Entertainment

Earl Spencer klaim Charles “went ballistic” dalam panggilan telepon setelah kematian Diana

×

Earl Spencer klaim Charles “went ballistic” dalam panggilan telepon setelah kematian Diana

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Diana’s Earl Spencer brother says Charles ‘went ballistic’ in phone call after her death

jurnalistik.co.id – Earl Spencer, saudara Diana, menyampaikan bahwa Charles “went ballistic” dalam sebuah panggilan telepon tak lama setelah kematian sang putri. Pernyataan itu muncul dalam wawancaranya bersama BBC melalui Laura Kuenssberg.

Dalam pembahasan eksklusif tersebut, Spencer menyinggung sejumlah klaim yang ia tulis dalam buku terbarunya. Ia menyebut bahwa saat Diana meninggal, Charles bereaksi keras dalam percakapan telepon yang terjadi di masa-masa awal duka tersebut.

Spencer mengatakan bahwa dalam panggilan itu, Charles menyampaikan kalimat “we’ll forget her soon enough”. Ucapan tersebut, menurut Spencer, terkait perselisihan yang berpusat pada keputusan apakah Pangeran William dan Pangeran Harry akan berjalan di prosesi pemakaman Diana.

Menurut Spencer, perbedaan pandangan itu memicu pertengkaran, dan nada komunikasi Charles dinilai olehnya sangat meledak-ledak. Ia menggambarkan bahwa Charles bertindak “went ballistic” dalam situasi yang berhubungan dengan duka keluarga di sekitar kematian Diana.

Spencer kemudian mengaitkan isi panggilan telepon tersebut dengan konteks argumen mengenai bagaimana posisi kedua putra Diana dalam prosesi pemakaman. Dalam klaimnya, Charles disebut memilih sikap yang bernada meremehkan durasi ingatan terhadap Diana.

Atas klaim-klaim yang termuat dalam buku Spencer, Istana Buckingham memberikan tanggapan yang keras. Dalam pernyataan resminya, istana menyatakan bahwa Raja “was ‘mindful that the pain of fraternal grief can cloud reason, affect judgement and colour memory in ways others do not recognise, even many years after such a loss’”.

Istana Buckingham menilai bahwa rasa sakit akibat duka dari saudara dapat mengaburkan penalaran, memengaruhi penilaian, serta mewarnai ingatan dengan cara yang mungkin tidak disadari oleh orang lain. Pernyataan tersebut juga menegaskan bahwa hal itu bisa terjadi bahkan bertahun-tahun setelah kehilangan tersebut.

Dengan demikian, respons Buckingham Palace menempatkan klaim-klaim Spencer dalam kerangka bahwa kondisi emosional keluarga dapat mempengaruhi cara seseorang mengingat dan menilai situasi. Pernyataan tersebut juga sekaligus menanggapi detail yang disebut Spencer dalam bukunya, termasuk kalimat yang dikaitkan kepada Charles dalam panggilan telepon.

Wawancara ini disampaikan sebagai pembahasan eksklusif bersama Laura Kuenssberg, yang menyinggung klaim-klaim yang dibuat Spencer dalam buku barunya. Dalam kesempatan itu, Spencer juga membahas kaitan antara komunikasi Charles, perselisihan soal keikutsertaan William dan Harry dalam prosesi pemakaman, serta respons emosional yang ia gambarkan terjadi pada saat-saat setelah Diana wafat.

Secara keseluruhan, perbincangan membawa sorotan pada perbedaan narasi: Spencer menyatakan adanya panggilan telepon yang menurutnya sangat ekstrem hingga “went ballistic”, sementara istana membalas dengan penekanan bahwa duka dapat mengganggu penilaian dan cara seseorang membentuk ingatan. Polemik ini kembali memperlihatkan bagaimana rincian peristiwa di masa berkabung dapat terus diperdebatkan bertahun-tahun setelahnya.

Persoalan tentang prosesi pemakaman

Bagian yang paling ditekankan dalam klaim Spencer adalah adanya perselisihan mengenai apakah Pangeran William dan Pangeran Harry seharusnya berjalan dalam prosesi pemakaman Diana. Spencer menghubungkan pertengkaran tersebut dengan reaksi Charles dalam panggilan telepon, termasuk kalimat “we’ll forget her soon enough”.

Dalam kerangka itulah Spencer menilai bahwa Charles tidak sekadar memberikan tanggapan biasa, melainkan menunjukkan reaksi yang berlebihan dalam masa-masa segera setelah kematian Diana. Dari sudut pandang istana, respons itu kemudian ditempatkan sebagai efek dari rasa sakit duka yang dapat mengaburkan penalaran dan memengaruhi penilaian.

Di tengah publikasi klaim Spencer dalam buku barunya, tanggapan Buckingham Palace menjadi bagian penting dari rangkaian respons yang bersifat menyanggah. Pernyataan istana menegaskan adanya pertimbangan atas bagaimana duka saudara dapat membentuk ingatan dan persepsi, bahkan setelah waktu yang panjang.

Wawancara bersama BBC melalui Laura Kuenssberg pada akhirnya memusatkan pembaca pada dua hal: klaim Spencer mengenai panggilan telepon dan kata-kata yang ia kutip, serta penjelasan balik dari Buckingham Palace yang menekankan pengaruh duka pada penilaian manusia. Perdebatan tersebut berakar pada hari-hari awal setelah Diana wafat dan pada keputusan yang disebut melibatkan William serta Harry dalam prosesi pemakaman.