transisi, Italia ditangani secara sementara oleh pelatih U-21, Silvio Baldini. Ketika pergantian posisi akhirnya terjadi, Federasi kemudian mengunci pilihan pada Mancini untuk kembali memimpin Azzurri.

Jejak karier Mancini sebelum dan sesudah Italia

Di level klub, Mancini pernah membawa Manchester City meraih gelar Premier League pertama mereka pada 2012. Setelah itu, ia juga meraih capaian bersama Lazio dan Inter Milan.

Bersama Lazio dan Inter, Mancini memenangkan Coppa Italia dengan masing-masing klub. Di Inter, ia meraih tiga gelar Serie A, sebelum kemudian menjalani berbagai tantangan di luar Italia.

Pengalaman Mancini juga mencakup periode bersama Galatasaray dan Zenit St Petersburg. Setelah itu, ia kembali mengambil kesempatan di Timnas Italia pada 2018 setelah meniti beragam pekerjaan kepelatihan.

Usai meninggalkan Azzurri, Mancini sempat menangani tim nasional Arab Saudi. Ia kemudian melanjutkan kariernya bersama Al Sadd sebelum akhirnya kembali berpisah dengan klub tersebut pada Juni.

Selama berada di Al Sadd, Mancini membawa tim memenangi Qatar Stars League. Namun, mereka tidak mampu menembus babak final empat AFC Champions League Elite, serta harus mengakui keunggulan lawan pada final Qatar Cup.

Jadwal pembuka Italia di Nations League

Dengan komposisi baru staf, Italia akan memulai kampanye UEFA Nations League pada 25 September. Italia akan bermain di kandang melawan Belgia, sebelum tiga hari kemudian bertandang menghadapi Turki.

Kembali dipilihnya Mancini diharapkan membawa stabilitas setelah pergantian pelatih terjadi cepat. FIGC kini menaruh harapan pada pengalaman Mancini, terutama setelah catatan Euro 2020 dan konsistensi Italia saat ia memimpin sebelumnya.