jurnalistik.co.id – Inggris mencatat hari Juni terpanas yang pernah tercatat setelah suhu melonjak hingga 36,1°C di Gosport, Hampshire, pada Rabu sore.
Cuaca ekstrem ini berdampak luas: ratusan sekolah di Inggris dan Wales menutup kegiatan, sementara perjalanan dengan transportasi juga terganggu. Penumpang disarankan hanya melakukan perjalanan yang benar-benar diperlukan.
Rekor baru dan status “provisional” dari Met Office
Suhu tertinggi pada Rabu terjadi pada rentang 15:00 hingga 16:00 waktu setempat. Angka 36,1°C tersebut memecahkan rekor Juni sebelumnya, yang pernah tercatat 35,6°C di Southampton pada 1976 serta di Camden pada 1957.
Meski demikian, Met Office menyebut rekor baru ini sebagai “provisional”, karena pihaknya perlu melakukan pemeriksaan untuk memastikan pengukuran yang digunakan dapat diandalkan.
Suhu-suhu tertinggi lain pada hari yang sama juga terkonsentrasi di Inggris bagian selatan. Wisley, Surrey, mencatat 36°C, Wiggonholt, West Sussex, mencapai 35,9°C, sedangkan Charlwood, Surrey, mencapai 35,7°C.
Di Wales, hari terpanas sejauh ini pada tahun tersebut ditandai oleh suhu 33,3°C di Cardiff Bute Park.
Peringatan panas ekstrem hingga akhir pekan
Gelombang panas diperkirakan masih berlanjut hingga Jumat. Met Office menyebut kemungkinan suhu berikutnya bisa berada di kisaran sekitar 38°C.
Saat ini, peringatan merah panas ekstrem yang dikeluarkan Met Office untuk sebagian wilayah Inggris bagian selatan dan tengah serta Wales selatan masih berlaku hingga 23:59 BST pada Kamis.
Met Office juga menegaskan wilayah-wilayah yang termasuk dalam peringatan merah mencakup East Midlands, bagian timur Inggris, London dan Inggris tenggara, Inggris barat daya, Wales, serta West Midlands. Daerah-daerah tersebut diperkirakan akan menghadapi “exceptional spell of hot and humid weather” dengan dampak terhadap masyarakat dinilai “highly likely”.
Peringatan merah panas ekstrem ini merupakan kali kedua sejak pemberlakuan peringatan panas ekstrem pada 2021.
Di lapis peringatan bawahnya, peringatan amber menjangkau sebagian besar Inggris dan Wales hingga Kamis. Sejumlah wilayah bahkan diperkirakan bisa mengalami suhu di atas 30°C hingga sejauh Manchester.
Terdapat pula peringatan amber terpisah untuk panas ekstrem dari tengah malam Jumat hingga 23:59. Peringatan ini mencakup Inggris tenggara, Inggris bagian timur, serta beberapa area di Midlands. Selain itu, peringatan amber baru juga dikeluarkan untuk periode 00:00 hingga 21:00 pada Sabtu, yang meliputi sebagian wilayah Inggris selatan dan timur.
Rekor suhu udara harian untuk bulan Juni sebelumnya adalah 35,6°C yang dicapai pada 28 Juni 1976. Met Office menilai rekor itu sangat mungkin terlampaui pada hari-hari mendatang.
Untuk pengalaman di lapangan, Met Office juga menyebut suhu “feels like”—yakni bagaimana panas dirasakan—kemungkinan bisa menembus lebih dari 40°C di beberapa bagian Inggris.
Cuaca lebih terasa, risiko kesehatan meningkat
Menurut Matthew Lehnert, chief forecaster di Met Office, tingkat kelembapan yang tinggi membuat panas terasa “much more potent”.
Bagian lain yang perlu diwaspadai adalah kemungkinan “tropical nights”, kondisi ketika suhu malam tetap berada di atas 20°C. Met Office memperingatkan cuaca ini dapat menimbulkan “population-wide adverse health effects”, yang berpotensi menyebabkan sakit serius atau bahkan membahayakan nyawa.
Oleh karena itu, perubahan praktik kerja akan diperlukan. Pihak berwenang juga memperkirakan “significantly more” orang akan berkunjung ke wilayah pesisir dan danau, sehingga risiko insiden keselamatan air meningkat.
Pada sisi respons darurat, sebuah operasi penyelamatan besar telah dimulai di Hampshire setelah seorang anak laki-laki berusia 15 tahun dilaporkan hilang saat berenang di danau cagar alam. Sementara itu, beberapa orang yang terjebak kemacetan di M25 dekat Godstone, Surrey, setelah kecelakaan dilaporkan sedang menerima perawatan karena penyakit yang terkait panas, menurut South East Coast Ambulance Service.
