Hukum & Kriminal

Tes DNA dinilai akan bersihkan nama Nicholas Brandram, menurut saudara kasus “Putney pusher”

×

Tes DNA dinilai akan bersihkan nama Nicholas Brandram, menurut saudara kasus “Putney pusher”

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Putney pusher: DNA test will clear suspect's name, sisters say

jurnalistik.co.id – Hasil tes DNA, menurut keterangan dua saudari Nicholas Brandram, dinilai akan membersihkan nama sang banker yang menjadi tersangka dalam kasus “Putney pusher”. Brandram ditemukan meninggal di rumahnya di wilayah London barat pada Selasa.

Keluarga Brandram menyatakan, dia tidak bersalah. Mereka juga menegaskan bahwa kematian tersebut terkait dengan tekanan berat yang dialami selama berbulan-bulan akibat penyelidikan pihak kepolisian Metropolitan (Met).

Dua saudari Brandram menyampaikan hal itu kepada BBC. Dalam penjelasan mereka, Brandram telah memberikan sampel DNA kepada polisi dua bulan sebelum kematiannya, namun tak pernah menerima hasil pemeriksaan tersebut.

Brandram ditangkap pada bulan Juni, sembilan tahun setelah seorang perempuan didorong hingga jatuh ke depan bus oleh seorang jogger di Putney Bridge pada Mei 2017. Kasus ini kemudian dikenal luas dengan sebutan “Putney pusher”.

Keluarga menyebut Brandram “mengakhiri hidupnya sendiri setelah berbulan-bulan tekanan yang luar biasa” yang muncul karena penyelidikan Met. Pihak Met menyatakan pihaknya memahami “strain” yang bisa timbul ketika seseorang menjadi subjek penyelidikan polisi, tetapi tidak menanggapi tuduhan spesifik keluarga tersebut.

Met menambahkan bahwa pihaknya telah membuat rujukan wajib kepada lembaga pengawas kepolisian. Pernyataan itu disampaikan sebagai respons atas rangkaian pernyataan keluarga terkait proses penanganan kasus.

Alexia Hicks dan Sophie Voelcker, dua saudari Brandram, berbicara di program BBC Radio 4 “Today”. Mereka juga mengungkapkan rangkaian keberatan yang menurut mereka menunjukkan Brandram bukan pelaku penyerangan di Putney Bridge.

Dalam siaran itu, Hicks dan Voelcker menyampaikan kepada presenter Justin Webb bahwa tuduhan terhadap saudara mereka merupakan sesuatu yang “ridiculous”. Mereka menilai Met bersikap “negligent and reckless” dalam penanganan, sekaligus menuding pihak kepolisian lalai terhadap dampak yang ditimbulkan.

Menurut para saudari, identitas Brandram tidak sesuai dengan profil yang diyakini terkait pelaku. Mereka menyebut Brandram mengalami kondisi pada tungkai akibat cedera lama di masa dinas militer, serta memiliki tato militer yang menonjol di lengan bawah.

Mereka juga mengatakan korban melaporkan bahwa pelaku memiliki mata berwarna cokelat, sementara Brandram memiliki mata berwarna biru. Dalam penilaian keluarga, perbedaan ciri fisik itu seharusnya menjadi penanda untuk tidak mengarah pada Brandram.

Para saudari menambahkan bahwa Brandram tinggal di Notting Hill dan tidak memiliki hubungan dengan Putney. Mereka juga mengklaim memiliki bukti bahwa pada waktu penyerangan, Brandram berada di kantor di Bond Street.

Selain itu, mereka menyatakan Brandram bersedia menyerahkan sampel DNA kepada Met untuk mempercepat proses penyelidikan. Namun, menurut mereka, hasil tes tersebut tidak pernah sampai ke mereka.

Hicks dan Voelcker mengutip bahwa materi terkait kemiripan pelaku telah beredar. Mereka mengatakan, “It’s out there on the internet what the so-called Putney pusher looked like. We provided evidence very quickly to show that this did not look like our brother,” lalu menambahkan, “Nine and a half years ago when the incident occurred, there’d been absolutely nothing connecting our brother to the attack.”

Lebih jauh, mereka menyebut kemunculan tuduhan datang “completely out of the blue” dan menganggap tuduhan tersebut kemungkinan besar “either malicious or mistaken.” Pernyataan itu mereka sampaikan untuk menggambarkan bahwa, menurut keluarga, tidak ada keterkaitan yang jelas sejak awal kejadian.

Para saudari juga menyoroti cara penangkapan Brandram. Menurut Hicks, Brandram bangun dalam situasi yang menurutnya sangat intens: “My brother woke up to a large handful of police officers wearing armed vests and with a film crew on the doorstep from the media.”

Dalam keterangan mereka, kondisi kesehatan mental Brandram memburuk setelah penangkapan. Mereka menyebut bahwa nama Brandram bocor ke media sosial dalam waktu “a couple of days,” dan setelah itu muncul serangan kebencian di internet.

Mereka mengatakan, “His name was leaked on social media channels within a couple of days. And that’s when the vitriol started online. Thanks to the leak,” lalu menambahkan, “He was reading everything that was online. Because he was still guilty online.”

Hicks dan Voelcker menilai Met bertanggung jawab atas rangkaian akibat dari proses tersebut. Mereka menyampaikan, “The Met, they were negligent, they were reckless and they have, you know, failed our brother.”

Menurut mereka, “They failed in their duty of care to our brother, to the wider family and arguably actually society because the Putney pusher is still out there.” Pernyataan itu menjadi bagian dari kritik keluarga terhadap apa yang mereka sebut sebagai kegagalan dalam kewajiban kehati-hatian.

Para saudari juga mengaitkan kritik mereka dengan dugaan bahwa Met memiliki “urgency” untuk melakukan penangkapan sekaligus menyampaikan informasi kepada pers. Mereka menyebut Brandram tidak memahami mengapa tidak ada langkah yang sama cepat untuk membersihkan namanya.

“He couldn’t understand why there wasn’t an urgency to help clear his name,” kata mereka, merangkum alasan keluarga mempertanyakan sikap pihak kepolisian setelah tuduhan mengemuka.

Di bagian akhir penjelasan, Hicks dan Voelcker menggambarkan Brandram sebagai sosok yang sangat dicintai dan terlibat dalam urusan keluarga. Mereka menyebut Brandram sebagai “very, very, very loved brother and uncle, father, son”, serta “a real family man”.

Mereka menegaskan Brandram “didn’t deserve any of this happening to him”. Sementara itu, Met menyatakan penyelidikan terkait insiden 2017 masih berlangsung dan pihaknya tidak memiliki komentar tambahan atas keterangan saudari Brandram.