jurnalistik.co.id – Kekalahan 0-3 Skotlandia dari Brasil di laga terakhir fase grup membuat peluang mereka melaju ke babak gugur semakin bergantung pada hasil pertandingan-pertandingan lain. Kini nasib mereka berada di tangan klasemen tim peringkat ketiga, dan Skotlandia mungkin harus menunggu hingga Minggu untuk mengetahui apakah mereka termasuk delapan tim peringkat ketiga terbaik.
Pada Piala Dunia, 12 tim yang finis di posisi ketiga grup akan bersaing, tetapi hanya delapan yang berhak lolos ke babak 32 besar. Jika tim-tim peringkat ketiga memiliki poin yang sama, urutan ditentukan berdasarkan selisih gol (goal difference). Dengan demikian, Skotlandia tidak hanya perlu melihat berapa poin yang dikumpulkan rival, tetapi juga bagaimana selisih gol mereka terbentuk.
Setelah kalah 0-3, selisih gol Skotlandia mendapat pukulan besar dan kini tercatat -3. Berdasarkan data Opta, peluang tim yang memiliki 3 poin dengan selisih gol -3 untuk lolos ke babak 32 besar adalah 42%. Sementara itu, probabilitasnya akan meningkat menjadi 63% untuk selisih gol -2 dan 84% untuk selisih gol -1.
Hal-hal yang perlu dicermati untuk peluang Skotlandia
Skotlandia bisa berharap setidaknya empat tim peringkat ketiga lainnya tidak mampu mengumpulkan tiga poin. Alternatif yang juga dibutuhkan adalah bila mereka mengumpulkan tiga poin, selisih golnya harus lebih buruk dibanding Skotlandia. Saat ini, ada lima tim peringkat ketiga yang berada di bawah Skotlandia dalam urutan poin, dan lima lainnya memiliki jumlah poin yang sama.
Dari lima tim yang posisinya berada di bawah Skotlandia, empat di antaranya masih memiliki pertandingan tersisa, sehingga hasil akhir mereka masih bisa mengubah peta persaingan. Karena itulah, beberapa laga menjadi penentu apakah batas poin bagi tim peringkat ketiga akan bertahan di angka yang cukup untuk menyisakan ruang bagi Skotlandia.
Di Grup D, Australia berstatus peringkat kedua dan Paraguay peringkat ketiga. Dalam pertandingan terakhir grup tersebut, jika salah satu tim kalah, tim yang kalah akan berakhir dengan tiga poin, sedangkan jika pertandingan berakhir imbang, kedua tim akan sama-sama berada di empat poin.
Berikutnya, di Grup E, Ekuador dan Curacao sama-sama mengoleksi satu poin dan akan menghadapi Jerman serta Pantai Gading. Jika tidak ada kemenangan pada laga-laga ini, maka tim yang finis peringkat ketiga di grup tersebut tidak akan bisa memperbaiki torehan tiga poin Skotlandia.
Di Grup F, Skotlandia berharap tim peringkat kedua, Jepang, dapat mengalahkan Swedia secara meyakinkan. Namun, jika Swedia hanya mendapatkan satu poin, tim peringkat ketiga dalam daftar tersebut bisa berpotensi mencapai minimal empat poin, sesuatu yang jelas tidak menguntungkan bagi peluang Skotlandia.
Di Grup G, laga yang paling relevan adalah duel Mesir melawan Iran. Jika Mesir menang, tim yang finis peringkat ketiga akan memiliki poin di bawah tiga. Skenario semacam ini akan menjaga persaingan agar tidak terlalu banyak tim peringkat ketiga yang menyentuh angka poin yang bisa menggeser Skotlandia.
Situasi serupa juga dibutuhkan di Grup H, ketika Spanyol menghadapi Uruguay. Keinginan Skotlandia ada pada kemenangan Spanyol agar tim peringkat ketiga hanya bisa berakhir dengan dua poin. Di Grup I, pertandingan Senegal melawan Irak juga menjadi perhatian: hasil imbang akan membuat tim peringkat ketiga pada grup tersebut hanya mengoleksi satu poin.
Di Grup J, Austria dan Aljazair berada pada status peringkat kedua dan ketiga, sama-sama mengoleksi tiga poin, dan keduanya akan saling berhadapan di laga terakhir grup. Skotlandia tidak menginginkan pertandingan tersebut berakhir imbang, karena hasil seri akan memengaruhi komposisi poin tim peringkat ketiga dalam perburuan delapan tempat.
Di Grup K, Republik Demokratik Kongo dan Uzbekistan bersaing untuk posisi peringkat ketiga. Jika Uzbekistan menang, mereka akan mengumpulkan tiga poin, tetapi dengan selisih gol -7 mereka membutuhkan kemenangan besar atas Republik Demokratik Kongo untuk bisa melampaui Skotlandia dalam klasemen.
Terakhir, di Grup L, satu poin atau lebih bagi Kroasia saat menghadapi Ghana bisa menjadi kabar buruk bagi Skotlandia karena itu berpotensi membuat tim peringkat ketiga lainnya kembali mengumpulkan empat poin. Dari sudut pandang yang paling ideal, Skotlandia akan diuntungkan jika Ghana meraih kemenangan besar, sementara Panama tidak mengalahkan Inggris.
Dengan semua kondisi tersebut, poin kunci bagi Skotlandia bukan hanya siapa yang menang, tetapi bagaimana hasil akhir mengubah angka poin dan selisih gol tim peringkat ketiga di seluruh grup. Untuk bisa melangkah, kombinasi hasil tersebut harus menyisakan ruang agar Skotlandia—yang kini berada pada selisih gol -3—tetap berada dalam jangkauan delapan tim peringkat ketiga terbaik.