Dampak pada perjalanan dan layanan transportasi
Sejumlah operator kereta api, termasuk South Western Railway, Thameslink, Northern, dan Avanti West Coast, meminta masyarakat hanya melakukan perjalanan yang penting. Mereka juga menerapkan jadwal yang dipangkas.
Transport for London juga memperingatkan bahwa “very high temperatures might cause disruption to some Tube and rail services”.
Di luar sistem transportasi, sektor pendidikan turut terdampak. Department for Education menyebut bahwa pada Senin setidaknya lebih dari 800 sekolah di Inggris mengalami gangguan karena panas. Departemen itu juga menegaskan bahwa pada kondisi normal, pihaknya tidak menyarankan penutupan sekolah saat cuaca panas.
Department for Education menilai kehadiran siswa merupakan “the best way for pupils to learn” dan kondisi cuaca panas “could usually be managed safely”.
Perubahan iklim dan seruan persiapan jangka panjang
Met Office menyatakan bahwa perubahan iklim telah mendorong gelombang panas menjadi lebih sering dan lebih intens. Chief scientist Met Office, Professor Stephen Belcher, mengatakan, “To see temperatures like this in the UK in June is sobering”.
Emma Howard-Boyd dari National Heat Commission menilai penutupan sekolah dan rute transportasi menunjukkan bahwa Inggris “not prepared” menghadapi gelombang panas ini. Ia juga menyampaikan bahwa negara perlu menyiapkan diri untuk panas yang “we know is coming in the months and years to come”.
Lebih jauh, Howard-Boyd menekankan bahwa upaya pembaruan dan pembangunan fasilitas perlu memprioritaskan aspek panas: “We need to make sure that as we’re upgrading, refurbishing, rebuilding our schools, that we have heat at the top of the agenda. It’s the same for our transport networks.”
Met Office juga menyebut bahwa antara 2015 dan 2024, jumlah hari dengan suhu melampaui 30°C di Inggris lebih dari tiga kali lipat dibanding rata-rata 1961–1990.
Selain itu, wilayah lain juga mengalami dampak serupa. Irlandia Utara dan Skotlandia mencatat hari terpanas mereka pada Selasa, dengan suhu mencapai 28,1°C di Katesbridge, County Down, serta 29°C di Dyce, Aberdeen.
Upaya mitigasi dan peringatan kesehatan merah
UK Health Security Agency (UKHSA) mengeluarkan red heat-health alert yang tetap berlaku hingga 23:00 pada Kamis. Dr Agostinho Sousa, head of extreme events and health protection di UKHSA, menilai pentingnya pemahaman risiko: “A red heat health alert indicates a risk to life for even the healthy population, but simple actions like staying hydrated, avoiding the sun during the hottest part of the day, and keeping your home cool can make a big difference,”.
Dampak panas juga terlihat dalam kehidupan kerja. Jake Bird, seorang teknisi telekomunikasi, mengatakan bahwa pekerjaannya mengharuskan ia memanjat tiang telepon menggunakan perlengkapan PPE dan harness. Ia memutuskan tetap bekerja sebagai pekerja mandiri, tetapi akan melakukan jeda pendinginan secara strategis.
Jake Bird menyampaikan, “Here it’s going to be 36 degrees and that is just insane, especially going up a pole in all that kit and everything. It’s just going to be absolutely dreadful.”
Elijah, seorang tukang batu, mengatakan ia mencoba menahan keluhan terkait panas, sebab “about 10 months of the year, you’re in rain and the cold”. Namun, ia mengakui panas menjadi “a lot to deal with”, sehingga timnya di London memulai lebih awal dan menyelesaikan pekerjaan sebelum tengah hari.
Elijah juga memberi karyawan air dan es lolly untuk membantu menjaga kesejukan. Sementara itu, Emery—penjual es krim berusia 17 tahun dari Gloucester—menyebut, “good for money and for the business”. Meski demikian, ia juga menyoroti biaya yang ikut muncul: barang-barang dalam van harus dipasang untuk tetap dingin semalaman agar siap untuk hari berikutnya.
Di tengah kondisi ekstrem ini, gelombang panas Eropa juga terus memicu kematian dan gangguan. Prancis mencatat hari terpanas sejak pencatatan dimulai pada 1947, dengan suhu di Paris dan sejumlah wilayah lain berada di atas 40°C.












