Olahraga

World Matchplay Darts 2026: Luke Littler dan Gerwyn Price Melaju ke Final di Blackpool

×

World Matchplay Darts 2026: Luke Littler dan Gerwyn Price Melaju ke Final di Blackpool

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: World Matchplay darts 2026 results: Luke Littler and Gerwyn Price reach final in Blackpool

jurnalistik.co.id – Luke Littler, juara bertahan, melaju ke final World Matchplay setelah penampilan dominan di Blackpool. Hasil itu memastikan ia akan berhadapan dengan Gerwyn Price pada final hari Minggu.

Di laga penentuan tempat final, Littler menundukkan Dirk van Duijvenbode dengan skor 17-5. Ia membuka pertandingan dengan kendali sejak awal dan terus menekan ritme permainan lawan.

Littler bergerak cepat untuk unggul 8-2. Pada fase tersebut, rata-rata lemparannya mencapai 117.10 dan ia berada di jalur untuk melampaui rekor rata-rata pertandingan turnamen Phil Taylor.

Rekor yang menjadi target Littler adalah 114.99 untuk rata-rata pertandingan turnamen. Meski demikian, ia mengakui ada gangguan yang membuat konsentrasinya sedikit turun saat pertandingan berjalan menuju penutup.

Di akhir pertandingan, Littler menyelesaikan duel dengan rata-rata sedikit di bawah 111. Meski begitu, capaian itu tetap membuat posisinya sangat menguntungkan jika mengacu pada rekor rata-rata turnamen Taylor.

Saat dihitung berdasarkan angka rata-rata turnamen, Taylor berada pada 106.31. Littler saat ini tercatat pada 110.88, sebuah jarak yang cukup berarti menjelang partai puncak.

Kemenangan tersebut juga mengubah lanskap perolehan poin Littler di PDC. Ia kini sudah mengumpulkan lebih dari ÂŁ3 juta di order of merit, dengan keunggulan lebih dari ÂŁ2 juta atas Luke Humphries yang berada di peringkat dunia kedua.

Final: Littler vs Price setelah duel ketat Price mengunci tiket

Gerwyn Price akan menjadi lawan Littler di final hari Minggu. Price memastikan tempatnya setelah mengalahkan Gian van Veen dari Belanda dengan skor 17-10.

Final tersebut dijadwalkan mulai pukul 20:05 BST. Sementara itu, sesi Women’s World Matchplay berlangsung pada sore hari mulai pukul 13:00, dengan Beau Greaves dan Lisa Ashton sebagai dua unggulan teratas.

Untuk pertandingan Price vs van Veen, Price tampil agresif sejak leg awal. Ia langsung mematahkan permainan pada leg pertama dan kemudian melesat menuju keunggulan 4-1.

Setelah itu, duel berjalan lebih berantakan pada sejumlah leg. Keduanya saling mematahkan tembakan lawan secara berkala sehingga mengantarkan Price memimpin 11-9 pada mini-break terakhir.

Memasuki fase setelahnya, Price sebagai unggulan nomor tujuh menunjukkan peningkatan daya dorong. Ia merapatkan permainan pada sisi scoring dan finishing, lalu mulai menjauh dari van Veen hingga memastikan kemenangan yang nyaman.

Dalam pertandingan itu, keduanya tercatat sama-sama meleset pada 23 lemparan untuk target double. Di saat yang sama, van Veen dipatahkan sebanyak sembilan kali dalam 14 leg, termasuk ketika ia melempar lebih dulu dalam laga yang berjalan di bawah tekanan.

Naik posisi di order of merit dan menggantikan peran Clayton

Kemenangan Price membawa dampak nyata pada order of merit. Ia naik ke peringkat keempat, melompati Jonny Clayton, dan sekaligus menjadi Welsh number one.

Di sisi lain, Price juga berperan sebagai pengganti Clayton sebagai pemain Wales nomor satu. Pernyataan itu sejalan dengan hasil yang membuat posisinya melampaui rival tersebut dalam urutan perolehan poin.

Price menyampaikan kepada Sky Sports bahwa ia merasa “happy” bisa mencapai final. Namun, fokus utama di luar kebanggaan itu adalah “getting one up” atas Clayton, sahabatnya sendiri, yang menjadi perhatian menjelang duel ini.

Dengan demikian, pertandingan final hari Minggu mempertemukan dua nama besar dari rangkaian World Matchplay. Littler datang dari kemenangan telak 17-5 atas Dirk van Duijvenbode, sedangkan Price melaju lewat kemenangan 17-10 atas Gian van Veen.

Untuk penonton, laga puncak pun sarat dengan ukuran-ukuran statistik yang bisa menjadi penentu. Littler berangkat dengan peluang menantang capaian rata-rata turnamen yang dipegang Phil Taylor, sementara Price masuk final dengan momentum kenaikan peringkat di order of merit.

Partai final itu akan menjadi ujian bagi konsistensi kedua pemain, terutama pada fase-fase penutup. Pada pertandingan-pertandingan sebelumnya, baik Littler maupun Price menunjukkan bahwa mereka mampu mengubah tekanan menjadi keunggulan ketika peluang untuk finishing muncul.