Internasional

Dua gempa mengguncang Venezuela—seberapa parah kerusakannya?

×

Dua gempa mengguncang Venezuela—seberapa parah kerusakannya?

Sebarkan artikel ini
Rescuers race to find survivors as Venezuela reels from massive quakes: Everything we know so far
Ilustrasi: Two earthquakes have hit Venezuela – how bad is the damage?

jurnalistik.co.id – Venezuela diguncang dua gempa kuat yang terjadi berjarak hitungan detik, membuat warga di Caracas bergegas keluar bangunan dan berupaya mencari keselamatan. Hingga kini, rincian kerusakan masih terus dinilai, sementara kekhawatiran akan korban jiwa dan kerusakan luas terus meningkat.

Guncangan terkuat datang saat negara sedang merayakan hari libur nasional untuk memperingati Pertempuran Carabobo pada 1821. Dalam peristiwa itu, pasukan pimpinan kemerdekaan Venezuela di bawah Simón Bolívar meraih kemenangan penting melawan kekuasaan kolonial Spanyol.

Lokasi dan waktu gempa

Dua gempa melanda wilayah Ibu Kota Venezuela, Caracas, sekitar pukul 18:04 waktu setempat (22:04 GMT). Gempa pertama tercatat berkekuatan 7,2 skala magnitudo dan terjadi di negara bagian Yaracuy, yang berada di sebelah barat Caracas, pada kedalaman 22 km menurut Badan Pemantau US Geological Survey (USGS).

Hanya 39 detik setelah gempa pertama, gempa berikutnya terjadi dengan magnitudo 7,5. USGS menyebut gempa kedua berada di dekat lokasi yang sama dengan kedalaman sekitar 10 km.

Meskipun pusat gempa berada di luar wilayah Caracas, guncangannya terasa kuat di seluruh kota. Bangunan-bangunan ikut bergoyang, dan sebagian dilaporkan mengalami kerusakan. Getaran juga dilaporkan sampai ke sejauh ibu kota Kolombia, Bogotá, dengan jarak lebih dari 1.000 km.

Setelah dua guncangan utama itu, lebih dari 20 gempa susulan telah dirasakan di berbagai wilayah Venezuela. Guncangan lanjutan tersebut terutama memengaruhi garis pantai utara, termasuk La Guaira, Aragua, Carabobo, dan Falcón.

Dampak kerusakan di lapangan

Warga dan petugas penyelamat masih berupaya memastikan kondisi bangunan yang rusak dan mencari kemungkinan korban yang tertimpa reruntuhan. Sejumlah foto dan video yang beredar menunjukkan puing-puing berserakan di jalanan serta aktivitas evakuasi di lokasi gedung yang roboh.

Pemerintah menyatakan keadaan darurat. Presiden sementara Delcy Rodríguez mengatakan layanan bandara, kereta api, dan transportasi dihentikan sementara, serta menuturkan bahwa petugas dan sumber daya tambahan akan dikerahkan untuk proses pemulihan. Ia juga menyampaikan belasungkawa segera kepada pihak yang meninggal, meski tanpa menyebut angka korban secara spesifik.

Situasi transportasi turut terdampak di wilayah sekitar Caracas. Bandara utama internasional Maiquetía—yang berada di pinggiran Caracas—dilaporkan ditutup akibat kerusakan akibat gempa. Di tingkat nasional, layanan metro dan kereta api di berbagai wilayah juga dijeda.

Selain itu, kementerian urusan dalam negeri mendorong warga untuk meninggalkan rumah sementara. Alasannya, ada kekhawatiran stabilitas bangunan terganggu dan kemungkinan terdampaknya jalur-jalur gas. Pasokan bahan bakar ke kota juga diputus, sementara laporan pemadaman internet sempat terjadi.

Walikota Chacao, Gustavo Duque Saez, menyebut setidaknya dua bangunan di kotamadya tersebut—yang merupakan bagian dari kawasan metropolitan yang lebih luas di Caracas—mengalami keruntuhan total. Ia mengatakan 18 orang berhasil diselamatkan dalam kondisi hidup, dan lebih dari 500 pekerja darurat telah berada di lokasi untuk upaya menarik warga yang mungkin masih terjebak.

Delcy Rodríguez juga menyatakan sekolah akan diliburkan untuk sisa pekan ini, menyusul kondisi darurat dan gangguan layanan.

Korsban jiwa dan proyeksi risiko

Hingga saat laporan ini disusun, belum ada angka korban jiwa yang dikonfirmasi secara resmi. Sejumlah pejabat, termasuk Delcy Rodríguez, merujuk pada adanya orang yang meninggal, namun detail jumlahnya belum dinyatakan secara terverifikasi.

Donald Trump juga menyinggung adanya “jumlah kematian yang menghancurkan” dalam sebuah unggahan di Truth Social, tetapi ia tidak menyertakan angka spesifik. Sementara itu, petugas darurat terus bekerja untuk menemukan dan menyelamatkan siapa pun yang mungkin terjebak di bawah reruntuhan.

USGS menekankan bahwa area yang terkena gempa berada pada kondisi yang rentan. Badan ini menyebut banyak bangunan di wilayah tersebut terbuat dari pasangan bata berlapis yang diperkuat dan blok-blok adobe, sehingga guncangan besar berpotensi menyebabkan bangunan rusak dan meningkatkan risiko kematian.

USGS juga merilis perkiraan probabilitas: terdapat peluang 36% bahwa jumlah kematian bisa mencapai hingga 10.000, dan peluang 40% bahwa jumlahnya bisa mencapai sebanyak 100.000. Angka-angka ini menunjukkan besarnya kemungkinan dampak, meski konfirmasi lapangan tetap membutuhkan waktu.

Respons bantuan dan peringatan tsunami

Dukungan internasional mulai mengalir. Donald Trump menyatakan Washington “siap, bersedia, dan mampu” untuk membantu, serta mengatakan ia telah menginstruksikan lembaga pemerintah agar bergerak cepat. Dalam pernyataannya, ia juga menyebut bahwa laporan awal “tidak baik”.

Negara-negara tetangga di kawasan Amerika Latin turut menawarkan bantuan. El Salvador melalui Presiden Nayib Bukele menyatakan negaranya telah menyiapkan 50 ton peralatan dan logistik, termasuk 300 penyelamat yang siap diberangkatkan menuju Caracas. Presiden Ekuador Daniel Noboa Azin mengatakan ia mengatur pengiriman bantuan segera ke Venezuela.

Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva juga menyatakan negaranya akan menilai bentuk bantuan yang dapat diberikan kepada “negara sahabat” mereka.

Terkait ancaman gelombang tsunami, awalnya sempat ada peringatan yang menyatakan potensi risiko di sepanjang pesisir Venezuela dan beberapa wilayah Karibia, termasuk Kepulauan Virgin AS dan Kepulauan Virgin Britania. Namun, peringatan tersebut kemudian dibatalkan.

Sistem Peringatan Tsunami Amerika Serikat menyatakan tidak ada lagi ancaman tsunami di kawasan tersebut akibat gempa yang terjadi.