Bisnis & Ekonomi

Tiket taman hiburan dan makanan anak lebih murah saat pemotongan PPN berlaku

×

Tiket taman hiburan dan makanan anak lebih murah saat pemotongan PPN berlaku

Sebarkan artikel ini
Cheaper theme park tickets and kids' meals as VAT cut comes into force
Ilustrasi: Cheaper theme park tickets and kids' meals as VAT cut comes into force

jurnalistik.co.id – Pemerintah Inggris menurunkan pajak pertambahan nilai (PPN) dari 20% menjadi 5% untuk sejumlah aktivitas bertautan dengan libur sekolah, termasuk tiket taman hiburan dan layanan makan anak. Skema sementara ini mulai berlaku pada Kamis, bertepatan dengan awal musim libur musim panas.

Pemotongan PPN itu, menurut pemerintah, ditujukan agar akses keluarga ke taman hiburan, kebun binatang, dan museum menjadi lebih terjangkau. Selain itu, harga makanan anak di restoran juga ikut memperoleh tarif PPN 5% selama periode pemotongan berlangsung.

Dalam pengumumannya, pemerintah menyebut langkah ini sebagai bagian dari upaya membantu kondisi biaya hidup. VAT cut tersebut mulai berlaku pada 25 Juni, dengan penyesuaian jadwal mengikuti waktu berakhirnya libur sekolah di tiap wilayah.

Pada 25 Juni, pemotongan mulai berjalan untuk sekolah-sekolah di Skotlandia yang berakhir di akhir bulan ini. Setelahnya, berlaku berturut-turut untuk Irlandia Utara, Inggris, serta Wales pada bulan Juli, dan berakhir pada 1 September.

Namun, ukuran yang hanya berlangsung sementara itu tidak serta-merta diyakini mampu meringankan beban anggaran keluarga. Sejumlah keluarga, organisasi amal, dan perusahaan menyatakan rencana ini kemungkinan tidak banyak membantu, serta mempertanyakan apakah penghematan pajak akan benar-benar diteruskan ke pelanggan.

Menteri Keuangan Rachel Reeves mengatakan libur musim panas bisa ā€œquite expensiveā€, dan tujuan PPN yang dipangkas untuk aktivitas terkait keluarga adalah untuk ā€œhelp people make those precious memories during the summer holidays, but not having to fork out too much for itā€.

Alan, 42, dari Brighton mengatakan dirinya memang rutin membawa keluarga berkunjung ke taman hiburan, tetapi tidak berharap banyak dari pemotongan PPN tersebut. Ia menilai tarif untuk jenis atraksi seperti itu memang relatif tinggi sejak awal.

ā€œThese kind of attractions are quite expensive in the first place,ā€ ujar Alan. Ia menambahkan bahwa jika ada pengurangan harga yang sampai ke konsumen, besaran penghematannya akan ā€œnegligibleā€ dan terutama hanya menguntungkan keluarga yang berkunjung ke taman hiburan sebagai sekali-sekali.

Alan menyebut opsi yang dianggap paling membantu bagi keluarganya adalah menggunakan tiket langganan (theme park pass). Dengan skema tersebut, keluarganya bisa pergi ke Legoland, Chessington World of Adventure, serta pusat Sea Life.

Sementara itu, Helen Miller, direktur Institute for Fiscal Studies (IFS), sebelumnya mengatakan langkah-langkah yang diambil berpotensi menghasilkan penghematan tertentu. Akan tetapi, ia memperkirakan penghematan itu setara dengan ā€œan ā€˜average saving of around Ā£10 per UK householdā€™ā€.

Alan juga mengatakan bahwa langkah yang menurutnya lebih bermanfaat akan jika biaya energi dan bahan bakar yang menjadi perhatian utama. ā€œHow the government can say this is going to result in any household saving is a mystery,ā€ katanya.

Ketika ditanya apakah penghematan itu benar-benar bermakna, Reeves menekankan bahwa pemerintah berfokus membantu keluarga. Ia menyatakan, ā€œEspecially over the summer, things can be a bit more expensive. So we are targeting this directly at families,ā€ sekaligus menambahkan bahwa ada juga ā€œunlimited free bus travel for children in England in Augustā€.

Reeves juga menunjuk beberapa kebijakan lain yang menurutnya turut meringankan tekanan biaya hidup, termasuk pembekuan biaya resep, pembekuan tarif perjalanan kereta api, serta bantuan keringanan tagihan energi.

Di sisi lain, Rob Parkinson, CEO Family Holiday Charity, mengatakan pemerintah, industri, dan sektor sukarela perlu ā€œwork together to identify and implement an enduring solutionā€ bagi keluarga. Ia menilai bantuan yang berulang namun tidak berkelanjutan berisiko kurang menjawab kebutuhan dasar masyarakat dalam jangka panjang.

PPN 5% tidak hanya berlaku untuk tiket atraksi seperti taman hiburan. Skema ini juga mencakup makanan anak yang disajikan di restoran, termasuk tiket anak serta keluarga untuk bioskop, teater, konser, pertunjukan, dan pameran.

Lebih lanjut, pemerintah memasukkan pula adventure parks, nature reserves, dan wildlife parks ke dalam daftar yang menerima tarif PPN lebih rendah selama periode pemotongan. Dengan cakupan yang luas, pemerintah berharap keluarga dapat merancang kegiatan liburan tanpa biaya yang terasa memberatkan.

Selain pemotongan PPN, pemerintah juga menyediakan perjalanan bus gratis untuk anak usia 5 hingga 15 tahun di Inggris. Ketentuan ini, sebagaimana disebut Reeves, diberlakukan pada bulan Agustus.

Pemerintah memperkirakan skema tersebut menelan biaya sekitar £300 juta. Dalam kebijakan ini, bisnis diberi pilihan apakah diskon pajak akan diteruskan kepada pelanggan atau tidak.

Sejumlah pelaku usaha mengindikasikan akan meneruskan penghematan pajak dalam bentuk makanan dengan harga lebih murah. Di antaranya, Wetherspoons dan Greene King, serta Nando’s disebut akan menyampaikan diskon kepada konsumen.

Namun tidak semua pihak sepakat skema ini akan berjalan mulus dari sisi operasional. Laughton Ross, seorang akuntan berbasis London yang bekerja dengan klien di sektor perhotelan, menyatakan kekhawatirannya terkait biaya tambahan yang harus ditanggung perusahaan untuk menerapkan skema tersebut.

ā€œThe changes only apply for a few weeks,ā€ kata Ross kepada BBC. Ia menambahkan, perusahaan perlu melakukan penyesuaian pada sistem dan proses akuntansi, yang menciptakan risiko operasional dan keuangan karena perubahan tersebut harus dibalik lagi setelah beberapa minggu.

Ross menjelaskan kekhawatiran itu dengan menyebut bahwa, ā€œMany smaller businesses don’t have in-house capability to handle the changes and the cost of support could be significant for them. This is in addition to the cost of re-printing menus, and so on,ā€. Ia juga menyebut bahwa ā€œthe guidance published to date suggests the rules around how the scheme will operate are overly complex.ā€

Dengan demikian, debat mengenai pemotongan PPN tidak hanya berkisar pada besaran penghematan yang mungkin diterima keluarga. Pembahasan juga menyentuh bagaimana skema dijalankan di tingkat bisnis, termasuk kesiapan sistem, biaya penyesuaian, dan potensi diskon yang pada akhirnya sampai atau tidak kepada pelanggan.