jurnalistik.co.id – Komisi Keluhan Editorial BBC (ECU) memutuskan keluhan yang diajukan dua penonton terkait penyebutan kata kasar yang dikaitkan dengan Victoria Beckham dalam program Have I Got News For You.
Keputusan ini diumumkan setelah episode yang tayang pada 7 November tahun lalu. Acara tersebut dibawakan komedian sekaligus presenter Katherine Ryan, dengan para panelis membahas sejumlah isu terkini.
Dalam episode tersebut, BBC menyebut ada sebuah email yang dikatakan berasal dari Sir David Beckham. Email itu menyinggung penggunaan kata kasar yang kemudian disebut oleh panel dalam konteks pembahasan mengenai sang mantan pesepak bola.
Katherine Ryan kemudian menyampaikan kepada para panelis, “I don’t know that we are allowed to broadcast the c-word, but you did reference Victoria Beckham earlier and we’ll allow that.” Ucapan itu menjadi bagian dari perdebatan di studio, sementara beberapa penonton menilai penyampaian kata yang dimaksud bersifat terlalu ofensif.
Dua penonton mengadukan siaran tersebut, dan BBC pada respons awal menilai tidak ada dasar pembenaran untuk komentar yang “presented Victoria Beckham as equivalent to a particularly offensive word”.
BBC menyatakan temuan ECU telah disampaikan kepada manajemen BBC Content. Setelah proses tersebut, versi acara yang telah diedit akan menggantikan tayangan yang saat ini masih tersedia di iPlayer.
Berita Terkait
ECU menjelaskan bahwa Pedoman Editorial BBC tidak mewajibkan program untuk menghindari segala bentuk potensi menyinggung. Namun, pedoman tersebut menegaskan bahwa bila ada unsur yang berpotensi menyinggung, harus ada justifikasi editorial di balik penyajiannya.
Dalam penilaian ECU, keberadaan kata “c-word” dalam program mendapat justifikasi editorial dari klaim penggunaan kata itu oleh David Beckham yang kemudian memicu refleksi satir. Meski demikian, ECU menyebut tidak ada justifikasi editorial untuk bagian komentar yang menurutnya menyamakan Victoria Beckham dengan kata yang sangat ofensif.
ECU menyatakan hal itu dalam kutipan lengkap: “The relevant BBC Editorial Guidelines do not require programmes to avoid giving offence, but do require that any offence should be editorially justified. “In the ECU’s judgement, while the inclusion of the c-word in the programme derived editorial justification from David Beckham’s alleged use of it and the satirical reflections this prompted, there was no such justification for a comment which presented Victoria Beckham as equivalent to a particularly offensive word.”
Sebelumnya, pada bulan November, ECU juga merespons keluhan penonton yang “unhappy with the inclusion of strong language in the programme”. Dalam respons tersebut, ECU menilai penggunaan bahasa kuat sudah dibenarkan secara editorial karena panel sedang membahas kisah berita tentang Sir David Beckham, termasuk dengan mengutip langsung dari email yang bocor dan berisi penggunaan kata yang dimaksud.
ECU juga menambahkan praktik yang berlaku dalam tayangan berbahasa Inggris di jam setelah penayangan keluarga (post-watershed). Menurut pernyataan ECU, BBC lazim menyertakan peringatan verbal yang jelas di awal program ketika ada bahasa yang sangat kuat, dan untuk episode ini peringatan tersebut disebut telah terjadi.
Pernyataan ECU ditutup dengan penegasan sikap: “It is never our intention to offend our audience.” Dengan keputusan tersebut, BBC memilih melakukan penggantian terhadap versi yang telah diedit agar unsur yang dipersoalkan tidak lagi muncul dalam format yang sama.
Di sisi lain, kasus ini kembali menyoroti batas antara penggunaan bahasa kasar untuk kepentingan liputan dan justifikasi editorial, dibandingkan pemakaian yang dinilai mengarah pada penyepadanan individu dengan kata yang ofensif. Keputusan ECU menjadi rujukan formal bahwa justifikasi diperlukan secara spesifik, bukan semata-mata karena ada konteks satir atau rujukan pada materi yang diklaim berasal dari sumber tertentu.












