Peristiwa

13 Pendaki Dievakuasi dari Pegunungan Salahutu, 3 Dilarikan ke Rumah Sakit

1
×

13 Pendaki Dievakuasi dari Pegunungan Salahutu, 3 Dilarikan ke Rumah Sakit

Sebarkan artikel ini
13 Pendaki Dievakuasi dari Pegunungan Salahutu, 3 Dilarikan ke RS Regional 8 Juni 2026
Ilustrasi: 13 Pendaki Dievakuasi dari Pegunungan Salahutu, 3 Dilarikan ke RS

jurnalistik.co.id – Tim SAR gabungan mengevakuasi 13 pendaki dari kawasan Pegunungan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah. Proses pencarian dilakukan setelah Basarnas Ambon menerima laporan adanya pendaki yang mengalami kondisi darurat.

Evakuasi ini berlangsung pada Senin (8/6/2026), setelah tim bergerak menyusul informasi bahwa beberapa pendaki mengalami gangguan kesehatan di area Puncak Simalopu. Dalam kejadian tersebut, tiga pendaki harus dilarikan ke rumah sakit untuk penanganan medis lanjutan.

“Setelah mendapat laporan, tim langsung bergerak dan tiba di Desa Liang sekitar pukul 23.58 WIT, selanjutnya tim berkoordinasi dengan masyarakat setempat guna pelaksanaan operasi SAR,” kata Kepala Operasional Kantor Basarnas Ambon Andry Azwan Henaulu, Senin.

Operasi SAR dan pembagian regu

Menurut Azwan, operasi dimulai setelah Basarnas menerima laporan adanya sejumlah pendaki yang berada dalam kondisi darurat di kawasan Puncak Simalopu, Pegunungan Salahutu. Dalam pelaksanaan di lapangan, tim SAR dibantu warga Desa Liang, Kecamatan Salahutu.

Operasi pencarian kemudian dibagi menjadi tiga regu pencarian. Pembagian regu dilakukan untuk mempercepat proses penemuan sekaligus memastikan pertolongan awal bisa segera diberikan.

Korban mengalami hipotermia, sesak napas, dan cedera pergelangan kaki

Di antara 13 pendaki yang dievakuasi, tiga orang mengalami gangguan kesehatan. Serlin Leatemia (25) mengalami hipotermia, Hilda Nunumete (22) mengalami sesak napas, sedangkan seorang pendaki lain mengalami cedera pada pergelangan kaki.

“Pukul 01.53 WIT, delapan orang pendaki yang di dalamnya terdapat satu pendaki mengalami hipotermia berhasil ditemukan dan langsung diberikan penanganan medis pertama di lapangan,” ujar Azwan.

Setelah itu, sekitar pukul 02.08 WIT, regu ketiga menemukan lima pendaki lainnya. Di kelompok ini, terdapat dua pendaki yang mengalami sesak napas dan cedera pergelangan kaki, yang terlebih dahulu mendapatkan pertolongan sebelum dibawa untuk proses evakuasi berikutnya.

Dievakuasi sejak sekitar pukul 03.30 WIT

Azwan menjelaskan, setelah seluruh korban ditemukan dan menjalani penanganan awal, tim SAR mengevakuasi para pendaki dari lokasi sekitar pukul 03.30 WIT. “Setelah ketiga korban mendapat perawatan, seluruh korban kemudian dievakuasi sekira pukul 03.30 WIT. Tiga orang pendaki yang mengalami trouble kemudian dilarikan ke RSUD Tulehu guna penanganan medis lanjutan,” katanya.

Rangkaian penanganan dan evakuasi ini melibatkan koordinasi tim di lapangan hingga seluruh pendaki berhasil dibawa keluar dari area pencarian. Keterangan Azwan juga menyebutkan bahwa rombongan yang berjumlah 13 orang telah melakukan pendakian sejak Sabtu (6/6/2026).

Pada Minggu (7/6/2026), saat perjalanan turun, beberapa pendaki mengalami gangguan kesehatan ketika berada di kawasan Puncak Ewang. Gangguan kesehatan tersebut kemudian berlanjut hingga akhirnya dilaporkan sebagai kondisi darurat.

“Alhamdulillah setelah dilaporkan dan dilaksanakan operasi SAR, seluruh korban berhasil ditemukan dan dievakuasi dalam keadaan selamat,” ujar Azwan.

Setibanya tim di lokasi, koordinasi dengan warga Desa Liang dilakukan sejak fase awal agar prosedur pertolongan dapat segera berjalan. Pembagian regu menjadi bagian dari strategi di lapangan, sehingga pencarian bisa dilakukan lebih terarah sekaligus memberi ruang bagi penanganan medis dini bagi pendaki yang membutuhkan.

Dalam rangkaian penemuan bertahap, delapan pendaki yang ditemukan pada pukul 01.53 WIT langsung memperoleh penanganan pertama di area pencarian. Setelah itu, pada pukul 02.08 WIT regu ketiga menyusul menemukan lima pendaki lainnya, termasuk pendaki yang mengalami sesak napas serta cedera pergelangan kaki yang terlebih dahulu ditangani sebelum dilanjutkan ke proses evakuasi berikutnya.

Setelah seluruh korban berada dan mendapat pertolongan awal, proses evakuasi kemudian dilakukan secara terstruktur dari lokasi sekitar pukul 03.30 WIT. Untuk tiga pendaki yang mengalami gangguan kesehatan, mereka selanjutnya dibawa ke RSUD Tulehu agar perawatan lanjutan bisa diberikan sesuai kebutuhan medis.

Basarnas juga mencatat bahwa rombongan yang berjumlah 13 orang telah melakukan pendakian sejak Sabtu (6/6/2026), dan gangguan kesehatan yang dialami beberapa pendaki muncul saat perjalanan turun pada Minggu (7/6/2026) di kawasan Puncak Ewang sebelum akhirnya dilaporkan sebagai kondisi darurat. Dengan operasi SAR yang dijalankan Senin (8/6/2026), seluruh pendaki pada akhirnya dievakuasi dalam keadaan selamat.