Entertainment

Presenter Baru The Grand Tour: “Saya berharap kritik keliru”

×

Presenter Baru The Grand Tour: “Saya berharap kritik keliru”

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: The Grand Tour's new presenters: 'I hope we prove the critics wrong'

jurnalistik.co.id – Serial otomotif The Grand Tour kini memasuki babak baru setelah lama identik dengan tiga nama utama yang memandunya, Jeremy Clarkson, Richard Hammond, dan James May. Pada Jumat, edisi baru itu dirilis di Amazon Prime Video dengan wajah presenter yang berbeda.

James Engelsman dan Thomas Holland diangkat sebagai dua pengisi utama, sementara Francis Bourgeois menjadi rekan ketiga dalam format berisi tiga orang. Ketiganya mengambil alih peran para pendahulu, sekaligus membawa tantangan besar di tengah ulasan awal yang cenderung beragam.

Holland mengatakan ia memahami keraguan sebagian penonton yang khawatir program tak bisa bertahan dengan susunan baru. Ia menyinggung kedudukan trio sebelumnya dan menjelaskan alasan publik berhak menilai: “They literally changed the car world.”

Menurut Holland, pertanyaan yang muncul bukan tanpa dasar karena penggemar tumbuh dengan gaya tontonan yang sama seperti yang mereka lihat saat Clarkson, Hammond, dan May beroperasi. Ia menegaskan, “They’re completely justified to feel that, because they did the same thing that we did – which is grow up watching Clarkson, Hammond and May. The show was a very important part of our lives as car enthusiasts.”

Engelsman dan Holland menyatakan mereka pun sempat merasakan hal serupa sebelum proses bergulir. “We’ve had all the same reactions that the audience has had to every part of this process like, ‘Who would do that? What an idiot.’” katanya, sebelum menambahkan bahwa pengalaman mereka justru mengarah pada keyakinan soal format yang bisa bekerja: “We’ve been through it all and we’re just lucky enough to have come out the other side and realised, ‘OK, this is actually all stuff that could work.’”

Bourgeois menyampaikan sikap yang senada, sambil menaruh harapan pada respons kritikus. Ia menyatakan, “We’ve done our absolute best and the critics will be critics and I hope that we will prove them wrong,” serta menekankan agar penonton memberi kesempatan sebelum menghakimi: “Have a watch and if you don’t like it, you’re well within your rights, I can’t force anyone to like anything.”

Dalam struktur barunya, Chemistry tiga orang dianggap menjadi kunci. Engelsman dan Holland sudah dikenal sebagai pasangan presenter lewat Throttle House, kanal YouTube otomotif yang memiliki lebih dari tiga juta pelanggan, dan bagian yang paling tidak pasti adalah siapa yang akan melengkapi mereka.

Proses pencarian itu akhirnya mengarah pada Francis Bourgeois, figur media sosial yang lebih dikenal di platform kereta dibanding di balik kemudi mobil super. Holland mengungkap respons mereka saat Bourgeois bergabung: “As soon as Francis showed up, we were like: ‘That guy’.” Bourgeois sendiri mengingat pertemuan pertama mereka terjadi di atas sofa kulit di sebuah hotel di luar Basingstoke, ketika pembicaraan banyak berkisar pada mobil yang mereka miliki.

Menurut Holland, ketika pengambilan gambar dimulai, dinamika tiga orang tidak perlu dirancang secara sadar. Ia mengatakan semuanya “just worked and clicked immediately.” Namun, kabar bahwa mereka terpilih tidak datang dengan momen yang tegas, karena Engelsman menyebut prosesnya berlangsung bertahap.

Engelsman menjelaskan tidak ada “immediate moment” ketika mereka diberi tahu secara resmi. Ia menggambarkan situasinya sebagai sesuatu yang berkembang perlahan: awalnya mereka mengira hanya bagian dari rangkaian audisi, lalu justru berulang kali diundang ke “writers’ rooms” dan diminta menyampaikan pandangan tentang ide acara.

Bagi Bourgeois, ketidakpastian itu bahkan bisa jadi membantu karena ia mengaku akan sulit menahan diri bila mengetahui lebih cepat. Ia mengatakan ia “just fall apart and start crying” bila mendengar kabar pekerjaan itu sebelum waktunya.

Ulasan awal dari sejumlah media juga menggambarkan adanya pergeseran generasi yang terasa. Ketiganya membangun reputasi lewat media sosial, dan kritikus menilai keberhasilan transfer gaya tersebut ke The Grand Tour tidak sepenuhnya mulus.

Menurut ulasan Independent yang memberi tiga bintang, reboot disebut “all rather safe” dan presenter terasa “stilted.” Guardian menyepakati nada yang serupa dengan menyebut “decent, if slightly anonymous, presence” yang tampak “quite meek and pleasant, and without any obvious dynamic,” sekaligus tetap memberi pujian khusus untuk Bourgeois.

Guardian menyoroti Bourgeois melalui komentar Stuart Heritage yang menyebutnya “the most enthusiastic enthusiast currently working on planet Earth.” Sementara itu, Financial Times juga memberi tiga bintang dan menilai kemegahan tontonan berbiaya besar menyenangkan, tetapi rasanya “a little muted,” dengan pertanyaan apakah serial yang dibangun oleh figur besar seperti Clarkson, May, dan Hammond dapat bertahan dengan tim baru.

Selain respons kritis, The Grand Tour edisi baru juga menandai variasi lokasi perjalanan. Dalam serial Prime Video ini, trio tersebut disebut melakukan perjalanan ke Angola, Malaysia, dan Wales.

Bourgeois dikenal dari video trainspotting yang penuh energi, tetapi ia menegaskan kecintaannya pada mobil sudah muncul jauh lebih awal. Ia tumbuh dekat Willesden Junction di London, punya banyak kereta untuk ditonton, sekaligus tertarik pada mobil-mobil di luar rumahnya, termasuk Mitsubishi Legnum VR-4 yang berada tepat di luar jendela apartemen orang tuanya.

Ia menuturkan bagaimana gairahnya hadir lewat media sosial: “I suppose with my social media, I’m just showing one of my passions and I have really wanted to let out that car enthusiasm too.” Ia juga menggambarkan dua sisi minatnya berjalan selaras: “It’s nice that these two sides of my very strong passions are in harmony together and it’s been a real pleasure to drive some of the cars on The Grand Tour.”

Kecintaan pada transportasi yang lebih luas juga dikatakan menular ke rekan presenter. Engelsman dan Holland menyebut mereka “very educated by Francis on many things during long walks and long drives.”

Bourgeois bahkan mencoba meyakinkan produksi untuk mengangkat episode tentang pembangkit listrik, sesuai minatnya. Ia menyebut ada respons yang mengejutkan dari Clarkson, dan menceritakan momen bertemu para pendahulu sebagai pengalaman yang terasa personal: “a flutter in my tummy,” sebelum mereka “bonded, inevitably, over trains,” lalu berlanjut ke power stations dan “a lengthy discussion about cheeseburgers.”

Engelsman menambahkan dukungan dari trio lama. Ia mengatakan para presenter sebelumnya “were very paternal and caring about it,” dan tampak “quite excited for there to be a new iteration,” bahkan Clarkson sempat berpesan, “We’ll look after you.”