Olahraga

Eddie Howe Mundur dari Jabatan Pelatih Newcastle United

×

Eddie Howe Mundur dari Jabatan Pelatih Newcastle United

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Eddie Howe Mengundurkan Diri sebagai Pelatih Newcastle United

jurnalistik.co.id – Eddie Howe resmi mengundurkan diri sebagai pelatih Newcastle United setelah hampir lima tahun menangani “The Magpies”. Keputusan itu diumumkan menyusul berakhirnya musim 2025-2026 yang ditutup Newcastle di peringkat ke-12 klasemen Liga Inggris.

Howe, yang berusia 48 tahun, menyampaikan pengunduran dirinya setelah menjalani masa refleksi pribadi. Ia menilai waktu tersebut adalah momen yang tepat untuk berhenti dari peran yang selama ini menyerap energi dan fokusnya.

“Setelah periode refleksi pribadi, saya telah memutuskan bahwa sekarang adalah waktu yang tepat bagi saya untuk mundur dari peran saya,” ujar Howe, dilansir dari BBC, Jumat (31/7/2026). Menurutnya, periode hampir lima tahun bersama klub telah ia jalani dengan totalitas, sehingga ia merasa langkah mundur menjadi pilihan terbaik bagi dirinya sekaligus bagi Newcastle.

Dalam penjelasannya, Howe menyebut keputusan tersebut ia ambil agar dapat “mengisi ulang energi, dan beristirahat”. Ia juga menegaskan bahwa meski keputusan itu sulit, ia yakin secara batin bahwa langkah yang diambil merupakan keputusan yang tepat.

Pengunduran diri Howe sekaligus menutup bab perjalanan kepelatihan yang dimulai pada November 2021. Saat itu, Newcastle sedang menghadapi ancaman degradasi, dan Howe kemudian membawa klub keluar dari situasi sulit menuju fase persaingan yang lebih kompetitif.

Di bawah arahan Howe, Newcastle meraih dua kali tiket Liga Champions. Keterlibatan mereka di kompetisi antarklub elite itu datang pada musim 2022-2023 dan 2024-2025, menandai konsistensi perkembangan performa klub dari waktu ke waktu.

Selain tampil di Liga Champions, Howe juga menghadirkan trofi domestik yang menjadi pencapaian bersejarah bagi Newcastle. Gelar Piala Liga Inggris musim 2024-2025 menjadi yang pertama bagi klub dalam 70 tahun, sekaligus mengukuhkan periode kepelatihan Howe sebagai salah satu bab paling sukses dalam era modern Newcastle.

Howe juga menempatkan pengalamannya menangani Newcastle sebagai tonggak terbesar dalam kariernya. “Merupakan suatu kehormatan terbesar dalam hidup saya untuk menjadi manajer Newcastle United,” kata Howe, sambil mengingat kembali perjalanan klub sejak memastikan bertahan di Liga Inggris hingga akhirnya berlaga di Liga Champions.

Ia mengenang bahwa Newcastle sempat berjuang untuk menghindari degradasi pada musim pertamanya di bawah kepemimpinannya. Howe juga menyinggung berbagai momen berharga di St James’ Park, termasuk malam-malam tak terlupakan saat kompetisi Liga Champions bergulir.

“Ada begitu banyak momen luar biasa selama kami berada di sini. Dari berjuang menghindari degradasi di musim pertama kami hingga berbagai malam tak terlupakan di St James’ Park di Liga Champions tak lama kemudian. Perkembangannya sangat cepat,” tambah Howe. Ia menekankan bahwa proses itu tidak lepas dari kekompakan semua pihak yang terlibat di dalam klub.

Howe kemudian menggarisbawahi kekuatan kebersamaan yang terbangun selama masa tugasnya. “Semua orang bersatu, dan betapa hebatnya kekuatan yang kami miliki,” ujarnya, sebelum menutup refleksinya dengan kalimat, “Semua ini adalah kenangan yang akan saya hargai seumur hidup saya.”

Di sisi lain, perjalanan menjelang akhir masa jabatan Howe turut diiringi perubahan di jajaran staf kepelatihan. Laga terakhir Howe bersama Newcastle berakhir dengan kekalahan 1-4 dari Bristol City dalam pertandingan pramusim.

Selain Howe, sejumlah anggota staf kepelatihan juga meninggalkan klub. Mereka adalah Jason Tindall, Graeme Jones, Stephen Purches, Simon Weatherstone, serta kepala performa Dan Hodges.

Dengan pengunduran diri ini, Newcastle kini memasuki fase transisi untuk menentukan arah pembinaan berikutnya. Kepergian Howe sekaligus membuat klub kembali menyusun rencana masa depan setelah periode yang ditandai oleh peningkatan performa, dua kali lolos Liga Champions, dan satu trofi Piala Liga dalam rentang kepelatihan hampir lima tahun.